Kejadian 18:21-30 Keadilan Tuhan
• Tuhan turun dan ingin mengetahui keadaan Sodom dan karena mendengar keluhan orang-orang mengenai Sodom
• Abraham berdiskusi dengan Tuhan dan meminta agar kalau ada 50 orang percaya di Sodom pasti Tuhan tidak akan membinasakan mereka.
• Tuhan Allah berjanji akan mengampuni sekiranya ada 50 orang percaya di Sodom.
• Abraham menanyakan sekiranya kurang 5 dari 50 orang percaya di Sodom, apakah Allah akan tetap memusnahkan Sodom.
• Tuhan Allah tidak akan memusnahkan Sodom jika ada 40 orang percaya.
• Abraham memberanikan diri untuk bertanya kalau hanya ada 30 orang percaya, apakah Sodom akan tetap dimusnahkan.
• Tuhan Allah juga akan mengampuni Sodom jika terdapat 30 orang percaya
• Abrahan masih menawar dengan hanya 10 orang percaya.
• Allah juga tetap akan mengampuni karena ada 10 orang percaya
Rabu, 28 September 2011
Senin, 16 Mei 2011
Kembangsari 3 FEb 2010
Kebaktian sektor Kembangsari
Rabu, 3 Februari 2010
Bacaan : Yohanes 3 : 18 – 21
Empat ayat yg kita baca tadi merupakan bagian akhir dari percakapan Yesus dengan Nikodemus. Sepintas lalu percakapan ini berkisar sekitar kelahiran kembali: Yesus berpandangan bahwa seseorang perlu dilahirkan kembali agar bisa memperoleh keselamatan. Nikodemus sebagai seorang terpelajar dari kalangan ahli torat dan orang Farisi kurang memahami perkataan Yesus ini. Nikodemus hanya berfirkir secara logika bhw mana mungkin seseorang sebesar Nikodemus dapat masuk ke dalam rahim ibunya lalu dilahirkan kembali. Yg dimaksud dengan lahir kembali adalah manusia yg telah dibaharui oleh kuasa Rohkudus sehingga ia menjadi baru. Segala sesuatu yg bersifat “lama” hilang dan diganti dengan yg “baru” artinya manusia lama kita yg dikuasai oleh dosa dan kejahatan diganti dengan yg baru yg berasal dari Allah melalui kerja Rohkudus sehingga membawa keselamatan dan pengampunan. Semuanya ini bukanlah dapat terjadi oleh kemampuan atau kuasa atau usaha manusia sdr dan saya tetapi semuanya ini karena sermata-mata anugerah dari Allah.
Dunia dan kita tidak berlayak mendapat keselamatan itu tetapi karena Allah yg berkenan memberikannya kepada kita maka kita memperolehnya karena kasih yg sempurna dari Allah melalui pengorbanan Anak Tunggal Allah yakni Yesus Kristus sendiri.
Dalam ayat 17 dari perikop kita tadi disebutkan Sebab Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan utk menghakimi melainkan utk menyelamatkannya oleh Dia (Yesus Kristsus).
Sebagai orang percaya kita semua telah memahami dan mengerti bagaimana Allah telah mengasihi kita. Oleh kasih Allah itu kita beroleh kesalamatan sempurna dari Allah. Oleh sebab itu ayat 18 menyebutkan kalau kita percaya kepadaNya (Yesus Kristus) kita tidak dihukum) Jelas kalau kita percaya kita tidak dihukum tetapi memperoleh jaminan keselamatan tetapi kalau kita tidak percaya itu artinya kita sendiri menyia-nyiakan pengorbanan Allah kepada kita dan sepertinya kita kurang menghargai kasih Allah itu. Bacaan kita menyebutkan kalau kita tidak percaya kita berada dalam hukuman. Bagaimana bentuk hukuman itu?? Ayat 19 mengatakan bhw Terang telah datang ke dalam dunia tetapi manusia sdr dan saya, kita semua lebih senang kepada kegelapan. Kenapa?? Biasanya orang jahat senang tinggal dalam suasana yg gelap atau samar-samar, supaya apa yg dia buat tidak nampak kepada orang lain. Kita orang berdosa (manusia) lebih menyukai kegelapan supaya perbuatan dosa kita tersembunyi. Ini sesuatu yg masuk akal (logis) bukan hal yg luar biasa. Orang jarang mencuri di siang bolong di hadapan orang banyak (mungkin ada satu-satu) tetapi jarang. Maling lebih suk beraksi di termpat sunyi yg jarang ada orang supaya perbuatan jahatnya tidak kelihatan.
Sebaliknya orang “baik” lebih menyukai terang supaya jelas apa yg ia buat sebab ia tidak takut dan malu. Ia senang agar perbuatan kebaikkannya diketahui orang banyak sebagai suatu kesaksian ttg imannya kepada Allah. Semua perbuatan baik orang percaya digerakkan oleh kuasa Rohkudus, sebab Rohkudus selalu memimpin orang kepada jalan kebaikan dan jalan mengasihi. Karena jelas dalam : 21 kalau kita melakukan sesuatu yg benar kita datang kepada terang sebab kita senang apabila perbuatan baik kita diketahui orang lain dan semua yg dilakukan dalam kasih dilakukan dalam Allah sebab Allah adalah kasih, Aallah adalah Terang. Kita berbuat baik bukan supaya kita dikasihi Allah tetapi sebaliknya karena kita telah lebih dahuklu dikasihi oleh Allah maka panggilan kita menjawab kasih Allah itu melalui tindakan nyata kita yg berisi muatan kebaikkan. Sekali lagi sdr.: Semua perbuatan baik yg kita lakukan diperhatikan oleh Allah dan perbuatan-perbuatan baik tsb sebagai hasil dari Terang. Anak Terang berbuat sesuatu yg terang. Anak kegelapan melakukan hal yg gelap supaya tidak nampak kepada orang lain.
Kiranya keluarga besar Kembangsari jemaat yg hadir sore ini kita semuanya dapat melakukan kebaikan agar nampak kepada tetangga-tetangga kita bahwa kita benar-benar adalah anak-anak Terang. Jika kita anak-anak Terang hendaknya Terang itu bersinar dan memantulkan cahayanya dalam seluruh kehidupan kita baik di gereja , persekutuan jemaat, dalam keluarga, juga dalam masyarakat agar orang yg melihat perbuatan kita dapat memberi kesaksian bahwa benar-benar kita jemaat Kembangsari adalah anak-anak Terang, anak-anak Allah. Amin
Rabu, 3 Februari 2010
Bacaan : Yohanes 3 : 18 – 21
Empat ayat yg kita baca tadi merupakan bagian akhir dari percakapan Yesus dengan Nikodemus. Sepintas lalu percakapan ini berkisar sekitar kelahiran kembali: Yesus berpandangan bahwa seseorang perlu dilahirkan kembali agar bisa memperoleh keselamatan. Nikodemus sebagai seorang terpelajar dari kalangan ahli torat dan orang Farisi kurang memahami perkataan Yesus ini. Nikodemus hanya berfirkir secara logika bhw mana mungkin seseorang sebesar Nikodemus dapat masuk ke dalam rahim ibunya lalu dilahirkan kembali. Yg dimaksud dengan lahir kembali adalah manusia yg telah dibaharui oleh kuasa Rohkudus sehingga ia menjadi baru. Segala sesuatu yg bersifat “lama” hilang dan diganti dengan yg “baru” artinya manusia lama kita yg dikuasai oleh dosa dan kejahatan diganti dengan yg baru yg berasal dari Allah melalui kerja Rohkudus sehingga membawa keselamatan dan pengampunan. Semuanya ini bukanlah dapat terjadi oleh kemampuan atau kuasa atau usaha manusia sdr dan saya tetapi semuanya ini karena sermata-mata anugerah dari Allah.
Dunia dan kita tidak berlayak mendapat keselamatan itu tetapi karena Allah yg berkenan memberikannya kepada kita maka kita memperolehnya karena kasih yg sempurna dari Allah melalui pengorbanan Anak Tunggal Allah yakni Yesus Kristus sendiri.
Dalam ayat 17 dari perikop kita tadi disebutkan Sebab Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan utk menghakimi melainkan utk menyelamatkannya oleh Dia (Yesus Kristsus).
Sebagai orang percaya kita semua telah memahami dan mengerti bagaimana Allah telah mengasihi kita. Oleh kasih Allah itu kita beroleh kesalamatan sempurna dari Allah. Oleh sebab itu ayat 18 menyebutkan kalau kita percaya kepadaNya (Yesus Kristus) kita tidak dihukum) Jelas kalau kita percaya kita tidak dihukum tetapi memperoleh jaminan keselamatan tetapi kalau kita tidak percaya itu artinya kita sendiri menyia-nyiakan pengorbanan Allah kepada kita dan sepertinya kita kurang menghargai kasih Allah itu. Bacaan kita menyebutkan kalau kita tidak percaya kita berada dalam hukuman. Bagaimana bentuk hukuman itu?? Ayat 19 mengatakan bhw Terang telah datang ke dalam dunia tetapi manusia sdr dan saya, kita semua lebih senang kepada kegelapan. Kenapa?? Biasanya orang jahat senang tinggal dalam suasana yg gelap atau samar-samar, supaya apa yg dia buat tidak nampak kepada orang lain. Kita orang berdosa (manusia) lebih menyukai kegelapan supaya perbuatan dosa kita tersembunyi. Ini sesuatu yg masuk akal (logis) bukan hal yg luar biasa. Orang jarang mencuri di siang bolong di hadapan orang banyak (mungkin ada satu-satu) tetapi jarang. Maling lebih suk beraksi di termpat sunyi yg jarang ada orang supaya perbuatan jahatnya tidak kelihatan.
Sebaliknya orang “baik” lebih menyukai terang supaya jelas apa yg ia buat sebab ia tidak takut dan malu. Ia senang agar perbuatan kebaikkannya diketahui orang banyak sebagai suatu kesaksian ttg imannya kepada Allah. Semua perbuatan baik orang percaya digerakkan oleh kuasa Rohkudus, sebab Rohkudus selalu memimpin orang kepada jalan kebaikan dan jalan mengasihi. Karena jelas dalam : 21 kalau kita melakukan sesuatu yg benar kita datang kepada terang sebab kita senang apabila perbuatan baik kita diketahui orang lain dan semua yg dilakukan dalam kasih dilakukan dalam Allah sebab Allah adalah kasih, Aallah adalah Terang. Kita berbuat baik bukan supaya kita dikasihi Allah tetapi sebaliknya karena kita telah lebih dahuklu dikasihi oleh Allah maka panggilan kita menjawab kasih Allah itu melalui tindakan nyata kita yg berisi muatan kebaikkan. Sekali lagi sdr.: Semua perbuatan baik yg kita lakukan diperhatikan oleh Allah dan perbuatan-perbuatan baik tsb sebagai hasil dari Terang. Anak Terang berbuat sesuatu yg terang. Anak kegelapan melakukan hal yg gelap supaya tidak nampak kepada orang lain.
Kiranya keluarga besar Kembangsari jemaat yg hadir sore ini kita semuanya dapat melakukan kebaikan agar nampak kepada tetangga-tetangga kita bahwa kita benar-benar adalah anak-anak Terang. Jika kita anak-anak Terang hendaknya Terang itu bersinar dan memantulkan cahayanya dalam seluruh kehidupan kita baik di gereja , persekutuan jemaat, dalam keluarga, juga dalam masyarakat agar orang yg melihat perbuatan kita dapat memberi kesaksian bahwa benar-benar kita jemaat Kembangsari adalah anak-anak Terang, anak-anak Allah. Amin
Kembangsari 21 Okt .2009
Kebaktian Sektor Kembangsari
Rabu, 21 Okt. 2009
Pembacaan : Daniel 5 : 1 – 12 ”Orang bijak dibutuhkan pada saat’ krisis”
Kita semua memiliki kehidupan yg sederhana, apa adanya. Kita uyg masih bekerja, melakukan pekerjaan seperti biasanya. Yg telah pensiun dan istirahat menikmati masa hidupnya. Pendeknya kita usahakan agar kita dapat menikmati kehidupan ini dengan sukacita dan tenang. Apapuin yg kita miliki kita terima dengan ucapan syukur sebab itu merupakan berkat Allah yg berbeda bagi tiap orang. Ada yg menerima banyak tetapi juga ada yg secukupnya.
Bacaan kita sore ini dimulai dengan raja amengadakan jamuan besar untuk para menteri para istri serta para gundik. Kesalahan raja adalah memakai alat minuman dari bejana suci yg dfisimpan di baith Allah. Bejana-abejana suci ini dipakai dalam kebaktian perjamuan kudus dan selalu tersimpan di sana. Barang-barang ini adalah milik Allah yg tidak boleh dinajiskan oleh siapapun juga. Bacaan kita mengisyratkan bhw raja menajiskan benda-benda ini dan Tuhan murka. Aneh, bhw murkan Tuhan tidak langsung dikenakan akepada raja dan para pembesar berupa “hukuman langsung” tetapi Allah menulis sebuah tulisan dan raja dan para pembesar melihat pungung tangan yg menulis (:5). Raja menjadi pucat. Kenapa?? Padahal raja tidak mengerti arti tulisan itu. Andaikata raja langsung amengerti artinya mestinya baru raja menjadi pucat bukan?? Tetapi sdr, tulisan ini sudah merupakan isyrata bhw Allah murkan dengan cara Allah sendiri, yaitu melalui tulisan. Semua aorang pandai dan bijaksana dalam kerajaan Media-Persia tidak bisa membaca dan memberi artinya, ( : 8, 9) karena itu raja dan para menteri menjadi pucat, sebab ini pertanda akan ada bahaya dan bencana.
Sdr. Kita belajar dari bacaan ini: Bhw kadang2 jika Allah hendak menegor kita, tidak secara langsung tetapi melalui tanda-tanda yg sangat sederhana yg mungkin bagi kita “itu hal biasa” tetapi hal-hal yg biasa kadang dipakai Allah sebagai peringatan bagi kita. Oleh karena itu kita perlu siaga selalu dan tawakal dalam hal mendekatkan diri dan memohon perlindungan agar kita jangan kiranya seperti raja yg perlu membaca tulisan yg ia sendiri tidak memahaminya. Kita berdoa dan memohon dari Allah agar kiranya Allah memberi kepada kita pencerahan agar kita dapat membaca secara langsung hidup yg sedang kita jalani agar kita dapat menghindar dari jalan serong yg akan membelokkan kaki kita. Banyak jalan yg ramai, lebar dan melambai-lambai agar kita menuju ke sana padahal pada ujung jalan itu terbentang jurang dalam yg menganga. Kita perlu membuka mata kita dan telinga untuk dengan bijaksana memperhatikan semua sikon agar bila kita melangkah langkah kita akan aman sampai ke tujuannya.
Raja yg tidak dapat membaca tanda dan situasi bingung dan pucat. Untunglah ada Daniel yg penuh dengfan hikmat Allah sehingga dapat membaca dan memberi makna dari tulisan dan tanda yg terpampang pada dinding istana.
Sdr untuk dapat membaca sikon dalam hidup kita dari hari ke hari aperlu hikmat dan kebijaksanaan. Tetapi sebgai orang beriman, hikmat dan kebijaksanaan tidak dengan sendiri dating amenempel ke kita masing-masing, atetapi kita harus minta sebab itu berasal dari Allah, milik Allah. Daniel yg penuh hikmat dan kebijaksanaan dapat membaca dan mengungkapkan semua rahasia yg tidak bisa diungkapkan raja dan pembesar serta para bijaksana dunia ini. Oleh karena itu biarlah kita semua yg memerlukan itu, kita sembaha sujud dan amemohon kiranya Tuhan berkenan amemberi kepada kita karunia-karunia agar kita dapat membaca situasi dunia ini dan kita dapat mengatur hidup kita agar menjadi baik bagi Tuhan, bagi diri kita, keluarga, gereja dan masyarakat. Amin.
Rabu, 21 Okt. 2009
Pembacaan : Daniel 5 : 1 – 12 ”Orang bijak dibutuhkan pada saat’ krisis”
Kita semua memiliki kehidupan yg sederhana, apa adanya. Kita uyg masih bekerja, melakukan pekerjaan seperti biasanya. Yg telah pensiun dan istirahat menikmati masa hidupnya. Pendeknya kita usahakan agar kita dapat menikmati kehidupan ini dengan sukacita dan tenang. Apapuin yg kita miliki kita terima dengan ucapan syukur sebab itu merupakan berkat Allah yg berbeda bagi tiap orang. Ada yg menerima banyak tetapi juga ada yg secukupnya.
Bacaan kita sore ini dimulai dengan raja amengadakan jamuan besar untuk para menteri para istri serta para gundik. Kesalahan raja adalah memakai alat minuman dari bejana suci yg dfisimpan di baith Allah. Bejana-abejana suci ini dipakai dalam kebaktian perjamuan kudus dan selalu tersimpan di sana. Barang-barang ini adalah milik Allah yg tidak boleh dinajiskan oleh siapapun juga. Bacaan kita mengisyratkan bhw raja menajiskan benda-benda ini dan Tuhan murka. Aneh, bhw murkan Tuhan tidak langsung dikenakan akepada raja dan para pembesar berupa “hukuman langsung” tetapi Allah menulis sebuah tulisan dan raja dan para pembesar melihat pungung tangan yg menulis (:5). Raja menjadi pucat. Kenapa?? Padahal raja tidak mengerti arti tulisan itu. Andaikata raja langsung amengerti artinya mestinya baru raja menjadi pucat bukan?? Tetapi sdr, tulisan ini sudah merupakan isyrata bhw Allah murkan dengan cara Allah sendiri, yaitu melalui tulisan. Semua aorang pandai dan bijaksana dalam kerajaan Media-Persia tidak bisa membaca dan memberi artinya, ( : 8, 9) karena itu raja dan para menteri menjadi pucat, sebab ini pertanda akan ada bahaya dan bencana.
Sdr. Kita belajar dari bacaan ini: Bhw kadang2 jika Allah hendak menegor kita, tidak secara langsung tetapi melalui tanda-tanda yg sangat sederhana yg mungkin bagi kita “itu hal biasa” tetapi hal-hal yg biasa kadang dipakai Allah sebagai peringatan bagi kita. Oleh karena itu kita perlu siaga selalu dan tawakal dalam hal mendekatkan diri dan memohon perlindungan agar kita jangan kiranya seperti raja yg perlu membaca tulisan yg ia sendiri tidak memahaminya. Kita berdoa dan memohon dari Allah agar kiranya Allah memberi kepada kita pencerahan agar kita dapat membaca secara langsung hidup yg sedang kita jalani agar kita dapat menghindar dari jalan serong yg akan membelokkan kaki kita. Banyak jalan yg ramai, lebar dan melambai-lambai agar kita menuju ke sana padahal pada ujung jalan itu terbentang jurang dalam yg menganga. Kita perlu membuka mata kita dan telinga untuk dengan bijaksana memperhatikan semua sikon agar bila kita melangkah langkah kita akan aman sampai ke tujuannya.
Raja yg tidak dapat membaca tanda dan situasi bingung dan pucat. Untunglah ada Daniel yg penuh dengfan hikmat Allah sehingga dapat membaca dan memberi makna dari tulisan dan tanda yg terpampang pada dinding istana.
Sdr untuk dapat membaca sikon dalam hidup kita dari hari ke hari aperlu hikmat dan kebijaksanaan. Tetapi sebgai orang beriman, hikmat dan kebijaksanaan tidak dengan sendiri dating amenempel ke kita masing-masing, atetapi kita harus minta sebab itu berasal dari Allah, milik Allah. Daniel yg penuh hikmat dan kebijaksanaan dapat membaca dan mengungkapkan semua rahasia yg tidak bisa diungkapkan raja dan pembesar serta para bijaksana dunia ini. Oleh karena itu biarlah kita semua yg memerlukan itu, kita sembaha sujud dan amemohon kiranya Tuhan berkenan amemberi kepada kita karunia-karunia agar kita dapat membaca situasi dunia ini dan kita dapat mengatur hidup kita agar menjadi baik bagi Tuhan, bagi diri kita, keluarga, gereja dan masyarakat. Amin.
Kebaktian Sektor Cungkup
Kebaktian Sektor Cungkup
Kel. Bu Supoyo – oleh : Pelkes (Piet P.)
Kita sebagai warga masyarakat harus patuh kepada aturan dari pemerintahan setempat. Warga Kaumankidul juga harus menuruti aturan yg dikeluarkan oleh RT, RW atrau Ktr Kalurahan. Walapun di dusun seperti ini agak berbeda sedikit aturannya dan apa maunya pemerintah desa dibanding dengan di kota, tetapi satu hal yg pasti bhw aturan yg dimaksudkan baik di kota maupun didesa semuanya bermaksud baik untuk kersejahteraan dan kebaikkan warganya. Dalam aras kampung, ada kepala kampung, aras desa ada Kades, aras kotamadya ada walikota dst.
Pertanyaan lalu bagaimana dengan kita sebagai gereja dan jemaat?. Untuk gereja dan jemaat ada kepala gereja yg kita kenal sebagai Pendeta, dan Majelis gereja yg bertanggungjawab atas pemeliharaaa kehidupan bergereja dan berjemaat, termasuk pemeliharaan iman warganya.
Lalu bagaimana dengan kita keluarga2 dan pribadi2. Aebagfai aorang percaya selalu kita memohon agar supaya Allah tetap senantiasa menjadi Kepala keluarga kita, menjadi kepala dari hidup kita pribadi agar kita senantiasa dipimpin oleh Kerpala dan kita tidak mengikuti kehendak kita sendiri.
Bacaan kita sore ini berbicara ttg Allah sebagai Raja seluruh bumi (:8) dan memerontah sebagai Raja atas bangsa-bangsa. yg mendiami bumi ini Umat Israil mengakui bhw Allah mereka adalah pencipta langit dan bumi beserta segala isinya, termasuk kita, dan sekaligus memelihara segala sesuatu yg telah Ia kerjakan.
Kita mempunyai pimpi8nan kampung, desa dst. Mereka yg disebut pemipim mempunyai wilayah pemerintahan, tetapai hanya itu terbatas saja. Pak Walikota Salatiga, tidak bisa memerintah sampai seluruh Jawa Tengah atau Jawa Timur. Beliau punya kuasa terbatas hanya sampai pada kodya Salatiga. Gubernur Jawa Tengah hanya boleh memerinntah Jawa Tengah saja, sebab kuasanya terbatas. Demikian juga bapak Presiden, hanya punya kuasa atas negara Rep. Indonesia, dan rakyat yg mendiami bumi Indonesia ini. Para pemimpin berdiam dalam istana: baik istnaa Presiden, istana raja, Istana Kepatihan untuk Solo dan Yogya dan hanya terbatas pada wilayah pemerintahan mereka. Tetapi bacaan kita menyebutkan bhw allah amemerintah sebagai Raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas tahtaNya yg kudus. Allah punya Kuasa tak terbatas dan lestari selama-lamanya. Karena itu para pemuka bangsa-bangsa berkumpul, karena amereka adalah umat pilihan, umat Allah, dan mereka ini akan terlindung di balik perisai-perisai bumi. Karena kekuaasaan dan kepemilikan yg tak terbatas itulah maka semua pemuka bangsa-bangsa di dunia ini memuliakan Allah.
Karena kita adalah milik Allah, dan bumi ini ciptaan Allah, maka Allah tidak mau supaya bumi ini dirusakkan seenaknya oleh manusia. Karena itu Allah memiliki perisai bumi utk melindumngi dari kerusakkan. Kita sebagai orang percaya anak Tuhan, haruslah ikut bekerjasama dengan Allah dalam memelihara dan mengelola bumi ini. Jika kita menyadari akan kekuasaan Tuhan itu maka biarlah kita memuliakan Tuhan. Bagaimana caranya?? Kita mulai dari hati kita. kalau hati kita sudah menyadari akan kebaikan Tuhan maka kita langsung memuji Tuhan. Tetapi satu hal kita harus ingat, bhw orang lain tidak tahu kalau kita sedang memuji dan memuliakan Tuhan. Kita harus wujudkan dalam cara hidup kita, dalam perbuatan, dalam perkataan. Jangan kita berbuat baik dengan mmaksud agar kita dipuji dan dimuliakan. Kita dapat berbuat baik, semata-mata karena Allah berkenan kita melakukan itu sebab ada iman yg berdiam didalam hati kita, dan iman itu yg selalu mendorong tindakan berbuat baik kita itu. Dengan demikian, orang yg melihat kita punya perilaku baik dapat katakan itu lihat dia berbeda dengan orang lain. Orang lain suka berbicara hal2 yg tak perlu, tetapi orang itu jauh berbeda, kelakuannya baik, juga bicaranya. Karena itu kita harus menjaga dan memelihara tubuh kita sebab kita tahu bhw dalam tubuh kita bernaung Rohkudus (Ikor 6 : 19). Tuhan menciptakan tubuh kita sempurna dan Ia juga memelihara menjadfi perisai sebab Ia yg menciptakan kita itu tidak senang kalau hasil pekerjaanNya dirusakkan seenaknya oleh kuasa setan. Karena itu kita harus bekerjasama dengan Tuhan. Caranya?? Kita menghargai Cip[taanNya dengan ikut memeliahara, menjaga dan melestarikan lingkungan di mana kita tinggal dan istimewa kita menjaga tubuh kita agar tetap serhat sebab dengan begitu kita dapat memuji dan memuliakan Tuhan.
Memang suasana hidup masa kini tidak jelas arahannya, sebab banyak dipengaruhi oleh kuasa-kuasa politik. Sebagai warga gereja, kita harus selalu ingat bahwa hidup yg kita nikmati sekarang ini “baik” adanya dan kita harus mengucap syukur atas hidup ini sebagai berkat Tuhan. Marilah kita terus menikmati hidup ini sebab Tuhan ada berdiri selalu menyertai kita dengan perisai yg berfungsi melindungi kita. karena itu baiklah kita selalu harus mengucap syukur dan bermazmur karena Allah itu baik bagi hidup kita mulai dulu, kimni dan pada waktu yang akan dating.
Amin
Kel. Bu Supoyo – oleh : Pelkes (Piet P.)
Kita sebagai warga masyarakat harus patuh kepada aturan dari pemerintahan setempat. Warga Kaumankidul juga harus menuruti aturan yg dikeluarkan oleh RT, RW atrau Ktr Kalurahan. Walapun di dusun seperti ini agak berbeda sedikit aturannya dan apa maunya pemerintah desa dibanding dengan di kota, tetapi satu hal yg pasti bhw aturan yg dimaksudkan baik di kota maupun didesa semuanya bermaksud baik untuk kersejahteraan dan kebaikkan warganya. Dalam aras kampung, ada kepala kampung, aras desa ada Kades, aras kotamadya ada walikota dst.
Pertanyaan lalu bagaimana dengan kita sebagai gereja dan jemaat?. Untuk gereja dan jemaat ada kepala gereja yg kita kenal sebagai Pendeta, dan Majelis gereja yg bertanggungjawab atas pemeliharaaa kehidupan bergereja dan berjemaat, termasuk pemeliharaan iman warganya.
Lalu bagaimana dengan kita keluarga2 dan pribadi2. Aebagfai aorang percaya selalu kita memohon agar supaya Allah tetap senantiasa menjadi Kepala keluarga kita, menjadi kepala dari hidup kita pribadi agar kita senantiasa dipimpin oleh Kerpala dan kita tidak mengikuti kehendak kita sendiri.
Bacaan kita sore ini berbicara ttg Allah sebagai Raja seluruh bumi (:8) dan memerontah sebagai Raja atas bangsa-bangsa. yg mendiami bumi ini Umat Israil mengakui bhw Allah mereka adalah pencipta langit dan bumi beserta segala isinya, termasuk kita, dan sekaligus memelihara segala sesuatu yg telah Ia kerjakan.
Kita mempunyai pimpi8nan kampung, desa dst. Mereka yg disebut pemipim mempunyai wilayah pemerintahan, tetapai hanya itu terbatas saja. Pak Walikota Salatiga, tidak bisa memerintah sampai seluruh Jawa Tengah atau Jawa Timur. Beliau punya kuasa terbatas hanya sampai pada kodya Salatiga. Gubernur Jawa Tengah hanya boleh memerinntah Jawa Tengah saja, sebab kuasanya terbatas. Demikian juga bapak Presiden, hanya punya kuasa atas negara Rep. Indonesia, dan rakyat yg mendiami bumi Indonesia ini. Para pemimpin berdiam dalam istana: baik istnaa Presiden, istana raja, Istana Kepatihan untuk Solo dan Yogya dan hanya terbatas pada wilayah pemerintahan mereka. Tetapi bacaan kita menyebutkan bhw allah amemerintah sebagai Raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas tahtaNya yg kudus. Allah punya Kuasa tak terbatas dan lestari selama-lamanya. Karena itu para pemuka bangsa-bangsa berkumpul, karena amereka adalah umat pilihan, umat Allah, dan mereka ini akan terlindung di balik perisai-perisai bumi. Karena kekuaasaan dan kepemilikan yg tak terbatas itulah maka semua pemuka bangsa-bangsa di dunia ini memuliakan Allah.
Karena kita adalah milik Allah, dan bumi ini ciptaan Allah, maka Allah tidak mau supaya bumi ini dirusakkan seenaknya oleh manusia. Karena itu Allah memiliki perisai bumi utk melindumngi dari kerusakkan. Kita sebagai orang percaya anak Tuhan, haruslah ikut bekerjasama dengan Allah dalam memelihara dan mengelola bumi ini. Jika kita menyadari akan kekuasaan Tuhan itu maka biarlah kita memuliakan Tuhan. Bagaimana caranya?? Kita mulai dari hati kita. kalau hati kita sudah menyadari akan kebaikan Tuhan maka kita langsung memuji Tuhan. Tetapi satu hal kita harus ingat, bhw orang lain tidak tahu kalau kita sedang memuji dan memuliakan Tuhan. Kita harus wujudkan dalam cara hidup kita, dalam perbuatan, dalam perkataan. Jangan kita berbuat baik dengan mmaksud agar kita dipuji dan dimuliakan. Kita dapat berbuat baik, semata-mata karena Allah berkenan kita melakukan itu sebab ada iman yg berdiam didalam hati kita, dan iman itu yg selalu mendorong tindakan berbuat baik kita itu. Dengan demikian, orang yg melihat kita punya perilaku baik dapat katakan itu lihat dia berbeda dengan orang lain. Orang lain suka berbicara hal2 yg tak perlu, tetapi orang itu jauh berbeda, kelakuannya baik, juga bicaranya. Karena itu kita harus menjaga dan memelihara tubuh kita sebab kita tahu bhw dalam tubuh kita bernaung Rohkudus (Ikor 6 : 19). Tuhan menciptakan tubuh kita sempurna dan Ia juga memelihara menjadfi perisai sebab Ia yg menciptakan kita itu tidak senang kalau hasil pekerjaanNya dirusakkan seenaknya oleh kuasa setan. Karena itu kita harus bekerjasama dengan Tuhan. Caranya?? Kita menghargai Cip[taanNya dengan ikut memeliahara, menjaga dan melestarikan lingkungan di mana kita tinggal dan istimewa kita menjaga tubuh kita agar tetap serhat sebab dengan begitu kita dapat memuji dan memuliakan Tuhan.
Memang suasana hidup masa kini tidak jelas arahannya, sebab banyak dipengaruhi oleh kuasa-kuasa politik. Sebagai warga gereja, kita harus selalu ingat bahwa hidup yg kita nikmati sekarang ini “baik” adanya dan kita harus mengucap syukur atas hidup ini sebagai berkat Tuhan. Marilah kita terus menikmati hidup ini sebab Tuhan ada berdiri selalu menyertai kita dengan perisai yg berfungsi melindungi kita. karena itu baiklah kita selalu harus mengucap syukur dan bermazmur karena Allah itu baik bagi hidup kita mulai dulu, kimni dan pada waktu yang akan dating.
Amin
Senin, 02 Mei 2011
Kebaktian Sektor Kotawinangun
Kebaktian Sektor Kotawinangun
Rabu, 9 Sept. 2009 rumah: Kel. Pdt. Wayan.
Bacaan : Kej. 22 : 4 – 8
Sdr : Pokok dari renungan kita sore ini : Iman Abraham diuji.
Sdr. Kita semua adalah orang beiman. Iman kita banyak kali tidak stabil ( tidak merata sepanjang waktu) Kadang-kadang naik turun seperti grafik. Satu saat iman kita naik tinggi, kita dipernuhi dengan sukacita dan berdoa tanpa berhenti. Lain saat dimana kita sedang dilanda berbagai permasalahan hidup saat itu iman kita turun, melorot ke bawah. Tentu kita sebagai warga sector ini dan sebagai warga jemaat pada umumnya telah mengalami hal ini. Tidak saya jelaskan tetapi masing-masing orang dapat berkata untuk dirinya sendiri bahwa saya pernah mengalami hal demikian. Apakah saat-saat begitu iman kita sedang diuji?? Apakah kita benar-benar adalah anak Tuhan yg setia?? Yg dimaksud dengan saat-saat itu adalah: Jika iman kita sedang naik, pada saat itu kita rajin berdoa dan mengucap syukur, bergembira dan bersukacita ( kita dapat katakana bhw terimakasih Tuhan doaku telah didengar). Banyak cara kita ungkapkan sebagai bukti bahwa Tuhan mendengar doa kita. Tetapi pertanyaan kini: bila kita menghadapi situasi seperti yg dialami Abraham, untuk memnyerahkan kepada Tuhan sesuatu yg sangat kita sayangi apakah kita sanggup?? Memang kasus ini sangat berbeda sebab Tuhan memakai Abraham sebagai saluran berkat yg daripadanya dan melalui dia semua bangsa di dunia termasuk kita jemaat GPIB sector Kutowinangun dan masing2 pribadi mendapat berkat dari Allah. Kita telah mengetahui bahwa Abraham dan Sara telah lanjut usia. Namun garis keturunan sebagai tanda terlaksana janji Allah akan digenapi. Abaraham dan Sara mempunyai anak (Ishak) dalam usia lanjut. Tetapi tiba-tiba sukacita keluarga ini diuji. Ishak anak tunggal Abraham diminta Allah untuk dikorbankan. Abraham bersedia dengan segenap hati. Rupanya kesediaan dengan tulus hati ini merupakan wujud dari iman yg murni karena ketaatan kepada permintaan Allah. Kesediaan menyerahkan inilah yg diperhitungkan Allah sehingga Abraham disebut Bapa orang beriman. Pertanyaan bagi kita: Andaikata itu terjadi bagi diri kita bukan anak tunggal kita tetapi sesuatu yg sangat kita kasihi dan sayangi, apakah kita akan rela seperti halnya Abraham??
Kita tidak dapat memahami dan menyelami pikiran dan kehendak Allah, namun apa yg Allah kehendaki itu akan terwujud dengan cara Allah sendiri yg kadang-kadang mustahil pada pikiran kita. Rencana Allah tetap jalan terus supaya janji Bapa kepada dunia, bahwa melaluyi keturunan Abraham yaitu Ishak semua bangsa di dunia akan mendapat berkat. Kini tinggal bagaimana kita memahami dan meyakini janji Allah itu melalui panggilan kita sebagai warga gereja. Kehendak dan janji Allah kepada setiap kita tidak sama bentuk dan kadarnya. Untuk keluarga A berbeda bentk dan kadarnya dari cara Allah untuk keluarga B dan C dst. Kenapa bisa demikian?? Itu cara Allah sendiri, sebab Allah telah memperhatikan model dan kadar iman seseorang maka itu Allah memberikan sesuai yg Allah pandang dari tempat yg Tinggi. Di sini akan nyata bahwa kehendak Allahlah yg terjadi bukan kehendak kita. Kita harus ingat dan waspada bahwa setiap langkahku di atur oleh Tuhan. Tentu langkah yg positip dan langkah yg berjalan menuju pada jalan kebenaran supaya kita hidup. Untuk itu kita meminjam lagi kata-kata pemazmur yg terkenal 119 : 105 FirmanMu adalah Pelita pada kakiku dan obor – suluh pada jalanku. Itu berarti bahwa kita hendaknya hidup dengan diterangi dan dituntun oleh Firman Tuhan saja sebagai alat penerang pada saat kita duduk ( pelita dekat kaki) dan sebagai obor saat kita akan mulai perjalanan panjang dalam jalan kehidupan yg memerlukan penerang besar (obor – suluh). Tetapi di atas sega\a-galanya, marilah pelayanan kita dalam gereja maupun pelayanan sebagai anggota masyarakat kita serahkan pada Tuhan biarlah itu jadi sesuai dengan kehendakNya saja agar dengan begitu hidup kita akan terasa tenang dan damai.
Pada Abraham, Allah memberi perintah langsung seolah-olah Allah berbicara muka dengan muka, karemna Allah punya maksud tertentu dengan Abraham. Pertanyaan lagi. Lalu bagaimana dengan kita? Bagaimana caranya kita bisa berbicara langsung dengan Allah?? Ini pertanyaan dari seorang anak katekisasi dewasa: Pak Pdt kalau kita berdoa: Kita kan berbicara langsung dengan Tuhan. dalam doa itu kita utarakan sederet kehendak, keinginan, rencana dan maksud kita (tentu diakhiri dengan) biarlah kehendakMu yg jadi jangan kehendakku). Lalu pertamnyaan . Bagaimana kita tahu Allah berbicara dengan kita dan meminta kita melaksanakan kehendakNya?? Saya jawab. Apa yg ada ditanganmu itu?? Dia katakana Alkitab Firman Allah. Itulah jawaban Allah dan kehendak Allah yg disampaiukan bagi kita. Jika kita tidak apernah membaca Alkitab maka kita tidak akan tahu apa yg Allah mau dari kita. Sdr. Komunikasi hendaknya jangan cujma satu arah: Artinya jangan hanya kita yg berbicara dan meminta segala sesuatu dari Allah, tetapi juga hendaknyta kita mengerti Allah melalui Firm,an yg harus kita baca dan pelajari. Jika kita lakukan , maka terjadilah komunikasi dua arah kita nai ke Atas kepada Allah melalui doa tetapi juga kita menerima Allah yg turun me\njupai kita dalam FirmanNya. Wujud dari Allahg yg trunu menjumpai kita kita temui dalam diri ImanuEl, Allah beserta kita dalam diri Yesus Kristus. Oleh sebab itu apa yg dapat kita lakukan sebagai wujud iman, kita lakukan sebagai panggilan dan tj kita. Dgnb demikian nyata akan iman kita kepada Allah.
amin
Rabu, 9 Sept. 2009 rumah: Kel. Pdt. Wayan.
Bacaan : Kej. 22 : 4 – 8
Sdr : Pokok dari renungan kita sore ini : Iman Abraham diuji.
Sdr. Kita semua adalah orang beiman. Iman kita banyak kali tidak stabil ( tidak merata sepanjang waktu) Kadang-kadang naik turun seperti grafik. Satu saat iman kita naik tinggi, kita dipernuhi dengan sukacita dan berdoa tanpa berhenti. Lain saat dimana kita sedang dilanda berbagai permasalahan hidup saat itu iman kita turun, melorot ke bawah. Tentu kita sebagai warga sector ini dan sebagai warga jemaat pada umumnya telah mengalami hal ini. Tidak saya jelaskan tetapi masing-masing orang dapat berkata untuk dirinya sendiri bahwa saya pernah mengalami hal demikian. Apakah saat-saat begitu iman kita sedang diuji?? Apakah kita benar-benar adalah anak Tuhan yg setia?? Yg dimaksud dengan saat-saat itu adalah: Jika iman kita sedang naik, pada saat itu kita rajin berdoa dan mengucap syukur, bergembira dan bersukacita ( kita dapat katakana bhw terimakasih Tuhan doaku telah didengar). Banyak cara kita ungkapkan sebagai bukti bahwa Tuhan mendengar doa kita. Tetapi pertanyaan kini: bila kita menghadapi situasi seperti yg dialami Abraham, untuk memnyerahkan kepada Tuhan sesuatu yg sangat kita sayangi apakah kita sanggup?? Memang kasus ini sangat berbeda sebab Tuhan memakai Abraham sebagai saluran berkat yg daripadanya dan melalui dia semua bangsa di dunia termasuk kita jemaat GPIB sector Kutowinangun dan masing2 pribadi mendapat berkat dari Allah. Kita telah mengetahui bahwa Abraham dan Sara telah lanjut usia. Namun garis keturunan sebagai tanda terlaksana janji Allah akan digenapi. Abaraham dan Sara mempunyai anak (Ishak) dalam usia lanjut. Tetapi tiba-tiba sukacita keluarga ini diuji. Ishak anak tunggal Abraham diminta Allah untuk dikorbankan. Abraham bersedia dengan segenap hati. Rupanya kesediaan dengan tulus hati ini merupakan wujud dari iman yg murni karena ketaatan kepada permintaan Allah. Kesediaan menyerahkan inilah yg diperhitungkan Allah sehingga Abraham disebut Bapa orang beriman. Pertanyaan bagi kita: Andaikata itu terjadi bagi diri kita bukan anak tunggal kita tetapi sesuatu yg sangat kita kasihi dan sayangi, apakah kita akan rela seperti halnya Abraham??
Kita tidak dapat memahami dan menyelami pikiran dan kehendak Allah, namun apa yg Allah kehendaki itu akan terwujud dengan cara Allah sendiri yg kadang-kadang mustahil pada pikiran kita. Rencana Allah tetap jalan terus supaya janji Bapa kepada dunia, bahwa melaluyi keturunan Abraham yaitu Ishak semua bangsa di dunia akan mendapat berkat. Kini tinggal bagaimana kita memahami dan meyakini janji Allah itu melalui panggilan kita sebagai warga gereja. Kehendak dan janji Allah kepada setiap kita tidak sama bentuk dan kadarnya. Untuk keluarga A berbeda bentk dan kadarnya dari cara Allah untuk keluarga B dan C dst. Kenapa bisa demikian?? Itu cara Allah sendiri, sebab Allah telah memperhatikan model dan kadar iman seseorang maka itu Allah memberikan sesuai yg Allah pandang dari tempat yg Tinggi. Di sini akan nyata bahwa kehendak Allahlah yg terjadi bukan kehendak kita. Kita harus ingat dan waspada bahwa setiap langkahku di atur oleh Tuhan. Tentu langkah yg positip dan langkah yg berjalan menuju pada jalan kebenaran supaya kita hidup. Untuk itu kita meminjam lagi kata-kata pemazmur yg terkenal 119 : 105 FirmanMu adalah Pelita pada kakiku dan obor – suluh pada jalanku. Itu berarti bahwa kita hendaknya hidup dengan diterangi dan dituntun oleh Firman Tuhan saja sebagai alat penerang pada saat kita duduk ( pelita dekat kaki) dan sebagai obor saat kita akan mulai perjalanan panjang dalam jalan kehidupan yg memerlukan penerang besar (obor – suluh). Tetapi di atas sega\a-galanya, marilah pelayanan kita dalam gereja maupun pelayanan sebagai anggota masyarakat kita serahkan pada Tuhan biarlah itu jadi sesuai dengan kehendakNya saja agar dengan begitu hidup kita akan terasa tenang dan damai.
Pada Abraham, Allah memberi perintah langsung seolah-olah Allah berbicara muka dengan muka, karemna Allah punya maksud tertentu dengan Abraham. Pertanyaan lagi. Lalu bagaimana dengan kita? Bagaimana caranya kita bisa berbicara langsung dengan Allah?? Ini pertanyaan dari seorang anak katekisasi dewasa: Pak Pdt kalau kita berdoa: Kita kan berbicara langsung dengan Tuhan. dalam doa itu kita utarakan sederet kehendak, keinginan, rencana dan maksud kita (tentu diakhiri dengan) biarlah kehendakMu yg jadi jangan kehendakku). Lalu pertamnyaan . Bagaimana kita tahu Allah berbicara dengan kita dan meminta kita melaksanakan kehendakNya?? Saya jawab. Apa yg ada ditanganmu itu?? Dia katakana Alkitab Firman Allah. Itulah jawaban Allah dan kehendak Allah yg disampaiukan bagi kita. Jika kita tidak apernah membaca Alkitab maka kita tidak akan tahu apa yg Allah mau dari kita. Sdr. Komunikasi hendaknya jangan cujma satu arah: Artinya jangan hanya kita yg berbicara dan meminta segala sesuatu dari Allah, tetapi juga hendaknyta kita mengerti Allah melalui Firm,an yg harus kita baca dan pelajari. Jika kita lakukan , maka terjadilah komunikasi dua arah kita nai ke Atas kepada Allah melalui doa tetapi juga kita menerima Allah yg turun me\njupai kita dalam FirmanNya. Wujud dari Allahg yg trunu menjumpai kita kita temui dalam diri ImanuEl, Allah beserta kita dalam diri Yesus Kristus. Oleh sebab itu apa yg dapat kita lakukan sebagai wujud iman, kita lakukan sebagai panggilan dan tj kita. Dgnb demikian nyata akan iman kita kepada Allah.
amin
Langganan:
Postingan (Atom)