Perjamuan kudus Kalimangli
Minggu, 7 Des. 2008
Bacaan : Maz. 135: Hanya Tuhan yang layak dipuji
Manusia cendrung senang kalau dipuji. Ada banyak cara baik yg positip maupun yg negatip dilakukan agar mendapat pujian. Sebenarnya pujian tidak perlu dicari. Kita bekerja sajalah dengan jujur dan apa adanya. Dari hasilnya itu akan nampak apakah orang yg telah bekerja itu perlu dihargai pekerjaannya ataukah tidak. Kalau pekerjaannya baik sesuai dengan apa yg dikehendaki maka pantaslah dihargai, diberi ucapan terimakasih dan “diberi pujian. Jangan hanya karena amau mendfapat pujian, maka menerobot pekerjaan orang lain, biarlah orang lain hancur asal saya mendapat pujian.
Sdr. Bacaan kita pagi ini berbicara ttg Tuhanlah yg patut dipuji. Rupanya pemazmur mengalami hal yg sama dalam mengamati karya Tuhan sepanjang hidupnya. Karena Pemasmur mengalami kasih setia Tuhan pertama2 bagi dirinya tetapi juga untuk seluruh umat, maka ia meminta untuk umat Israil supaya memuji Tuhan. Pertama-tama ia khususkan kepada para hamba Tuhan. Hamba-hamba Tuhan yg melayani supaya berikan pujian hanya kepada Tuhan. Kemudian orang-orang yg akan melayani di rumah Tuhan, ini dimaksudkan untuk para pelayan yg melayani dalam gereja, diminta agar kiranya pelayanan mereka merupakan suatu pujian bagi Tuhan. Kemudian orang-orang yg yg datang melayani di pelataran rumah Allah kita. Rumah ibadah di Israil, terbagi dua: Pelataran dan dalam rumah ibadah. Di pelataran ini tersedia: tempat pembasuh kaki, tempat untuk pembakaran korban. Jadi korban tidak dibakar dalam rumah ibadah, tetapi di luar di pelataran. Jadi pemazmur meminta orang-orang yg dating beribadah, juga yg melayani Tuhan di pelataran, agar semua mereka itu memberi hormat dan pujian hanya kepadaTuhan.Jangan melayani dengan motivasi supaya dipuji. Pemazmur melihat dan merasakan kasih sayang Tuhan itu sudah berlaku pada masa lampau saat Ia memilih Jakub bagiNya dan memilih Israil menjadi milik kesayanganNya. Karya Tuhan di masa lampau ini membuat Pemazmur begitu kagum, sebab baginya Tuhan itu Maha Besar, karena itu Ia akan dapat melakukan apa saja yg Ia kehendaki baik dilangit juga di bumi. Salah satu karya agung Allah yg pemazmur ungkapkan di sini ialah waktu Ia mengeluarkan orang Israil dari perhambaan di Mesir dengan cara memukul mati semua anak sulung di Mesir baik manusia juga anak sulung binatang. Juga membuat banyak mujizat dalam perjalanan di padang gurun. Karya agung Allah inilah yg membuat Pemazmur memuji dan mengajak semua umat manusia agar memuji Tuhan.
Dalam ibadah ini pemazmur juga meminta kita sekalian sdr dan saya, kita yg telah mengalami penyertaan Allah, berkat dan pertolongan sepanjang minggu ini, sepanjang bulan ini, sepanjang tahun ini supaya kita juga ikut menaikkan pujian hanya kepada Tuhan saja. Jika kita berhasil dalam hidup janganlah kita anggap bahwa keberhasilan itu adalah usahaku sendiri. Kita perlu sadar bhw Tuhan berdiri dibelakang, di depan, disamping kiri-kanan untuk membantu kita mencapai keberhasilan dalam hidup.karena kasih sayang Tuhan kepada kita. Itu merupakan berkat dan anugerah yg dikaruniakan kepada kita masing2 dalam berbagai bentuk. Karena itu atas hidup dan kehidupan yg kita terima dan nikmati ini baiklah kita kembalikan saja kepada Tuhan dalam ucapan syukur dan puji2an sebab hanya Tuhan sajalah yg layak menerima hormat dan pujian dari kita manusia ciptaanNya.
Marilah dalam masa2 advent ini kita melihat kembali ke belakang sepanjang 12 bulan perjalanan hidup kita, baik sebagai gereja, jemaat, keluarga dan diri pribadi akan berbagai pertolongan dan berkakat, kesehatan serta kekuatan yg kita nikmati itu, hendaklah kita renungkan diam-diam bahwa itu semuanya karena kasih sayang Tuhan kepada kita masing-masing. Oleh karena itu baiklah masing2 kita yg telah merasakan pertolongan dan penyertaan Tuhan itu menaikkan pujian kepadaNya serta ucapan syukur bahwa Tuhan itu baik dan kasih setiaNya tak pernah berubah baik kemarin hari ini dan sampai selama-lamanya. Selamat memasuki masa Advent,
Amin.
Tampilkan postingan dengan label Perjamuan Kudus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjamuan Kudus. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Maret 2012
Sabtu, 03 Desember 2011
PK Kalimangli 5 Okt 2008
Hotbah Perjamuan Kudus, Kalimangli
Minggu, 5 Oktober 2008
Pembacaan : Matius 22 : 14 : “Banyak yg terpanggil, sedikit yg terpilih”
Ayat ini tidak terlepas dari perikop Perumpamaan : Tentang Perjamuan kawin. Ceritera ini mengisahkan bahwa Raja membuat perjamuan kawin untuk anaknya. Binatang piaraan lembuh dan sapi, kambing dan ayam2 telah disembelih, dimasak bahkan sudah dihidangkan. Para pelayana disuruh hamba untuk pergi mengundang orang sebab semuanya telah disediakan, datanglah dan makan di perjamuan ini. Tetapi orang yg diundang, tidak ada satupun yg mengindahkan undangan raja ini. Mereka beralasan, akan ke sawah sebab baru beli ladang ingin melihat, baru beli kerbau dan sapi ingin mencobanya dulu, ada yg baru beli rumah, ada yg baru menikah ingin di rumah dengan keluarga dulu. Jadi pendekkata tidak ada yg menghargai undangan ke pesta perjamuan ini. Setelah hamba melaporkan kepada raja bhw yg diundang tidak hadir, maka raja menyuruh para hambanya kembali supaya pergi ke jalan-jalan, undang siapa saja yg kamu temui, orang jahat dan baik, orang lumpuh dan orang normal, orang sakit dan sehat, orang kaya dan miskin, siapapun saja yg kamu temui di lorong-lorong dan simpang2 jalan, undang untuk datang ke perjamuan, sebab semuanya telah disediakan raja, tinggal makan dan minum saja. Banyak yg diundang dan semuanya datang duduk di meja perjamuan. Kemudian raja masuk untuk bertemu dengan para undangan. Raja kaget sebab dari banyak tamu yg diundang ada satu orang yg tidak memakai pakaian pesta. Raja berkata: Hai sobat, bagaimana kamu bisa tiba di tempat ini dengan tidak memakai pakaian pesta? Ia diam saja, lalu Raja berguman: Memang: banyak yg dipanggil tetapi hanya sedikit yg terpilih.
Sdr. Tema renungan kita pada perjamuan kudus pagi ini. Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih
Sdr Raja ini adalah Allah sendiri. Ia menyediakan Pesta keselamatan untuk siapa saja yg bersedia datang. Pesta ini Cuma-Cuma: Makanan dan minuman telah tersedia bebas. Hamba2 yg disuruh ke jalan-jalan dan simpang2 adalah anak Raja semdiri yakni Yesus Kristus. Ia rela menjadi hamba dan turun dari sisi BapaNya mencari kita orang berdosa yg ada di jalan-jalan dan simpang2 supaya datang ke pesta keselamatan yg telah disediakan Bapa kepada kepada kita sekalian. Termasuk sdr dan saya.
Kabar Keselamatan – Injil disampaikan dan kita semua telah mendengar dan menerimanya. Para hamba yg menyampaikan kabar itu adalah para Pekabar Injil, Hamba-hamba Tuhan, Pendeta, Guru Injil, Para Pekabar Injil, para Misionaris dan para aktivis Gereja, semua yg terpanggil untuk melayani. Semua mereka ini adalah hamba yg diutus untuk menyampaikan kabar baik, Injil Kerajaan Allah yg berisi Keampunan dan Keselamatan, karena semuanya sudah dibayar lunas melalui Kematian dan Kebangkitan Kristrus, tinggal bagaimana kita membuka hati memberi keputusan, datang dan menikmati pesta itu ataukah tidak. Pada saat ini, Pesta peringatan kematian Kristus juga di sediakan melalui Perjamauan Kudus sedunia. Tiap kali Perjamuan Kudus diperingati, tidak lain mengingatkan kita kembali ttg kasih Allah akan dunia ini, sehingga Anak Allah rela dikorbankan agar kita, sdr dan saya memperoleh keampunan dari segala salah dan dosa kita
Banyak yg dipanggil tetapi sedikit yg dipilih. Banyak artinya dunia ini. Orang yg dipilih adalah orang yg percaya kepada Yesus Kristsus sebagai Juru Selamat. Gereja Tuhan, Sdr dan saya adalah orang yg dirpilih dari yg banyak di dunia ini. Oleh sebab itu pertahankanlah pilihan itu supaya kita tetap menjadi anak yg dikasihi sebab kita telah dipilih dan memilih keselamatan yg disediakan secara Cuma-Cuma kepada kita sekalian, kepada gereja kita, kepada persekutuan kita, kepada keluarga kita dan kepada kita masing-masing, sdr dan saya. Marilah, karena segala sesuatu telah disediakan dengan Cuma-Cuma oleh Raja kita, dan kita telah dijemput untuk masuk dan duduk bersama-sama dengan Raja dan para undangan yg lain yg dipilih dari dunia ini. Karena itu nikmatilah pesta ini, terimalah keselamatan itu yg dianugerahkan oleh Allah melalui AnakNya Yesus Kristus.
Amin
Minggu, 5 Oktober 2008
Pembacaan : Matius 22 : 14 : “Banyak yg terpanggil, sedikit yg terpilih”
Ayat ini tidak terlepas dari perikop Perumpamaan : Tentang Perjamuan kawin. Ceritera ini mengisahkan bahwa Raja membuat perjamuan kawin untuk anaknya. Binatang piaraan lembuh dan sapi, kambing dan ayam2 telah disembelih, dimasak bahkan sudah dihidangkan. Para pelayana disuruh hamba untuk pergi mengundang orang sebab semuanya telah disediakan, datanglah dan makan di perjamuan ini. Tetapi orang yg diundang, tidak ada satupun yg mengindahkan undangan raja ini. Mereka beralasan, akan ke sawah sebab baru beli ladang ingin melihat, baru beli kerbau dan sapi ingin mencobanya dulu, ada yg baru beli rumah, ada yg baru menikah ingin di rumah dengan keluarga dulu. Jadi pendekkata tidak ada yg menghargai undangan ke pesta perjamuan ini. Setelah hamba melaporkan kepada raja bhw yg diundang tidak hadir, maka raja menyuruh para hambanya kembali supaya pergi ke jalan-jalan, undang siapa saja yg kamu temui, orang jahat dan baik, orang lumpuh dan orang normal, orang sakit dan sehat, orang kaya dan miskin, siapapun saja yg kamu temui di lorong-lorong dan simpang2 jalan, undang untuk datang ke perjamuan, sebab semuanya telah disediakan raja, tinggal makan dan minum saja. Banyak yg diundang dan semuanya datang duduk di meja perjamuan. Kemudian raja masuk untuk bertemu dengan para undangan. Raja kaget sebab dari banyak tamu yg diundang ada satu orang yg tidak memakai pakaian pesta. Raja berkata: Hai sobat, bagaimana kamu bisa tiba di tempat ini dengan tidak memakai pakaian pesta? Ia diam saja, lalu Raja berguman: Memang: banyak yg dipanggil tetapi hanya sedikit yg terpilih.
Sdr. Tema renungan kita pada perjamuan kudus pagi ini. Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih
Sdr Raja ini adalah Allah sendiri. Ia menyediakan Pesta keselamatan untuk siapa saja yg bersedia datang. Pesta ini Cuma-Cuma: Makanan dan minuman telah tersedia bebas. Hamba2 yg disuruh ke jalan-jalan dan simpang2 adalah anak Raja semdiri yakni Yesus Kristus. Ia rela menjadi hamba dan turun dari sisi BapaNya mencari kita orang berdosa yg ada di jalan-jalan dan simpang2 supaya datang ke pesta keselamatan yg telah disediakan Bapa kepada kepada kita sekalian. Termasuk sdr dan saya.
Kabar Keselamatan – Injil disampaikan dan kita semua telah mendengar dan menerimanya. Para hamba yg menyampaikan kabar itu adalah para Pekabar Injil, Hamba-hamba Tuhan, Pendeta, Guru Injil, Para Pekabar Injil, para Misionaris dan para aktivis Gereja, semua yg terpanggil untuk melayani. Semua mereka ini adalah hamba yg diutus untuk menyampaikan kabar baik, Injil Kerajaan Allah yg berisi Keampunan dan Keselamatan, karena semuanya sudah dibayar lunas melalui Kematian dan Kebangkitan Kristrus, tinggal bagaimana kita membuka hati memberi keputusan, datang dan menikmati pesta itu ataukah tidak. Pada saat ini, Pesta peringatan kematian Kristus juga di sediakan melalui Perjamauan Kudus sedunia. Tiap kali Perjamuan Kudus diperingati, tidak lain mengingatkan kita kembali ttg kasih Allah akan dunia ini, sehingga Anak Allah rela dikorbankan agar kita, sdr dan saya memperoleh keampunan dari segala salah dan dosa kita
Banyak yg dipanggil tetapi sedikit yg dipilih. Banyak artinya dunia ini. Orang yg dipilih adalah orang yg percaya kepada Yesus Kristsus sebagai Juru Selamat. Gereja Tuhan, Sdr dan saya adalah orang yg dirpilih dari yg banyak di dunia ini. Oleh sebab itu pertahankanlah pilihan itu supaya kita tetap menjadi anak yg dikasihi sebab kita telah dipilih dan memilih keselamatan yg disediakan secara Cuma-Cuma kepada kita sekalian, kepada gereja kita, kepada persekutuan kita, kepada keluarga kita dan kepada kita masing-masing, sdr dan saya. Marilah, karena segala sesuatu telah disediakan dengan Cuma-Cuma oleh Raja kita, dan kita telah dijemput untuk masuk dan duduk bersama-sama dengan Raja dan para undangan yg lain yg dipilih dari dunia ini. Karena itu nikmatilah pesta ini, terimalah keselamatan itu yg dianugerahkan oleh Allah melalui AnakNya Yesus Kristus.
Amin
Sabtu, 16 April 2011
Hanya Tuhan Yang layak dipuji
Perjamuan kudus Kalimangli
Minggu, 7 Des. 2008
Bacaan : Maz. 135: Hanya Tuhan yang layak dipuji
Manusia cendrung senang kalau dipuji. Ada banyak cara baik yg positip maupun yg negatip dilakukan agar mendapat pujian. Sebenarnya pujian tidak perlu dicari. Kita bekerja sajalah dengan jujur dan apa adanya. Dari hasilnya itu akan nampak apakah orang yg telah bekerja itu perlu dihargai pekerjaannya ataukah tidak. Kalau pekerjaannya baik sesuai dengan apa yg dikehendaki maka pantaslah dihargai, diberi ucapan terimakasih dan “diberi pujian. Jangan hanya karena amau mendfapat pujian, maka menerobot pekerjaan orang lain, biarlah orang lain hancur asal saya mendapat pujian.
Sdr. Bacaan kita pagi ini berbicara ttg Tuhanlah yg patut dipuji. Rupanya pemazmur mengalami hal yg sama dalam mengamati karya Tuhan sepanjang hidupnya. Karena Pemasmur mengalami kasih setia Tuhan pertama2 bagi dirinya tetapi juga untuk seluruh umat, maka ia meminta untuk umat Israil supaya memuji Tuhan. Pertama-tama ia khususkan kepada para hamba Tuhan. Hamba-hamba Tuhan yg melayani supaya berikan pujian hanya kepada Tuhan. Kemudian orang-orang yg akan melayani di rumah Tuhan, ini dimaksudkan untuk para pelayan yg melayani dalam gereja, diminta agar kiranya pelayanan mereka merupakan suatu pujian bagi Tuhan. Kemudian orang-orang yg yg datang melayani di pelataran rumah Allah kita. Rumah ibadah di Israil, terbagi dua: Pelataran dan dalam rumah ibadah. Di pelataran ini tersedia: tempat pembasuh kaki, tempat untuk pembakaran korban. Jadi korban tidak dibakar dalam rumah ibadah, tetapi di luar di pelataran. Jadi pemazmur meminta orang-orang yg dating beribadah, juga yg melayani Tuhan di pelataran, agar semua mereka itu memberi hormat dan pujian hanya kepadaTuhan.Jangan melayani dengan motivasi supaya dipuji. Pemazmur melihat dan merasakan kasih sayang Tuhan itu sudah berlaku pada masa lampau saat Ia memilih Jakub bagiNya dan memilih Israil menjadi milik kesayanganNya. Karya Tuhan di masa lampau ini membuat Pemazmur begitu kagum, sebab baginya Tuhan itu Maha Besar, karena itu Ia akan dapat melakukan apa saja yg Ia kehendaki baik dilangit juga di bumi. Salah satu karya agung Allah yg pemazmur ungkapkan di sini ialah waktu Ia mengeluarkan orang Israil dari perhambaan di Mesir dengan cara memukul mati semua anak sulung di Mesir baik manusia juga anak sulung binatang. Juga membuat banyak mujizat dalam perjalanan di padang gurun. Karya agung Allah inilah yg membuat Pemazmur memuji dan mengajak semua umat manusia agar memuji Tuhan.
Dalam ibadah ini pemazmur juga meminta kita sekalian sdr dan saya, kita yg telah mengalami penyertaan Allah, berkat dan pertolongan sepanjang minggu ini, sepanjang bulan ini, sepanjang tahun ini supaya kita juga ikut menaikkan pujian hanya kepada Tuhan saja. Jika kita berhasil dalam hidup janganlah kita anggap bahwa keberhasilan itu adalah usahaku sendiri. Kita perlu sadar bhw Tuhan berdiri dibelakang, di depan, disamping kiri-kanan untuk membantu kita mencapai keberhasilan dalam hidup.karena kasih sayang Tuhan kepada kita. Itu merupakan berkat dan anugerah yg dikaruniakan kepada kita masing2 dalam berbagai bentuk. Karena itu atas hidup dan kehidupan yg kita terima dan nikmati ini baiklah kita kembalikan saja kepada Tuhan dalam ucapan syukur dan puji2an sebab hanya Tuhan sajalah yg layak menerima hormat dan pujian dari kita manusia ciptaanNya.
Marilah dalam masa2 advent ini kita melihat kembali ke belakang sepanjang 12 bulan perjalanan hidup kita, baik sebagai gereja, jemaat, keluarga dan diri pribadi akan berbagai pertolongan dan berkakat, kesehatan serta kekuatan yg kita nikmati itu, hendaklah kita renungkan diam-diam bahwa itu semuanya karena kasih sayang Tuhan kepada kita masing-masing. Oleh karena itu baiklah masing2 kita yg telah merasakan pertolongan dan penyertaan Tuhan itu menaikkan pujian kepadaNya serta ucapan syukur bahwa Tuhan itu baik dan kasih setiaNya tak pernah berubah baik kemarin hari ini dan sampai selama-lamanya. Selamat memasuki masa Advent,
Amin.
Minggu, 7 Des. 2008
Bacaan : Maz. 135: Hanya Tuhan yang layak dipuji
Manusia cendrung senang kalau dipuji. Ada banyak cara baik yg positip maupun yg negatip dilakukan agar mendapat pujian. Sebenarnya pujian tidak perlu dicari. Kita bekerja sajalah dengan jujur dan apa adanya. Dari hasilnya itu akan nampak apakah orang yg telah bekerja itu perlu dihargai pekerjaannya ataukah tidak. Kalau pekerjaannya baik sesuai dengan apa yg dikehendaki maka pantaslah dihargai, diberi ucapan terimakasih dan “diberi pujian. Jangan hanya karena amau mendfapat pujian, maka menerobot pekerjaan orang lain, biarlah orang lain hancur asal saya mendapat pujian.
Sdr. Bacaan kita pagi ini berbicara ttg Tuhanlah yg patut dipuji. Rupanya pemazmur mengalami hal yg sama dalam mengamati karya Tuhan sepanjang hidupnya. Karena Pemasmur mengalami kasih setia Tuhan pertama2 bagi dirinya tetapi juga untuk seluruh umat, maka ia meminta untuk umat Israil supaya memuji Tuhan. Pertama-tama ia khususkan kepada para hamba Tuhan. Hamba-hamba Tuhan yg melayani supaya berikan pujian hanya kepada Tuhan. Kemudian orang-orang yg akan melayani di rumah Tuhan, ini dimaksudkan untuk para pelayan yg melayani dalam gereja, diminta agar kiranya pelayanan mereka merupakan suatu pujian bagi Tuhan. Kemudian orang-orang yg yg datang melayani di pelataran rumah Allah kita. Rumah ibadah di Israil, terbagi dua: Pelataran dan dalam rumah ibadah. Di pelataran ini tersedia: tempat pembasuh kaki, tempat untuk pembakaran korban. Jadi korban tidak dibakar dalam rumah ibadah, tetapi di luar di pelataran. Jadi pemazmur meminta orang-orang yg dating beribadah, juga yg melayani Tuhan di pelataran, agar semua mereka itu memberi hormat dan pujian hanya kepadaTuhan.Jangan melayani dengan motivasi supaya dipuji. Pemazmur melihat dan merasakan kasih sayang Tuhan itu sudah berlaku pada masa lampau saat Ia memilih Jakub bagiNya dan memilih Israil menjadi milik kesayanganNya. Karya Tuhan di masa lampau ini membuat Pemazmur begitu kagum, sebab baginya Tuhan itu Maha Besar, karena itu Ia akan dapat melakukan apa saja yg Ia kehendaki baik dilangit juga di bumi. Salah satu karya agung Allah yg pemazmur ungkapkan di sini ialah waktu Ia mengeluarkan orang Israil dari perhambaan di Mesir dengan cara memukul mati semua anak sulung di Mesir baik manusia juga anak sulung binatang. Juga membuat banyak mujizat dalam perjalanan di padang gurun. Karya agung Allah inilah yg membuat Pemazmur memuji dan mengajak semua umat manusia agar memuji Tuhan.
Dalam ibadah ini pemazmur juga meminta kita sekalian sdr dan saya, kita yg telah mengalami penyertaan Allah, berkat dan pertolongan sepanjang minggu ini, sepanjang bulan ini, sepanjang tahun ini supaya kita juga ikut menaikkan pujian hanya kepada Tuhan saja. Jika kita berhasil dalam hidup janganlah kita anggap bahwa keberhasilan itu adalah usahaku sendiri. Kita perlu sadar bhw Tuhan berdiri dibelakang, di depan, disamping kiri-kanan untuk membantu kita mencapai keberhasilan dalam hidup.karena kasih sayang Tuhan kepada kita. Itu merupakan berkat dan anugerah yg dikaruniakan kepada kita masing2 dalam berbagai bentuk. Karena itu atas hidup dan kehidupan yg kita terima dan nikmati ini baiklah kita kembalikan saja kepada Tuhan dalam ucapan syukur dan puji2an sebab hanya Tuhan sajalah yg layak menerima hormat dan pujian dari kita manusia ciptaanNya.
Marilah dalam masa2 advent ini kita melihat kembali ke belakang sepanjang 12 bulan perjalanan hidup kita, baik sebagai gereja, jemaat, keluarga dan diri pribadi akan berbagai pertolongan dan berkakat, kesehatan serta kekuatan yg kita nikmati itu, hendaklah kita renungkan diam-diam bahwa itu semuanya karena kasih sayang Tuhan kepada kita masing-masing. Oleh karena itu baiklah masing2 kita yg telah merasakan pertolongan dan penyertaan Tuhan itu menaikkan pujian kepadaNya serta ucapan syukur bahwa Tuhan itu baik dan kasih setiaNya tak pernah berubah baik kemarin hari ini dan sampai selama-lamanya. Selamat memasuki masa Advent,
Amin.
Perjamuan Kudus: Yohanes 19 : 28 – 30
Perjamuan Kudus Kalimangli
Jumat, 2 April 2010
Bacaan : Yohanes 19 : 28 – 30
Selama beberapa minggu kita berada dalam minggu sengsara (minggu PraPaskah). Hari ini adalah hari terakhir dari prapaskah itu sebab hari ini. tepat pukul 10 pagi adalah jam kematian Yesus dan kita akan peringati kematian itu dengan duduk bersama dalam meja Perjamuan kudus.
Bacaan kita pagi ini berbicara ttg kematian Yesus di Salib. Kurang lebih 3 tahun Yesus hidup dan melayani bersama murid2Nya. Ia telah melakukan kewajibanNya dengan sempurna maka sesuai dengan rencana Allah, Yesus mengakhiri hidupnya dengan cara yg sangat hina, agar supaya kita yg harus menanggung kehinaan itu dipikulkan Allah kepada Yesus. Kita bersama gereja, jemaat, persekutuan orang percaya, keluarga-keluarga, sdr dan saya, kita sekalian menerima anugerah Allah karena Yesus mati untuk mengganti kita supaya kehinaan yg seharusnya kita terima, ditukar dengan kemuliaan karena kasih Allah kepada kita. Karena kasih Allah itu, Allah merelakan Anak kandungNya sendiri, Anak TunggalNya datang menemui kita di dunia ini, menemani dan hidup bersama kita, kecuali dosa, lalu atas perkenanNya Allah, kita diangkat masuk kemuliaan Allah tetapi AnakNya sendiri menanggung kehinaan kita dengan mati secara hina dan tidak layak yaitu digantung di salib.
Jika kita duduk dalam Perjamuan Kudus, ini merupakan simbol, kita duduk bersama Allah untuk makan roti dan anggur yg disediakan Allah sendiri untuk penyucian segala salah dan dosa kita.
Kita membaca tadi bhw Yesus sangat haus sebab telah tergantung sepanjang hari di salib. Karena Ia haus Ia diberi anggur asam. Yesus minum anggur asam, lambang dari segala yg asam yg tak layak dalam kehidupan manusia tetapi kita sdr dan saya nanti minum anggur manis. Semua yg jelek yg asam yg kecut, yg pahit yg seharusnya menjadi bagian kita, diambil oleh Allah dan diberikan kepada AnakNya supaya bibir kita, mulut kita, hati, perasan kita menjadi manis. Allah tidak mau supaya kita menyesal dan sedih dan susah dalam hidup ini karena menerima anggur asam dari Allah. Nah sekarang kalau Allah memberikan kepada kita anggur manis, maka mulut kita hati, pikiran, perasaan, kehendak akan menjadi manis. Pertanyaan:
Apakah ada sesuatu dari Allah yg Allah kehendaki kita perbuat dengan memberikan segala sesuatu yg manis utk kita?? Perjamuan kudus, adalah suatu persekutuan orang percaya. Kita duduk dalam 1 meja, makan dari 1 roti, minum dari 1 anggur, dengan maksud agar kita semua dipersekutukan seorang dengan yg lain dalam kasih dan pengampunan sebagaimana Allah tunjukkan bagi kita melalui meja Perjamuan ini. Marilah kita nikmati kasih Allah ini lalu kita wujudkan kasih Allah itu dalam hidup beriman kita, mengasihi sesama sdr seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Inilah makna dan arti yg terdalam dari Perjamuan Kudus ini.
Kita akan memasuki hidup yg masih panjang di depan. Kita yakin bhw bulan lalu, minggu lalu, hari kemarin, kita disertai dan diberkati Allah, demikian juga dengan iman kita yakin bahwa besok, minggu depan, bulan depan pun kita tetap akan disertai Allah sebab janji Allah tidak pernah berubah, sebab Allah sendiri juga tidak pernah berubah. Allah yg sama itu pada pada bulan lalu, maka Ia juga sama untuk kita bulan ini dan bulan depan, juga besok, lusa dst sampai selama-lamanya. Terimalah Allah dalam hidup sdr dan hidup kita sekalian.
Amin
Jumat, 2 April 2010
Bacaan : Yohanes 19 : 28 – 30
Selama beberapa minggu kita berada dalam minggu sengsara (minggu PraPaskah). Hari ini adalah hari terakhir dari prapaskah itu sebab hari ini. tepat pukul 10 pagi adalah jam kematian Yesus dan kita akan peringati kematian itu dengan duduk bersama dalam meja Perjamuan kudus.
Bacaan kita pagi ini berbicara ttg kematian Yesus di Salib. Kurang lebih 3 tahun Yesus hidup dan melayani bersama murid2Nya. Ia telah melakukan kewajibanNya dengan sempurna maka sesuai dengan rencana Allah, Yesus mengakhiri hidupnya dengan cara yg sangat hina, agar supaya kita yg harus menanggung kehinaan itu dipikulkan Allah kepada Yesus. Kita bersama gereja, jemaat, persekutuan orang percaya, keluarga-keluarga, sdr dan saya, kita sekalian menerima anugerah Allah karena Yesus mati untuk mengganti kita supaya kehinaan yg seharusnya kita terima, ditukar dengan kemuliaan karena kasih Allah kepada kita. Karena kasih Allah itu, Allah merelakan Anak kandungNya sendiri, Anak TunggalNya datang menemui kita di dunia ini, menemani dan hidup bersama kita, kecuali dosa, lalu atas perkenanNya Allah, kita diangkat masuk kemuliaan Allah tetapi AnakNya sendiri menanggung kehinaan kita dengan mati secara hina dan tidak layak yaitu digantung di salib.
Jika kita duduk dalam Perjamuan Kudus, ini merupakan simbol, kita duduk bersama Allah untuk makan roti dan anggur yg disediakan Allah sendiri untuk penyucian segala salah dan dosa kita.
Kita membaca tadi bhw Yesus sangat haus sebab telah tergantung sepanjang hari di salib. Karena Ia haus Ia diberi anggur asam. Yesus minum anggur asam, lambang dari segala yg asam yg tak layak dalam kehidupan manusia tetapi kita sdr dan saya nanti minum anggur manis. Semua yg jelek yg asam yg kecut, yg pahit yg seharusnya menjadi bagian kita, diambil oleh Allah dan diberikan kepada AnakNya supaya bibir kita, mulut kita, hati, perasan kita menjadi manis. Allah tidak mau supaya kita menyesal dan sedih dan susah dalam hidup ini karena menerima anggur asam dari Allah. Nah sekarang kalau Allah memberikan kepada kita anggur manis, maka mulut kita hati, pikiran, perasaan, kehendak akan menjadi manis. Pertanyaan:
Apakah ada sesuatu dari Allah yg Allah kehendaki kita perbuat dengan memberikan segala sesuatu yg manis utk kita?? Perjamuan kudus, adalah suatu persekutuan orang percaya. Kita duduk dalam 1 meja, makan dari 1 roti, minum dari 1 anggur, dengan maksud agar kita semua dipersekutukan seorang dengan yg lain dalam kasih dan pengampunan sebagaimana Allah tunjukkan bagi kita melalui meja Perjamuan ini. Marilah kita nikmati kasih Allah ini lalu kita wujudkan kasih Allah itu dalam hidup beriman kita, mengasihi sesama sdr seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Inilah makna dan arti yg terdalam dari Perjamuan Kudus ini.
Kita akan memasuki hidup yg masih panjang di depan. Kita yakin bhw bulan lalu, minggu lalu, hari kemarin, kita disertai dan diberkati Allah, demikian juga dengan iman kita yakin bahwa besok, minggu depan, bulan depan pun kita tetap akan disertai Allah sebab janji Allah tidak pernah berubah, sebab Allah sendiri juga tidak pernah berubah. Allah yg sama itu pada pada bulan lalu, maka Ia juga sama untuk kita bulan ini dan bulan depan, juga besok, lusa dst sampai selama-lamanya. Terimalah Allah dalam hidup sdr dan hidup kita sekalian.
Amin
Selasa, 05 April 2011
Kembangsari 10 April 2009
Perjamuan kudus Kembangsari
Jumaat, 10 April 2009
Bacaan : Lukas 22 : 44 – 49 : Yesus Mati
Sdr, Minggu-minggu sengsara yg kita peringati beberpa minggu yg lalu, kini mencapai puncaknya. Puncak dari kesengsaraan itu berakhir di atas bukit Golguta. Di sana Yesus tergantung seperti seorang penjahat, Yesus menemui kematianNya. Minggu2 sengsara ini bermaksud agar kita secara persekutua maupun pribadi, masing2 menghayati bahwa sebenarnya kitalah yg menyebabkan kematian itu. Memang kita semua mengetahui bahwa kesengsaraan dan kematian ini adalah kehendak Allah semata-mata tetapi penyebab utama dari kematian ini adalah karena dosa dan kesalahan kita.
Dalam bacaan tadi disebutkan bahwa banyak orang yg melihat dan menghayati proses kematian ini kembali dan memukul-mukul dada, termasuk kepala pasukan seratus dari tentara Romawi. Orang memukul dada adalah salah satu tanda dari penyesalan. Oleh pekerjaan Rohkudus mereka menghayati bahwa, hidup dan perbuatan mereka sendirilah yang menyebabkan orang yg tak bersalah harus menanggung akibat dari perbuatan mereka yaitu kematian. Karena itu mereka menyesal dan menepuk dada, tetapi semuanya telah terlambat, bahwa kini Yesus telah mati.
Sdr. Yesus telah tergantung di salib sejak jam 9 pagi saat ini sampai nanti jam 3 petang. Apa yg terjadi pada diri Yesus adalah darahNya bercucuran dari kepala karena tekanan mahkota duri dan tusukan tombak salah satu prajurit. Darah yg bercucuran dan tubuh yg tertikan inilah yg sekarang sedang kita nikmati dan peringati sebab cucuran darah dan kehancuran tubuh inilah membawa penyucian bagi segala kejahatan dan dosa-dosa kita. Kita akan menikmati perjamuan kudus, makan roti dan minum anggur. Kedua alat ini menampakkan kasih Allah meskipun hanya sebagai lambang saja ttg penyucian dosa kita melalui darah dan tubuh Kristus. Biarlah kita masing-masing menghayati dengan iman, bahwa betapa Allah sangat mengasihi kita dengan membiarkan dan merelakan AnakNya sendiri menjadi korban, agar kita selamat dan bebas dari dosa dan kesalahan. Maksud dan rencana Allah ini tidak dapat kita pahami dan ukur dengan in dra kita. Semuanya ini merupakan rancangan Allah yg sangat jitu dan rahasia supaya kita manusia ciptaanNya kagum dan hanya berserah dan memuji Allah.
Karena itu hati kita sesungguhnya harus diliputi syukur dan sukacita pada saat kita duduk bersama dan menikmati Perjamuan Kudus ini., Kita satu dalam makan roti, juga satu dalam minum anggur, kita sama dalam menerima kasih Allah. Karena itu biarlah kita masing2 mengangkat hati kepada Tuhan dan mengaku bahwa karena perbuatan dan segala tingkah laku saya Tuhan mati, karena itu marilah dengan rendah hati kita memohon: ampunilah saya ya Tuhan dan kiranya Rohkudus membimbing saya dan memberi kepada saya kekuatan dan kemampuan agar saya memuliakan Tuhan melalui hidup saya.
Amin.
Jumaat, 10 April 2009
Bacaan : Lukas 22 : 44 – 49 : Yesus Mati
Sdr, Minggu-minggu sengsara yg kita peringati beberpa minggu yg lalu, kini mencapai puncaknya. Puncak dari kesengsaraan itu berakhir di atas bukit Golguta. Di sana Yesus tergantung seperti seorang penjahat, Yesus menemui kematianNya. Minggu2 sengsara ini bermaksud agar kita secara persekutua maupun pribadi, masing2 menghayati bahwa sebenarnya kitalah yg menyebabkan kematian itu. Memang kita semua mengetahui bahwa kesengsaraan dan kematian ini adalah kehendak Allah semata-mata tetapi penyebab utama dari kematian ini adalah karena dosa dan kesalahan kita.
Dalam bacaan tadi disebutkan bahwa banyak orang yg melihat dan menghayati proses kematian ini kembali dan memukul-mukul dada, termasuk kepala pasukan seratus dari tentara Romawi. Orang memukul dada adalah salah satu tanda dari penyesalan. Oleh pekerjaan Rohkudus mereka menghayati bahwa, hidup dan perbuatan mereka sendirilah yang menyebabkan orang yg tak bersalah harus menanggung akibat dari perbuatan mereka yaitu kematian. Karena itu mereka menyesal dan menepuk dada, tetapi semuanya telah terlambat, bahwa kini Yesus telah mati.
Sdr. Yesus telah tergantung di salib sejak jam 9 pagi saat ini sampai nanti jam 3 petang. Apa yg terjadi pada diri Yesus adalah darahNya bercucuran dari kepala karena tekanan mahkota duri dan tusukan tombak salah satu prajurit. Darah yg bercucuran dan tubuh yg tertikan inilah yg sekarang sedang kita nikmati dan peringati sebab cucuran darah dan kehancuran tubuh inilah membawa penyucian bagi segala kejahatan dan dosa-dosa kita. Kita akan menikmati perjamuan kudus, makan roti dan minum anggur. Kedua alat ini menampakkan kasih Allah meskipun hanya sebagai lambang saja ttg penyucian dosa kita melalui darah dan tubuh Kristus. Biarlah kita masing-masing menghayati dengan iman, bahwa betapa Allah sangat mengasihi kita dengan membiarkan dan merelakan AnakNya sendiri menjadi korban, agar kita selamat dan bebas dari dosa dan kesalahan. Maksud dan rencana Allah ini tidak dapat kita pahami dan ukur dengan in dra kita. Semuanya ini merupakan rancangan Allah yg sangat jitu dan rahasia supaya kita manusia ciptaanNya kagum dan hanya berserah dan memuji Allah.
Karena itu hati kita sesungguhnya harus diliputi syukur dan sukacita pada saat kita duduk bersama dan menikmati Perjamuan Kudus ini., Kita satu dalam makan roti, juga satu dalam minum anggur, kita sama dalam menerima kasih Allah. Karena itu biarlah kita masing2 mengangkat hati kepada Tuhan dan mengaku bahwa karena perbuatan dan segala tingkah laku saya Tuhan mati, karena itu marilah dengan rendah hati kita memohon: ampunilah saya ya Tuhan dan kiranya Rohkudus membimbing saya dan memberi kepada saya kekuatan dan kemampuan agar saya memuliakan Tuhan melalui hidup saya.
Amin.
“Hidup sebagai Keluarga Allah”
Kebaktian Minggu Perjamuan Kudus Kembangsari
Minggu, 11 Oktober 2009
Bacaan : ITimotius 3 : 14 – 16
“Hidup sebagai Keluarga Allah”
Sdr, Yang disebut Gereja tidak lain dari persekutuan beberapa keluarga yang beribadah pada hari minggu dan hari-hari gerejawi yg lain. Jika jumlah dari keluarga ini telah memenuhi persyaratan administrasai dan organisasi maka dilaporkan ke sinode untuk diterbitkan SK penetapan ttg berdirinya sebuah jemaat/gereja. Persyaratan administrasi yg dimaksud a.l. ada pastori, jemaat dapat membiayai hidup Pendetanya setiap bulan dst. Namun dasar yg utama adalah kegiatan kepada pendewasaan iman jemaat itu. Jika iman jemaat itu telah mapan dan telah menyadari panggilannya sebagai “Anak – Anak Allah” maka kesadaran ini akan mendorong mereka dalam ketaatan dan disiplin serta tanggungjawab dalam memelihara kehidupan bergereja dan kehidupan berjemaat termasuk didalamnya Kehidupan Gembalanya. Rupanya hal ini yg sekarang sedang digumuli oleh Jemaat Kembangsari, kiranya Allah berkenan ikut campur dalam mendengar pergumulan serta kerinduan yg tulus jemaat ini agar dapat memenuhi semua persyaratan yang dimaksud. Kita percaya Allah yg punya gereja dan jemaat sedang ikut memperhatikan kerinduan ini dan Allah sendirilah yg berkenan membantu melaksanakan rencana ini sesuai dengan kehendakNya.
Sdr Judul dari renungan ini adalah “ Hidup sebagai keluarga Allah”
Keluarga-keluarga di jemaat Kembanghsari jelas adalah keluarga Allah, karena keluarga ini percaya danmendasarkan hidupnya hanya pada Allah saja. Sebagai keluarga Allah tentu mendorong keluarga ini dalam mengatur hidupnya sesuai dengan “gelar” keluarga Allah dalam hal apa?? Banyak hal yg harus dilaksanakan oleh keluarga-keluarga Allah a.l. Hidup damai dalam keluarga, ada saling pengertian, saling memaafkan, dapat meredam emosi, berbagi sesuatu dengan tetangga yg seiman dan yg tidak seiman, berkenaan memberi tumpangan kepada orang yg memerlukan, Yg berkelebihan jangan disimpan dan tahan tetapi dapat memberi dengan hati yg tulus ikhlas. Keluarga2 yg dapat melakukan tanggungjawab yg demikian akan menjadi suatu kekuatan dan dasar yg teguh bagi pembangunan tubuh Kristus yakni
gereja.
Dari ayat 14 kita ketahui bahwa Paulus tidak bersama Timotius dan dari tempatnya yg jauh itu, ia mendengar bahwa jemaat yg dilayani oleh Timotius yaitu Efesus sudah mapan sehingga Paulus tidak perlu kuatir dan ragu-ragu. Kehidupan jemaat yg demikian dapat menjadi tiang-tiang penopang dan merupakan dasar kebenaran sehingga kehidupan bergereja dan berjemaat akan kokoh dan tidak akan gampang terombang-ambing oleh godaan dunia ini.
Harapan Paulus dan Timotius ini ditujukan kepada jemaat dan gereja masa kini terisitimewa jemaat dan gereja Kembangsari yg tengah bertumbuh menuju kedewasaan. Pertumbuhan yg demikian tidak terjadi begitu saja tetapi karena ada kesatuan iman, kerukunan dalam kehidupan keluarga, kehidupan bergereja serta mengarah kepada satu tujuan yakni pendewasaan iman. Untuk sampai kepada maksud itu tidak lain bukan karena kekuatan dan kemampuan kita sebagai manusia tetapi semata-mata karena kehendak dan campur tangan Allah sendiri. Sebab dimana ada jemaat dan gereja, disitu Allah hadir sebab jemaat dan gereja adalah tubuh Kristus sendiri yg hadir di dunia ini, karena itu marilah kita jaga dan pelihara agar tubuh itu tetap kuat, utuh dan bersatu.
Pagi ini kita akan nyatakan kesatuan iman dan keutuhan kita sebagai jemaat, sebagai gereja sebagai keluarga Allah dengan duduk bersama dalam satu meja persekutuan yg didalamnya kita akan makan dan minum bersama-sama dari satu roti dan satu anggur sebagai lambang Tubuh dan Darah Kristus.
Meja persekutuan inilah yg mengikatkan kita seeorang dengan yg lain dan secara persekutuan kepada Kristus melalui pengorbananNya, kematian serta kebangkitanNya. Melalui meja ini pula kita menikmati akan kasih Allah serta hayati makna kasih itu lalu kita eratkan serta teguhkan persekutuan kita sebagai keluarga,gereja dan jemaat karena melalui persekutuan persaudaraan yg demikian inilah gereja dan persekutuan kita akan tetap hidup dan lestari karena kita tahu bahwa Allah sedang berada bersama kita dan selalu ikut ambil bagian di dalamnya.
Amin
Minggu, 11 Oktober 2009
Bacaan : ITimotius 3 : 14 – 16
“Hidup sebagai Keluarga Allah”
Sdr, Yang disebut Gereja tidak lain dari persekutuan beberapa keluarga yang beribadah pada hari minggu dan hari-hari gerejawi yg lain. Jika jumlah dari keluarga ini telah memenuhi persyaratan administrasai dan organisasi maka dilaporkan ke sinode untuk diterbitkan SK penetapan ttg berdirinya sebuah jemaat/gereja. Persyaratan administrasi yg dimaksud a.l. ada pastori, jemaat dapat membiayai hidup Pendetanya setiap bulan dst. Namun dasar yg utama adalah kegiatan kepada pendewasaan iman jemaat itu. Jika iman jemaat itu telah mapan dan telah menyadari panggilannya sebagai “Anak – Anak Allah” maka kesadaran ini akan mendorong mereka dalam ketaatan dan disiplin serta tanggungjawab dalam memelihara kehidupan bergereja dan kehidupan berjemaat termasuk didalamnya Kehidupan Gembalanya. Rupanya hal ini yg sekarang sedang digumuli oleh Jemaat Kembangsari, kiranya Allah berkenan ikut campur dalam mendengar pergumulan serta kerinduan yg tulus jemaat ini agar dapat memenuhi semua persyaratan yang dimaksud. Kita percaya Allah yg punya gereja dan jemaat sedang ikut memperhatikan kerinduan ini dan Allah sendirilah yg berkenan membantu melaksanakan rencana ini sesuai dengan kehendakNya.
Sdr Judul dari renungan ini adalah “ Hidup sebagai keluarga Allah”
Keluarga-keluarga di jemaat Kembanghsari jelas adalah keluarga Allah, karena keluarga ini percaya danmendasarkan hidupnya hanya pada Allah saja. Sebagai keluarga Allah tentu mendorong keluarga ini dalam mengatur hidupnya sesuai dengan “gelar” keluarga Allah dalam hal apa?? Banyak hal yg harus dilaksanakan oleh keluarga-keluarga Allah a.l. Hidup damai dalam keluarga, ada saling pengertian, saling memaafkan, dapat meredam emosi, berbagi sesuatu dengan tetangga yg seiman dan yg tidak seiman, berkenaan memberi tumpangan kepada orang yg memerlukan, Yg berkelebihan jangan disimpan dan tahan tetapi dapat memberi dengan hati yg tulus ikhlas. Keluarga2 yg dapat melakukan tanggungjawab yg demikian akan menjadi suatu kekuatan dan dasar yg teguh bagi pembangunan tubuh Kristus yakni
gereja.
Dari ayat 14 kita ketahui bahwa Paulus tidak bersama Timotius dan dari tempatnya yg jauh itu, ia mendengar bahwa jemaat yg dilayani oleh Timotius yaitu Efesus sudah mapan sehingga Paulus tidak perlu kuatir dan ragu-ragu. Kehidupan jemaat yg demikian dapat menjadi tiang-tiang penopang dan merupakan dasar kebenaran sehingga kehidupan bergereja dan berjemaat akan kokoh dan tidak akan gampang terombang-ambing oleh godaan dunia ini.
Harapan Paulus dan Timotius ini ditujukan kepada jemaat dan gereja masa kini terisitimewa jemaat dan gereja Kembangsari yg tengah bertumbuh menuju kedewasaan. Pertumbuhan yg demikian tidak terjadi begitu saja tetapi karena ada kesatuan iman, kerukunan dalam kehidupan keluarga, kehidupan bergereja serta mengarah kepada satu tujuan yakni pendewasaan iman. Untuk sampai kepada maksud itu tidak lain bukan karena kekuatan dan kemampuan kita sebagai manusia tetapi semata-mata karena kehendak dan campur tangan Allah sendiri. Sebab dimana ada jemaat dan gereja, disitu Allah hadir sebab jemaat dan gereja adalah tubuh Kristus sendiri yg hadir di dunia ini, karena itu marilah kita jaga dan pelihara agar tubuh itu tetap kuat, utuh dan bersatu.
Pagi ini kita akan nyatakan kesatuan iman dan keutuhan kita sebagai jemaat, sebagai gereja sebagai keluarga Allah dengan duduk bersama dalam satu meja persekutuan yg didalamnya kita akan makan dan minum bersama-sama dari satu roti dan satu anggur sebagai lambang Tubuh dan Darah Kristus.
Meja persekutuan inilah yg mengikatkan kita seeorang dengan yg lain dan secara persekutuan kepada Kristus melalui pengorbananNya, kematian serta kebangkitanNya. Melalui meja ini pula kita menikmati akan kasih Allah serta hayati makna kasih itu lalu kita eratkan serta teguhkan persekutuan kita sebagai keluarga,gereja dan jemaat karena melalui persekutuan persaudaraan yg demikian inilah gereja dan persekutuan kita akan tetap hidup dan lestari karena kita tahu bahwa Allah sedang berada bersama kita dan selalu ikut ambil bagian di dalamnya.
Amin
Rabu, 18 Juni 2008
Kalimangli 02 Des '07
Perjamuan Kudus Kalimangli
Minggu, 2 Desember 2007
Pada Tuhan ada pengampunan
Maz 130.
Bacaan kita ttg Maz. Siarah
Siarah ini berbeda dengan pengertian kita ttg siarah.
Siarah di sini : melakukan perjalanan batin ke hadirat Allah.
Orang berjalan dari rumah mereka untuk datang ke baith Allah membawa perasaan batin yg bermacam-macam itu.
Pemazmur mempunyai perasaan berdosa, dan batinnnya sangat menderita. Penderitaan ini dilukiskan sebagai ia berada dalam jurang yg dalam. Dari perasaan yg begitu tertekan, ia tau bhw yg bisa menolong hanya Tuhan saja, yg bisa mengampuni hanyalah Tuhan saja sehingga ia yakin bhw padaMu ada pengampunan.
Tidak dijelaskan kenapa sampai ia menderita, tetapi bagaimanapun juga ia sangat mengharapkan kasih sayang Tuhan.
Lukisan dari mengharapkan kasih sayang Tuhan digambarkan sebagai pengawal mengharapkan pagi.
Lukisan ini bhw pengawal yg telah berjaga semalam suntuk dengan perasaan yg kuatir, jangan2 nanti tengah malam ada bahaya yg mengancam. Karena itu perasan pengawalpun diliputi ketakutan. Mereka berharap supaya cepat;lah datang siang sebab dengan danya terang maka musuh atau pencuri berpikir dua kali untuk melakukan kejahatan. Oleh sebab itu mereka mengharapkan datangnya fajar supaya mereka terbebas dari rasa takut.
Mazmur siarah ini membawa kita untuk merenung betapa kita telah banyak berdosa untuk Tuhan maupoun untuk sesama. Karena itu kita perlu mendekatkan batin kita kepada Tuhan lalu dalam aperenungan itu kita mengaku salah dan dosa kita sebab dalam Tuhan ada pengampunan.
Sdr. Dalam memasuki masa advent hari ini, marilah kita mendekatkan diri kepada Tuhan sambil merenung akan perjalanan kita sepanjang thn 2007 ini. Kita perlu merenung akan banyak kesalahan yg kita lakukan. Kita bertanya apakah perbuatan dan perkataan merupakan dosa sehingga menghalang rachmat Tuhan ake atas kehidupan kita? (Yesaya 59 : 2, Yeremia 5:25). Allah kita mahakudus dan maha suci. Ia tidak dapat dipersekutukan dengan yg najis dan berdosa. Karena Ia membenci dosa, maka Ia menghukum dosa. Ia menghukum kita bukan utk membinasakan tetapi utk maksud penyelamatan. Tujuan menghukum agar ada pertobatan dari kita masing-masing. Masih ada waktu kesabaran Tuhan utk kita. Kita ingat kata pemazmur, tetapi padaMuTuhan, ada pengampunan. Jika masih ada waktu, marilah kita membawa segala kesalahan kita kepadaNya. Jangan kitakeras kepala dan tegar tengkuk seperti Israil, tetapi biarlah dengan rasa sesal dan malu, datanglah kepada Tuhan dan akuilah itu dengan tulus ikhlas. Allah kita adalah Allah yg penuh kasih setia. Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Tetapi setinggi langit di ats bumi demikian abesarnya kasih setiaNya atas orang2 yg takut akan Dia. Masih ada waktu, marilah adalam minggu2 penantian ini kita merenung betapa Allah sangat mengasihi kita dan selalu memberi kita waktu dan kesempatan untuk datang membawa batin kita kepadaNya.
Amin.
Minggu, 2 Desember 2007
Pada Tuhan ada pengampunan
Maz 130.
Bacaan kita ttg Maz. Siarah
Siarah ini berbeda dengan pengertian kita ttg siarah.
Siarah di sini : melakukan perjalanan batin ke hadirat Allah.
Orang berjalan dari rumah mereka untuk datang ke baith Allah membawa perasaan batin yg bermacam-macam itu.
Pemazmur mempunyai perasaan berdosa, dan batinnnya sangat menderita. Penderitaan ini dilukiskan sebagai ia berada dalam jurang yg dalam. Dari perasaan yg begitu tertekan, ia tau bhw yg bisa menolong hanya Tuhan saja, yg bisa mengampuni hanyalah Tuhan saja sehingga ia yakin bhw padaMu ada pengampunan.
Tidak dijelaskan kenapa sampai ia menderita, tetapi bagaimanapun juga ia sangat mengharapkan kasih sayang Tuhan.
Lukisan dari mengharapkan kasih sayang Tuhan digambarkan sebagai pengawal mengharapkan pagi.
Lukisan ini bhw pengawal yg telah berjaga semalam suntuk dengan perasaan yg kuatir, jangan2 nanti tengah malam ada bahaya yg mengancam. Karena itu perasan pengawalpun diliputi ketakutan. Mereka berharap supaya cepat;lah datang siang sebab dengan danya terang maka musuh atau pencuri berpikir dua kali untuk melakukan kejahatan. Oleh sebab itu mereka mengharapkan datangnya fajar supaya mereka terbebas dari rasa takut.
Mazmur siarah ini membawa kita untuk merenung betapa kita telah banyak berdosa untuk Tuhan maupoun untuk sesama. Karena itu kita perlu mendekatkan batin kita kepada Tuhan lalu dalam aperenungan itu kita mengaku salah dan dosa kita sebab dalam Tuhan ada pengampunan.
Sdr. Dalam memasuki masa advent hari ini, marilah kita mendekatkan diri kepada Tuhan sambil merenung akan perjalanan kita sepanjang thn 2007 ini. Kita perlu merenung akan banyak kesalahan yg kita lakukan. Kita bertanya apakah perbuatan dan perkataan merupakan dosa sehingga menghalang rachmat Tuhan ake atas kehidupan kita? (Yesaya 59 : 2, Yeremia 5:25). Allah kita mahakudus dan maha suci. Ia tidak dapat dipersekutukan dengan yg najis dan berdosa. Karena Ia membenci dosa, maka Ia menghukum dosa. Ia menghukum kita bukan utk membinasakan tetapi utk maksud penyelamatan. Tujuan menghukum agar ada pertobatan dari kita masing-masing. Masih ada waktu kesabaran Tuhan utk kita. Kita ingat kata pemazmur, tetapi padaMuTuhan, ada pengampunan. Jika masih ada waktu, marilah kita membawa segala kesalahan kita kepadaNya. Jangan kitakeras kepala dan tegar tengkuk seperti Israil, tetapi biarlah dengan rasa sesal dan malu, datanglah kepada Tuhan dan akuilah itu dengan tulus ikhlas. Allah kita adalah Allah yg penuh kasih setia. Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Tetapi setinggi langit di ats bumi demikian abesarnya kasih setiaNya atas orang2 yg takut akan Dia. Masih ada waktu, marilah adalam minggu2 penantian ini kita merenung betapa Allah sangat mengasihi kita dan selalu memberi kita waktu dan kesempatan untuk datang membawa batin kita kepadaNya.
Amin.
Kalimangli 21 Mar '08
Perjamuan Kudus Kalimangli
Jumat, 21 Maret 2008
Bacaan : Yesaya 38 : 1 – 22
Andaikata kita sakit, bagaimanakah perasaan kita?? Tentu kita sangat mengharapkan agar cepat sembuh dari penderitaan itu agar kita dapat melakukan lagi aktivitas sebagai biasa bukan??
Bacaan ini menjelaskan ttg Hiskia = Yahweh adalah kekuatanku, raja Yahuda. Hiskia terkenal karena kesalehannya yang luar biasa dan karena aktivitas politiknya yg mantap. Bacaan kita ini ayat 1 – 4 ttg penyakitnya, sedang ayat 9 – 20 adalah sebuah nyanyian syukur Hiskia berkenan dengan kesembuhannya. Hiskia tak mengerti bhw sebagai seorang Raja Yahuda kok bisa jatuh sakit sampai parah?Apakah yg akan kukatakan dan kuucapkan kepada Tuhan? Bukankah Dia yg telah melakukannya? Dalam penderitaan yg demikian ini Hiskia sebagai seorang raja yg berkuasa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia merasa dirinya sebagai seorang budak yg tak berdaya dan tak berguna. Seorang budak belian yg mengharapkan pertolongan dari orang lain yg bisa menjadi penjaminnya yang memberikan kebebasan. Dengan demikian nampak kepada kita sekalian bahwa di hadapan Tuhan baik raja maupun rakyat jelata semuanya tak bisa berbuat apa-apa selain bergantung sepenuhnya kepada orang lain yg akan menolong. Karena itu Hiskia tak bisa berbuat lain kecuali memohon kepada Tuhan untuk menjadi jaminan atau menjadi penebus baginya (: 14 bagian akhir : ya Tuhan, pemerasan terjadi kepadaku; Jadilah jaminan bagiku).
Sdr. Kita bisa hidup sampai saat ini, bisa bergereja, bersekutu dan bisa hidup baik sekarang tidak lain karena Allah menjadi jaminan basgi kita. Ia menjadi tanggungan, Ia menjadi borg. Jadi semua bencana yg seharusnya menimpa kita, Ia tanggung, karena Ia menjamin hidupNya agar kita selamat dan murka Allah.
Pagi ini kita menyaksikan ttg wujud dari jaminan Allah bagi8 kita, yaitu bhw Kristus mengorbankan diriNya sebagai penjamin keselamatan bagi hidup kita. Semua kesalahan Ia tanggung, Ia menjamin diri8Nya dan hidfupNya untuk kita, agar kita diperkenankan Allah masuk dalam persekutuan dengan Dia. Perjamuan kudus adalah tanda jaminan itu, bahwa Allah mengorbankan diriNya melalui tanda roti dan anggur. Bahwa Roti adalah jaminan melalui tubuhNya dan anggur adalah jaminan melalui darahNya yg membersihkan segala dosa dan kesalahan kita. Tiap kjali kita merayakan perjamuan kudus tidak lain kita memperingati kasih Allah. Kita sakit seperti Hiskia. Kita seperti budak belian yg memerlukan penebusan dan jaminan agar kita dibebaskan. Yesus Kristus adalah penjamian keselamatan kita.Hendaklah kita bersaksi bersama pemasmur:Dia yg mengampuni segala kesalahanmu, yg menyembuhkan segala penyakitmu. Dia yg menebus hidupmu dari lobang kubur yang memahkotai engkau dg kasih setia dan rahmat. Karena itu baiklah kita sadar dalam iman dan pengharapan, bahwa kehidupan ini adalah anugerah Tuhan yg meminta dari kita agar kiranya kita senantiasa melakukan hidup ini bersama Tuhan sebagai penjamin hidup kita. dan ingat selalu bhw Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia melakukan segala perkara yg baik kepada kita dan Ia selalu mendampingi kita baik siang maupun malam. Kita tidak dapat memandang Dia tetapi kehadiranNya melalui Rohkudus selalu ada bersama kita karena Ia adalah Penjamin hidup kita, Ia menjamin bahwa kita akan tetap selamat sebab Ia selalu ada bersama kita dari saat ini sampai selama-lamanya.
Amin.
Jumat, 21 Maret 2008
Bacaan : Yesaya 38 : 1 – 22
Andaikata kita sakit, bagaimanakah perasaan kita?? Tentu kita sangat mengharapkan agar cepat sembuh dari penderitaan itu agar kita dapat melakukan lagi aktivitas sebagai biasa bukan??
Bacaan ini menjelaskan ttg Hiskia = Yahweh adalah kekuatanku, raja Yahuda. Hiskia terkenal karena kesalehannya yang luar biasa dan karena aktivitas politiknya yg mantap. Bacaan kita ini ayat 1 – 4 ttg penyakitnya, sedang ayat 9 – 20 adalah sebuah nyanyian syukur Hiskia berkenan dengan kesembuhannya. Hiskia tak mengerti bhw sebagai seorang Raja Yahuda kok bisa jatuh sakit sampai parah?Apakah yg akan kukatakan dan kuucapkan kepada Tuhan? Bukankah Dia yg telah melakukannya? Dalam penderitaan yg demikian ini Hiskia sebagai seorang raja yg berkuasa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia merasa dirinya sebagai seorang budak yg tak berdaya dan tak berguna. Seorang budak belian yg mengharapkan pertolongan dari orang lain yg bisa menjadi penjaminnya yang memberikan kebebasan. Dengan demikian nampak kepada kita sekalian bahwa di hadapan Tuhan baik raja maupun rakyat jelata semuanya tak bisa berbuat apa-apa selain bergantung sepenuhnya kepada orang lain yg akan menolong. Karena itu Hiskia tak bisa berbuat lain kecuali memohon kepada Tuhan untuk menjadi jaminan atau menjadi penebus baginya (: 14 bagian akhir : ya Tuhan, pemerasan terjadi kepadaku; Jadilah jaminan bagiku).
Sdr. Kita bisa hidup sampai saat ini, bisa bergereja, bersekutu dan bisa hidup baik sekarang tidak lain karena Allah menjadi jaminan basgi kita. Ia menjadi tanggungan, Ia menjadi borg. Jadi semua bencana yg seharusnya menimpa kita, Ia tanggung, karena Ia menjamin hidupNya agar kita selamat dan murka Allah.
Pagi ini kita menyaksikan ttg wujud dari jaminan Allah bagi8 kita, yaitu bhw Kristus mengorbankan diriNya sebagai penjamin keselamatan bagi hidup kita. Semua kesalahan Ia tanggung, Ia menjamin diri8Nya dan hidfupNya untuk kita, agar kita diperkenankan Allah masuk dalam persekutuan dengan Dia. Perjamuan kudus adalah tanda jaminan itu, bahwa Allah mengorbankan diriNya melalui tanda roti dan anggur. Bahwa Roti adalah jaminan melalui tubuhNya dan anggur adalah jaminan melalui darahNya yg membersihkan segala dosa dan kesalahan kita. Tiap kjali kita merayakan perjamuan kudus tidak lain kita memperingati kasih Allah. Kita sakit seperti Hiskia. Kita seperti budak belian yg memerlukan penebusan dan jaminan agar kita dibebaskan. Yesus Kristus adalah penjamian keselamatan kita.Hendaklah kita bersaksi bersama pemasmur:Dia yg mengampuni segala kesalahanmu, yg menyembuhkan segala penyakitmu. Dia yg menebus hidupmu dari lobang kubur yang memahkotai engkau dg kasih setia dan rahmat. Karena itu baiklah kita sadar dalam iman dan pengharapan, bahwa kehidupan ini adalah anugerah Tuhan yg meminta dari kita agar kiranya kita senantiasa melakukan hidup ini bersama Tuhan sebagai penjamin hidup kita. dan ingat selalu bhw Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia melakukan segala perkara yg baik kepada kita dan Ia selalu mendampingi kita baik siang maupun malam. Kita tidak dapat memandang Dia tetapi kehadiranNya melalui Rohkudus selalu ada bersama kita karena Ia adalah Penjamin hidup kita, Ia menjamin bahwa kita akan tetap selamat sebab Ia selalu ada bersama kita dari saat ini sampai selama-lamanya.
Amin.
Senin, 14 April 2008
PK Kalimangli 21 Mar '08
Perjamuan Kudus Kalimangli
Jumat, 21 Maret 2008
Bacaan : Yesaya 38 : 1 – 22
Andaikata kita sakit, bagaimanakah perasaan kita?? Tentu kita sangat mengharapkan agar cepat sembuh dari penderitaan itu agar kita dapat melakukan lagi aktivitas sebagai biasa bukan??
Bacaan ini menjelaskan ttg Hiskia = Yahweh adalah kekuatanku, raja Yahuda. Hiskia terkenal karena kesalehannya yang luar biasa dan karena aktivitas politiknya yg mantap. Bacaan kita ini ayat 1 – 4 ttg penyakitnya, sedang ayat 9 – 20 adalah sebuah nyanyian syukur Hiskia berkenan dengan kesembuhannya. Hiskia tak mengerti bhw sebagai seorang Raja Yahuda kok bisa jatuh sakit sampai parah?Apakah yg akan kukatakan dan kuucapkan kepada Tuhan? Bukankah Dia yg telah melakukannya? Dalam penderitaan yg demikian ini Hiskia sebagai seorang raja yg berkuasa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia merasa dirinya sebagai seorang budak yg tak berdaya dan tak berguna. Seorang budak belian yg mengharapkan pertolongan dari orang lain yg bisa menjadi penjaminnya yang memberikan kebebasan. Dengan demikian nampak kepada kita sekalian bahwa di hadapan Tuhan baik raja maupun rakyat jelata semuanya tak bisa berbuat apa-apa selain bergantung sepenuhnya kepada orang lain yg akan menolong. Karena itu Hiskia tak bisa berbuat lain kecuali memohon kepada Tuhan untuk menjadi jaminan atau menjadi penebus baginya (: 14 bagian akhir : ya Tuhan, pemerasan terjadi kepadaku; Jadilah jaminan bagiku).
Sdr. Kita bisa hidup sampai saat ini, bisa bergereja, bersekutu dan bisa hidup baik sekarang tidak lain karena Allah menjadi jaminan basgi kita. Ia menjadi tanggungan, Ia menjadi borg. Jadi semua bencana yg seharusnya menimpa kita, Ia tanggung, karena Ia menjamin hidupNya agar kita selamat dan murka Allah.
Pagi ini kita menyaksikan ttg wujud dari jaminan Allah bagi8 kita, yaitu bhw Kristus mengorbankan diriNya sebagai penjamin keselamatan bagi hidup kita. Semua kesalahan Ia tanggung, Ia menjamin diri8Nya dan hidfupNya untuk kita, agar kita diperkenankan Allah masuk dalam persekutuan dengan Dia. Perjamuan kudus adalah tanda jaminan itu, bahwa Allah mengorbankan diriNya melalui tanda roti dan anggur. Bahwa Roti adalah jaminan melalui tubuhNya dan anggur adalah jaminan melalui darahNya yg membersihkan segala dosa dan kesalahan kita. Tiap kali kita merayakan perjamuan kudus tidak lain kita memperingati kasih Allah. Kita sakit seperti Hiskia. Kita seperti budak belian yg memerlukan penebusan dan jaminan agar kita dibebaskan. Yesus Kristus adalah penjamian keselamatan kita.Hendaklah kita bersaksi bersama pemasmur:Dia yg mengampuni segala kesalahanmu, yg menyembuhkan segala penyakitmu. Dia yg menebus hidupmu dari lobang kubur yang memahkotai engkau dg kasih setia dan rahmat. Karena itu baiklah kita sadar dalam iman dan pengharapan, bahwa kehidupan ini adalah anugerah Tuhan yg meminta dari kita agar kiranya kita senantiasa melakukan hidup ini bersama Tuhan sebagai penjamin hidup kita. dan ingat selalu bhw Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia melakukan segala perkara yg baik kepada kita dan Ia selalu mendampingi kita baik siang maupun malam. Kita tidak dapat memandang Dia tetapi kehadiranNya melalui Rohkudus selalu ada bersama kita karena Ia adalah Penjamin hidup kita, Ia menjamin bahwa kita akan tetap selamat sebab Ia selalu ada bersama kita dari saat ini sampai selama-lamanya.
Amin.
Jumat, 21 Maret 2008
Bacaan : Yesaya 38 : 1 – 22
Andaikata kita sakit, bagaimanakah perasaan kita?? Tentu kita sangat mengharapkan agar cepat sembuh dari penderitaan itu agar kita dapat melakukan lagi aktivitas sebagai biasa bukan??
Bacaan ini menjelaskan ttg Hiskia = Yahweh adalah kekuatanku, raja Yahuda. Hiskia terkenal karena kesalehannya yang luar biasa dan karena aktivitas politiknya yg mantap. Bacaan kita ini ayat 1 – 4 ttg penyakitnya, sedang ayat 9 – 20 adalah sebuah nyanyian syukur Hiskia berkenan dengan kesembuhannya. Hiskia tak mengerti bhw sebagai seorang Raja Yahuda kok bisa jatuh sakit sampai parah?Apakah yg akan kukatakan dan kuucapkan kepada Tuhan? Bukankah Dia yg telah melakukannya? Dalam penderitaan yg demikian ini Hiskia sebagai seorang raja yg berkuasa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia merasa dirinya sebagai seorang budak yg tak berdaya dan tak berguna. Seorang budak belian yg mengharapkan pertolongan dari orang lain yg bisa menjadi penjaminnya yang memberikan kebebasan. Dengan demikian nampak kepada kita sekalian bahwa di hadapan Tuhan baik raja maupun rakyat jelata semuanya tak bisa berbuat apa-apa selain bergantung sepenuhnya kepada orang lain yg akan menolong. Karena itu Hiskia tak bisa berbuat lain kecuali memohon kepada Tuhan untuk menjadi jaminan atau menjadi penebus baginya (: 14 bagian akhir : ya Tuhan, pemerasan terjadi kepadaku; Jadilah jaminan bagiku).
Sdr. Kita bisa hidup sampai saat ini, bisa bergereja, bersekutu dan bisa hidup baik sekarang tidak lain karena Allah menjadi jaminan basgi kita. Ia menjadi tanggungan, Ia menjadi borg. Jadi semua bencana yg seharusnya menimpa kita, Ia tanggung, karena Ia menjamin hidupNya agar kita selamat dan murka Allah.
Pagi ini kita menyaksikan ttg wujud dari jaminan Allah bagi8 kita, yaitu bhw Kristus mengorbankan diriNya sebagai penjamin keselamatan bagi hidup kita. Semua kesalahan Ia tanggung, Ia menjamin diri8Nya dan hidfupNya untuk kita, agar kita diperkenankan Allah masuk dalam persekutuan dengan Dia. Perjamuan kudus adalah tanda jaminan itu, bahwa Allah mengorbankan diriNya melalui tanda roti dan anggur. Bahwa Roti adalah jaminan melalui tubuhNya dan anggur adalah jaminan melalui darahNya yg membersihkan segala dosa dan kesalahan kita. Tiap kali kita merayakan perjamuan kudus tidak lain kita memperingati kasih Allah. Kita sakit seperti Hiskia. Kita seperti budak belian yg memerlukan penebusan dan jaminan agar kita dibebaskan. Yesus Kristus adalah penjamian keselamatan kita.Hendaklah kita bersaksi bersama pemasmur:Dia yg mengampuni segala kesalahanmu, yg menyembuhkan segala penyakitmu. Dia yg menebus hidupmu dari lobang kubur yang memahkotai engkau dg kasih setia dan rahmat. Karena itu baiklah kita sadar dalam iman dan pengharapan, bahwa kehidupan ini adalah anugerah Tuhan yg meminta dari kita agar kiranya kita senantiasa melakukan hidup ini bersama Tuhan sebagai penjamin hidup kita. dan ingat selalu bhw Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia melakukan segala perkara yg baik kepada kita dan Ia selalu mendampingi kita baik siang maupun malam. Kita tidak dapat memandang Dia tetapi kehadiranNya melalui Rohkudus selalu ada bersama kita karena Ia adalah Penjamin hidup kita, Ia menjamin bahwa kita akan tetap selamat sebab Ia selalu ada bersama kita dari saat ini sampai selama-lamanya.
Amin.
Jumat, 04 April 2008
PK Kembangsari 21 Okt 2007
PK Kembangsari
Minggu, 21 Oktober 2007
Bacaan : Matius 18 : 12 – 14
Pokok renungan ini : Tugas Penggembalaan
Sdr.: Tentu masing2 sdr ada mempunyai suatu barang yg sangat disayangi dan yg sangat dijaga serta dipelihara. Tiap waktu barang itu dikeluiartkan, dibersihkan dijemur di matahari agar selalu “baik”. Selain itu sdr masih memiliki barang lain juga yg tidak kalah pentingnya. Pada suatu hari ada tamu dengan anak2 datang ke rumah anda dan anda menjadi sibuk untuk menerima tamu itu. Karena kesibukan dan kerepotan ditambah dengan kenakalan serta tangan anak2 yg gratil, maka barang kesukaan anda, itu tercecer entah ke mana. Saat tamu pulang dan waktu anda membenahi rumah lagi ternyata barang itu tidak ada di tempatnya. Bukankah anda lalu bingung dan kecewa lalu mulai mencari dengan sungguh2 utk menemukan barang kesayangan anda. Barang lain anda biarkan sebab selalu ada di tempatnya hanya yg satu ini perlu diketemukan kembali. Setelah anda hampir putus asa dalam mencari kian-kemari barang itu anda ketemukan. Betapa hati anda penuh dengan sukacita dan Anda berkata dalam diri anda. Syukur Tuhan barangku yg hilang telah kutemukan. Lain kali aku akan lebih berhati-hati dalam memperhatikan barang2 kesayanganku, aku akan lebih menjaga dan memelihara agar jangan sampai tercecer lagi.
Sdr. Ceritera ini bukan khayalan tetapi kenyataan yg kita alami dalam hidup kita. Penulis Injil Matius melukiskan hal yg kita alami ini dengan ceritera Yesus dalam mengupayakan manusia yg hilang, yg tercecer agar diusahakan, agar kembali tetap dalam persekutuan.
Yesus tidak langung mengkritik para pendeta jemaat atau Majelis dalam memelihara dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka sebagai gembala terhdap kawanan domba gembalaan mereka. Dalam bacaan kita, Yesus memakai perumpamaan ttg seorang juragan domba memiliki 100 ekor. Tiba-tiba yg seekor mengikuti nalurinya, instinknya mencari rumput di tempat yg berbeda dari yg 99 merumput. Setelah waktu minum air, juragan menghitung kurang satu. Ia lalu pergi mencari ke tepi hutan dan tepi tebing. Sudah lama ia mencari, akhirnya ketemu: Domba ini lemas karena musim panas tiada air untuk diminum. Ia memikul dibahu dan bawa pulang masuk kembali dalam persekutuan. Betapa ia bersukacita karena kini jumlahnya kembali genap, persekutuannya kembali utuh. Ia tinggalkan 99 ekor, sebab mereka berkumpul bersama-sama, makan bersama hidup bersama minum bersama, mengembik juga bersama bergantian. Gembala yg baik itu keluar ke padang gurun berkeliling mencari yg tersesat itu sampai ia ketemukan lalu didukungnya domba itu di atas bahunya dibawa pulang ke kandang dengan sukacita. Demikianlah yg telah diperbuat Yesus Kristus bagi orang berdosa. Ia sendiri telah dating ke padanggurun dunia ini, padahal sebenarnya Ia dapat tinggal bersenang-senang dalam kemuliaanNya di sorga, bahkan kalau perlu Ia dapat memerintahkan malaekat3 utk melakukan pekerjaanNya. Tetapi Ia sendiri telah turun menyelesaikan pekerjaan keselamatan bagi kita sdr dan saya yg berdosa ini. Ia sudah dating bahkan selalu juga dating bahkan sekarang juga sedang dating mencarai yg berdosa dan yg tersesat dan hilang, yg terpisah jauh dari Allah, dari persekutuan, dari gereja , dari jemaat. Itulah sebabnya Yesus diumpamakan sebagai Gembala YG Baik.dan setia akan merasa sangat bersukacita apabila seorang berdosa kembali ke jalan yg benar, kembali dating bertobat.
Sd Minggu lalu ada gembala yg diteguhkan untuk melayani kita sebagai domba. Tugas penggembalaan adalah menjaga serta memelihara agar kawanan domba menjadi satu persekutuan yg utuh tidak tercecer dan lari jauh..
Bukan hilang seperti dalam bacaan kita, tetapi Gembala yg baik akan mengenal domba2 mereka, tahu namanya, mengerti kehidupan mereka. Jika beberapa waktu domba itu tidak kelihatan dalam persekutuan, maka gembala perlu dating utk menengok, apakah domba itu ada tetapi tidak dating bersamap-sama? Diajak bicara, menanyakan apa ada pergumulan yg kira2 bi\sa dibantu. Dengan begitu gembala sdh melakukan salah satu contoh dari tugas penggembalaan mereka. Gembala harus hidup bersama domba, bukan berarti gembala tidur di rumah domba, tetapi hidup dalam arti mengenal dan mengerti keadaan dombanya.
Jangan sepertti kritik Yeheskiel terhdap pemimpin dan gembala di Isreal : “Yang lemah tidak kamu kuatkan, yg sakit tidak kamu obati, yg luka tidak kamu balut, yg tersesat tidak kamu bawa pulang, yg hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak2 mereka dengan kekerasan dan kekejaman (34 : 4).
Kadang2 terjadi gembala acuh tak acuh dalam pelayanan mereka. Toh Cuma seekor yg tercecer, biarlah ia tercecer, toh masih ada yg 99. Biarlah yg satu pergi nanti yg lain juga akan dating mengganti dst. Bukan begitu panggilan pelayanan dari gembala yg baik dan setia. Mereka melakukan tugas, krn mengaku bersedia dengan segenap hati
Tugas dan panggilan gembala yg baru dilantik ini hendaknya mengambil contoh dan pola kerja Yesus sebagai gembala yg baik. Memang tidak persis sama tetapi paling sedikit menyerahkan diri dan panggilan ini kepada Tuhan lalu mohon bimbingan Rohkudus, agar dimampukan melakukan tugas penggembalaan sehingga kami sebagai domba tetap terpelihara dipersekutukan seorang dengan yg lain dalam satu persekutuan yg memuliakan Allah.
Amin
Minggu, 21 Oktober 2007
Bacaan : Matius 18 : 12 – 14
Pokok renungan ini : Tugas Penggembalaan
Sdr.: Tentu masing2 sdr ada mempunyai suatu barang yg sangat disayangi dan yg sangat dijaga serta dipelihara. Tiap waktu barang itu dikeluiartkan, dibersihkan dijemur di matahari agar selalu “baik”. Selain itu sdr masih memiliki barang lain juga yg tidak kalah pentingnya. Pada suatu hari ada tamu dengan anak2 datang ke rumah anda dan anda menjadi sibuk untuk menerima tamu itu. Karena kesibukan dan kerepotan ditambah dengan kenakalan serta tangan anak2 yg gratil, maka barang kesukaan anda, itu tercecer entah ke mana. Saat tamu pulang dan waktu anda membenahi rumah lagi ternyata barang itu tidak ada di tempatnya. Bukankah anda lalu bingung dan kecewa lalu mulai mencari dengan sungguh2 utk menemukan barang kesayangan anda. Barang lain anda biarkan sebab selalu ada di tempatnya hanya yg satu ini perlu diketemukan kembali. Setelah anda hampir putus asa dalam mencari kian-kemari barang itu anda ketemukan. Betapa hati anda penuh dengan sukacita dan Anda berkata dalam diri anda. Syukur Tuhan barangku yg hilang telah kutemukan. Lain kali aku akan lebih berhati-hati dalam memperhatikan barang2 kesayanganku, aku akan lebih menjaga dan memelihara agar jangan sampai tercecer lagi.
Sdr. Ceritera ini bukan khayalan tetapi kenyataan yg kita alami dalam hidup kita. Penulis Injil Matius melukiskan hal yg kita alami ini dengan ceritera Yesus dalam mengupayakan manusia yg hilang, yg tercecer agar diusahakan, agar kembali tetap dalam persekutuan.
Yesus tidak langung mengkritik para pendeta jemaat atau Majelis dalam memelihara dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka sebagai gembala terhdap kawanan domba gembalaan mereka. Dalam bacaan kita, Yesus memakai perumpamaan ttg seorang juragan domba memiliki 100 ekor. Tiba-tiba yg seekor mengikuti nalurinya, instinknya mencari rumput di tempat yg berbeda dari yg 99 merumput. Setelah waktu minum air, juragan menghitung kurang satu. Ia lalu pergi mencari ke tepi hutan dan tepi tebing. Sudah lama ia mencari, akhirnya ketemu: Domba ini lemas karena musim panas tiada air untuk diminum. Ia memikul dibahu dan bawa pulang masuk kembali dalam persekutuan. Betapa ia bersukacita karena kini jumlahnya kembali genap, persekutuannya kembali utuh. Ia tinggalkan 99 ekor, sebab mereka berkumpul bersama-sama, makan bersama hidup bersama minum bersama, mengembik juga bersama bergantian. Gembala yg baik itu keluar ke padang gurun berkeliling mencari yg tersesat itu sampai ia ketemukan lalu didukungnya domba itu di atas bahunya dibawa pulang ke kandang dengan sukacita. Demikianlah yg telah diperbuat Yesus Kristus bagi orang berdosa. Ia sendiri telah dating ke padanggurun dunia ini, padahal sebenarnya Ia dapat tinggal bersenang-senang dalam kemuliaanNya di sorga, bahkan kalau perlu Ia dapat memerintahkan malaekat3 utk melakukan pekerjaanNya. Tetapi Ia sendiri telah turun menyelesaikan pekerjaan keselamatan bagi kita sdr dan saya yg berdosa ini. Ia sudah dating bahkan selalu juga dating bahkan sekarang juga sedang dating mencarai yg berdosa dan yg tersesat dan hilang, yg terpisah jauh dari Allah, dari persekutuan, dari gereja , dari jemaat. Itulah sebabnya Yesus diumpamakan sebagai Gembala YG Baik.dan setia akan merasa sangat bersukacita apabila seorang berdosa kembali ke jalan yg benar, kembali dating bertobat.
Sd Minggu lalu ada gembala yg diteguhkan untuk melayani kita sebagai domba. Tugas penggembalaan adalah menjaga serta memelihara agar kawanan domba menjadi satu persekutuan yg utuh tidak tercecer dan lari jauh..
Bukan hilang seperti dalam bacaan kita, tetapi Gembala yg baik akan mengenal domba2 mereka, tahu namanya, mengerti kehidupan mereka. Jika beberapa waktu domba itu tidak kelihatan dalam persekutuan, maka gembala perlu dating utk menengok, apakah domba itu ada tetapi tidak dating bersamap-sama? Diajak bicara, menanyakan apa ada pergumulan yg kira2 bi\sa dibantu. Dengan begitu gembala sdh melakukan salah satu contoh dari tugas penggembalaan mereka. Gembala harus hidup bersama domba, bukan berarti gembala tidur di rumah domba, tetapi hidup dalam arti mengenal dan mengerti keadaan dombanya.
Jangan sepertti kritik Yeheskiel terhdap pemimpin dan gembala di Isreal : “Yang lemah tidak kamu kuatkan, yg sakit tidak kamu obati, yg luka tidak kamu balut, yg tersesat tidak kamu bawa pulang, yg hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak2 mereka dengan kekerasan dan kekejaman (34 : 4).
Kadang2 terjadi gembala acuh tak acuh dalam pelayanan mereka. Toh Cuma seekor yg tercecer, biarlah ia tercecer, toh masih ada yg 99. Biarlah yg satu pergi nanti yg lain juga akan dating mengganti dst. Bukan begitu panggilan pelayanan dari gembala yg baik dan setia. Mereka melakukan tugas, krn mengaku bersedia dengan segenap hati
Tugas dan panggilan gembala yg baru dilantik ini hendaknya mengambil contoh dan pola kerja Yesus sebagai gembala yg baik. Memang tidak persis sama tetapi paling sedikit menyerahkan diri dan panggilan ini kepada Tuhan lalu mohon bimbingan Rohkudus, agar dimampukan melakukan tugas penggembalaan sehingga kami sebagai domba tetap terpelihara dipersekutukan seorang dengan yg lain dalam satu persekutuan yg memuliakan Allah.
Amin
Langganan:
Postingan (Atom)