Selasa, 22 Juli 2008

Kebaktian di Ratna 22 Feb 08

Kebaktian di Ratna
Jumat, 22 Febr. 2008

Bacaan : Lukas 7 : 36 – 50
Kita sedang dalam minggu2 sengsara Tuhan Yesus. Dalam masa-masa ini kita merenung akan penderitaan yg sedang ditanggung oleh Tuhan karena kesalahan dan dosa kita. Dosa yg kita lakukan bervariasi, tidak saja bersalah untuyk Tuhan dalam arti kita kurang mengikuti nasehat FirmanNya tetapi juga kesalahan/dosa terhadap sesama kita.

Sore ini saya memilih bacaan dari Lukas yg juga ada dalam Mat. 26. Tetapi dalam Lukas lebih jelas untuk kita pahami sore ini.
Ceritera ini dimulai denagn seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya. Kita tahu bhw orang Farisi adalah orang terhormat dalam dunia Israil waktu itu, sedangkan para apetani, gembala, pemungut cukai, pelacur adalah orang berdosa. Orang-orang ini tidak amempunyai temapata dalam masyrakat Yahudi apalagi terhadap kaum bangsawan/terhormat seperti orang Farisi. Namun Yesus diundang makan. Tidak dijelaskan kenapa Yesus diundang. Namun ada dugaan bhw Yesus baru selesai pimpinan kebaktian dalam baih Allah, lalu Dia diundang makan. Tidak dijelaskan juga siapa2 yg diundang, tetapi kemungkinan ada beberapa tamu yg hadir untuk makan bersama. Suatu penghormatan jika seseorang mengundang “Guru” makan dirumahnya.

Sementara amereka makan, tiba-tiba hal yg sanagat amengagetkan para undangan yg sedang makan itu. Masuklah seorang perempuan. Dalam bacaan kita disebut bahwa wana it ini adalah seorang pendosa. Bahasa kita saat ini menyebut wanita ini sebagai seoranag wanita “panggilan” atau kasarnya seorang pelacur. Ia telah dengar banyak ttg Yesus bahwa yg ia dengar adalah Yesus selalu dekat dengan orang2 yg ditolak oleh kaum bangsawan bahkan yg ia denagar alagai bahwa Yesus bersedia dan dapat amengampuni dosa dan amenghapus aib dari seseorang. Karena itu waktu ia dengar Yesus dating ke rumah salah seorang Farisi yg bertnama Simon si kusta, wanita ini masuk dan suasana rumah menjadi geger.
Sdr. Saya mau bertanya kepada kita sekalian, apakah kalau kita dalam situasi seperti ini lalu ada seorang wanita P masuk, apakah kita akan amenerima atau mengusi denagan kata-kata kotor??
Karena pemahaman wanita itu ttg Yesus, maka ia bersedia dating dengan membawa sebotol minyak narwastu yg mahal. Pasti bhw minyak ini ia beli dari hasiul apekerjaannya melayani tamu laki-laki. Jadi amenurut pandangan kita, barang yg ia bawa adalah barang haram, barang najis, barang kotor, barang yg berdosa pula sesuai dengan yg membawanya. Ia masuk dan mlangsung mencari Yesus, berdiri di belakang kaki Yesus, sambil menangis. Pertanyaan bagi kita, mengapa si pelacur ini menangis??
Linangan airmatanya deras jatuh menetes di kaki Yesus, lalu ia mulai bersila di bawah kaki Yesus, sambil melap kaki..itu dengan rambutnya untuk mengeringkan, kemudian setelah kaki Yesus kering, ia menyiram minyak itu ke kaki lalu mulai meremas –remas kaki itu dengan rambutnya sampai kering. Dalam bacaan kita dikatakan bhw wanita ini telah mengurapi Yesus.
Pertanyaan tadi kenapa wanita ini menangis? Ia menangis karena ia sangat bersukacita bisa abertemu dan melayani Yesus, kemudian ia menangis karena ia sangat menyesal akan hidupnya yg gelap selama ini, . Ia menangis karena matanya kini telah terang untuk melihat jalan hidup mdi depan yg disediakan Yesus melalui pengampunan dan kasihNya. Ia menangis karena ia beroleh pengampuanan dan hidupnya kinintelah bertsiah sebab dibersihkan oleh Yesus, Kata-kata Yesus bhw dosamu sudah diampuni, bukan karena perbuatan baik perempuan ini mengurapi kaki Yesus. Pengampunan datang dari Allah tidak memperhitungkan perbuatan baik kita manusia. Pengampunan mendahului kasih, sebab jika kita melakukan perbuatan kasih, itu karena Kasih Allah terlebih dahulu sdh dianugerahkan kepada kita (Iyoh. 4 : 19, kita mengasihi, karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita). Jadi perempuan ini karena imannya tahu bhw apabila bertemu Yesus dan menyesali dosanya, ia akan beroleh pengampunan.
Sdr. Sambil memandang kepada apa yg dibuat perempuan ini, Yesus memandang Simon dan berkata: Simon, kamu tidak menghormati Aku sebagai tamu yg kau undang, sebab waktu Aku masuk, kamu tidak mencuci kakiKu, kamu juga tidak menuangkan minyak di kepalaKu. Kamu juga tidak mencium Aku, tetapi lihat sejak tadi wanita ini mencium kakiKu Karena itu apa yg kamu tidak bisa lakukan, perempuan ini telah melakukannya bagiKu.

Sdr. Di Israil zaman itu, ada 3 cara dalam menerima tamu dan apa yg tuan rumah harus sediakan. 1. wakatu tamu tiba di depan rumah, tuan rumah meletakkan tangtan di atas pundak tamu lalu kemudian mencium, ciuman salam sejahtera: 2. tuan rumah membasuh kaki tamu yg sudah penuh debu karena perjalanan jauh dengan air sejuk. 3. ia memberikan botol kecil yg berisi minyak wangi lalu menuangkan atau memercikkan ke kepala tamu agar supaya terik matahari karena perjalanan jauh itu mendapat kesejukkan oleh percikkan minyak wangi itu.

Sdr. Dalam masa sengsara ini, marilah kita amerenung kembali akan segala kesalahan dan aib dosa kita, lalu marilah dengan sesal dan malu, kita bergegas datang mencari Yesus, lalu kita bersembah sujud di kakiNya sambil menangis mengaku salah dan dosa kita. Kitanyakin dan percaya bhw dalam diriNya ada pengampunan, sebab Ia datang ke dunia menderita sengsara dan kematian karena kita sekaloian, sdr dan saya. Karena itu coba kita pandang apa yg Ia lakukan thdp perempuan itu, Ia juga berkenan melakukannya untuk kita sebab kita sama-sama orang berdosa. Dosa kita tidak tersembunyi di mata Allah. Semuanya terbuka, baik kebaikan kita juga dosa kita. Marilah dengan sesal dan malu, tetapi juga denagan pengucapan syukur, bahwa dalam masa sengsara ini Ia sedang menderita bahkan mati dan bangkit untuk mengampuni dosa dan salah kita Karena demikaian kasihNya sehingga yg Ia ucapkan untuk perempu7an itu, juga Ia ucapkan untuk kita sore ini dan di sini. Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat.

Amin.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

BLOGNYA BAGUS.
MENGUNDANG BERTAMU KE BLOG SAYA.
GBU.