Kebaktian Ambarawa
Minggu, 26.02.06
NP : Maz. 32 : 8
AHB IIKor. 1 : 3 – 5
Bacaan : Mat. 11 : 28 – 30
Sdr Bacaan kita pagi ini ttg suatu ajakan dari Tuhan Yesus “MARI” kepadaKu hai kamu sekalian yg berbeban berat dan yg letih lesu. Suatu ajakan untuk kita orang percaya pada segala abad dan semua tempat. Dari waktu ke waktu memperlihatkan bhw kita adalah orang yg berbeban berat dan yg letih lesu. Beban seseorang dan kelelahan seseorang tentu berbeda kadar dan kualitasnya dari orang lain, namun pada umumnya semua orang penuh dengan beban berat dan jiwanya berada dalam keadaan letih-lesu. Dunia kita dari waktu ke waktu selalu saja menambah beratnya beban yg sudah ada sebelumnya. Oleh karena itu ke mana dan di mana saja kita berjalan kita selalu membawa beban berat yg ada di atas pundak maupun di dalam hati dan pikiran kita.
Sdr. Judul bacaan ini adalah “Ajakan Tuhan Yesus”. Tuhan Yesus mengajak semua orang ercaya sdr dan saya, kita sekalian yg merasa sedang menanggung beban berat, merana, pilu nestapa dan yg letih lesu. Yesus mengajak untuk apa??
Kata2 dari ayat bacaan ini kalau diteliti dengan saksama adalah kata-kata kepada orang Yahudi yg merasa hidupnya terlalu dan sangat dibebani oleh Ahli Torat dan orang Farisi ttg aturan2 dari Hukum Taurat. Ahli Torat menetukan 613 peraturan yg harus dipenuhi oleh rakyat kecil yg mau hidup secara taat kepada Tuhan. Bagaimana mungkin rakyat kecil menghafal dan mengingat 613 peraturan utk hidup yg sesuai dengan aturan yg dibebankan kepada mereka?. Yesus mengerti akan tanggungan tiap2 orang yg merasa terbeban yg mereka sendiri tidak sanggup memikulnya. Karena itu Yesus mengajak Mari, Aku ingin memberi kelegaan kepadamu. Ajakan ini tidak bermaksud mengangkat semua beban manusia sehingga manusia dapat hidup bebas tak terkendali sebab kalau kita terlalu hidup bebas tak terkendali maka kita juga akan gampang jatuh dalam seribu satu jerat iblis. Iblis memasang jerat di mana-mana dan dengan kata2 yg manis memanggil kita mari ikutlah aku, maka kamu akan memperoleh kepuasan lahir.
Kata-kata ajakan Yesus bukan supaya akan bebas dari semua beban hidup. Ajakan iblis berbeda dari ajakan Yesus. Iblis mengajak tidak akan memberi kita menanggung sesuatu tetapi justru akan lancar dan amana2 saja membuat kita lupa Tuhan, lupa anak istri, lupa keluarga, lupa diri sendiri. Pada iblis tidak ada kuk sebab kalau ada kuk pada iblis, kita akan lari, tetapi memang jerat iblis adalah jalan tol bagi kita. Ajakan Yesus sangat berbeda jauh dari ajakan iblis. Justru Yesus mengajak mari untuk ikut memikul kuk Yesus.
Kita selalu berpikir bhw kuk Yesus adalah salib Yesus, jadi kita diajak untuk ikut bersama-sama memikul salib Yesus. Bukan begitu maksud Yesus. Kita tak mungkin memikul salib Yesus, dan Allah tidak mungkin menyuruh Yesus datang ke bumi membebani kita ikut memikul tugas berat Yesus. Kita tidak sanggup sedikitpun melalukan apa yg Tuhan lakukan sebagai wujud kasih Allah untuk manusia dan dunia ini. Lalu apa maksud mari ikutlah pikul kuk Yesus??
Pengertian kuk adalah alat untuk membajak di sawah yg diletakkan di pundak dua ekor kerbau supaya menarik bajak. Yesus mengetahui bhw orang Yahudi seringkali menyebut ketaatan terhadap Tuhan sebagai “menerima dan memikul kuk Tuhan”, Pertanyaan kepada kita semua: Apakah Kuk Yesus sama dengan Kuk Ahli Torat?? Tidak sidang jemaat. Kalau Yesus mengajak kita untuk mari ikutlah Aku, pikullah kuk yg Aku tanggung, artinya Yesus mengajak kita supaya taat terhadap ajaran dan hukum2 Yesus yg dapat kita baca pada Hotbah di Bukit Mat. 5 – 7. Di sana kita lihat bhw Tuhan Yesus tidak membuang hukum PL tetapi di sana Ia menerangkan bahkan memenuhinya . Di sana juga Yesus mau menjelaskan keseluruhan inti hukum Tuhan atau inti hukum Torat adalah kasih kepada Allah secara tulus ikhlas dan kasih terhadap sesama manusia secara tulus ikhlas pula (Mat. 22 : 37 – 40).
Sdr: dalam ayat 29, Yesus memanggil kita dan semua orang percaya utk belajar daripadaNya sebab Ia lemah lembut dan rendah hati. Yesus adalah orang yg lemah lembut terhadap orang sengsara, orang hina dan orang berdosa, yaitu suatu sikap terhadap semua manusia padahal Ia juga rendah hati, menunjukkan sikap Yesus terhadap Allah BapaNya. Kerendahan hati Yesus berarti Ia tunduk di hadapan Allah, mentaati Allah dan selalu memohon pertolongan dari Allah saja. Banyak kali kita hampir sama dengan orang Farisi, yaitu kita kita suka keras hati dan sombong. Kita sering memuliakan Allah hanya dengan mulut saja tetapi hati kita ingin menerima puji2an serta penghormatan dari orang. Mestinya sebagai orang percaya kita harus belajar dari Yesus: Kita dengar kata2Nya, kita belajar pula dari teladanNya. Karena itu Yesus disebut sebagai Guru yang baik. Guru yg baik bila mengajar para murid dan para murid mengerti dengan jelas, serta memahami melalui ajaran dan teladannya. Jelas jika kita mengikuti dan belajar dari Yesus, kita akan mendapat pengertian, hikmat serta ketenangan. Ketenangan yg benar tidak terdapat dalam kekayaan.atau puji2an. Ketenangan yg benar adalah kasih dari ketaatan terhadap perintah-perintah Yesus dan dari pengharapan akan pertolongan Yesus. Kerendahan hati yg diajarkan Yesus juga akan menghasilkan ketenangan batin bagi kita.
Bagian akhir dari bacaan ini: Bhw kuk yg Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan. Sdr. Ini sebuah kiasan bhw kuk utk binatang harus dibentuk agar cocok dengan leher binatang itu supaya jangan sampai menyakitinya.
Menurut ceritera, bhw Yesus waktu membantu bapaNya sebagai tukang kayu sering membuat kuk yg paling bagus dan paling cocok dan yg paling enak di seluruh Galelea. Kuk yg dibusat Yesus, dipasangkan kepada puindak binatang, binatang tidak menderita, tetapi enak meskipun itu sesuatu yg berat Pertanyaan lagi kpd kita: Bagaimana mungkin kuk perintah2Nya dan beban yg Ia muatkan sebagai enak dan ringan?? Tak pernah seorang menuntut kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama demikian radikal seperti yg Tuhan Yesus lakukan. Apakah itu bukan sesuat beban yg berat??
Marilah kepadaKu hai kamu sekalian yg menanggung berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Ucapan ini juga adalah ucapan Allah melalui Yesaya: Ayo, hai semua orang yg haus marilah, minumlah air, dan hai orang yg tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran.” (Yesaya 55 : 1) Semua ajakan dan panggilan dan undangan dari Allah kepada kita selalu membawa pertolongan, dan sukacita, meskipun kadang2 kita rasakan sebagai beban berat. Jasdi kalau Yesus mengajak, mari ikutlah Aku, pikullah kuk yg Aku pasang apakah itu sesuatu yg berat??
Sabar saudara sekalian!! Jawabannya bias ringan bias berat itu semuanya tergantung pada hati kita. Apabila kita telah yakin dalam hati bhw perintah2 Yesus adalah perintah yg berguna bagi kita, apalagi kalau dalam hati kita melalui iman kita sungguh2 mengasihi Juruselamat yg telah memberi perintah2 itu maka kita melakukannya dengan senang hati. Ada pepatah mengatakan: Bhw Kasih menjadikan setiap beban yg berat menjadi ringan. Jika kita mengasihi Allah Bapa dan Yesus Kristus yg telah sedemikian rupa mengasihi kita, maka kita rela utk hidup bagi Dia Dan kalau kita sudah merasakan bhw hal mengasihi sesama manusia adalah hal yg indah, yg menyenangkan yg memuaskan, maka kita akan menganggap dan merasakan bhw kuk yg Yesus berikan kepada kita yaitu kasih sebagai enak dan ringan pula. Maril;ah kepadaKu dan marilah hai semua orang yg lapar dan haus, adalah panggilan dan ajakan untuk kita supaya kita jangan lari kepada manusia dan dunia, tetapi marilah dengan berlomba dengan yakin dan dengan iman serta pengharapan, kita dating kepada Yesus, sebab di sana kita akan memperoleh kepuasan bathin dan hati kita akan dipenuhi dengan ketengan dan kelegaan oleh kuasa RohKudus.7
Amin.
Rabu, 28 Mei 2008
Kalimangli 31 Des '07
Hotbah Akhir thn 2007
Kalimangli, 31 Desemeber 2007
Pembacaan : Yesaya 66 : 18 – 24
Sdr. Kita kini sedang berada pada saat akhir dari penghujung thn 2007.
Jika kita menoleh ke belakang sejak kita mulai memasuki awal thn 2007 kita selalu bertanya: Bagaimanakah dengan hidupku adalam thn yg akan datang ini?? Jika kita merenung ttg perjalanan kita, gereja, jemaat, persekutuan, keluarga, maka kita dapat menghitung banyak berkat dan pertolongan Tuhan, disamping ada juga berbagai kegagalan dan kekecewaan yg kita alami dalam thn yg sedang berlalu ini. Sepatutnyalah kita mengucap syukur kepada Allah sebagai Allah Pembimbing yg telah membimbing perjalanan kita sekalian sampai pada batas akhir dari thn panjang yg akan segera kita tinggalkan.
Sdr sekalian Bacaan kita malam ini menggambarkan kepada kita, Nabi melukiskan keadaan Israil menjelang masa akhir pembuangan mereka di Babilon. Nabi menyampaikan pikiran Allah: Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka. Rancangan bangsa-bangsa yg mentertawakan Israil sebab mereka lama ditawan di Babel seolah-olah Allah Isreal adalah Allah yg tidak mampu menolong sehingga membiarkan mereka menderita dan tertawan. Karena itu mereka merenung nasib mereka dan berseru dalam derita kepada Tuhan katanya : Pandanglah dari sorga dan lihatlah dari kediamanMu yg kudus dan agung! Dimanakah kecemburuanMu dan keperkasaanMu, hatiMu yg tergerak dan kasihsayangMu?? Janganlah kiranya Engkau menahan diri, Bukankah Engkau Bapa kami?? Ya Tuhan, Engkau sendiri Bapa kami, NamaMu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala!! (Yesaya 63 :15, 16). Keluhan dan pengakuan bangsa ini mengungkapkan sikap hati dan iman mereka. Dalam penderitaan ini mereka lalu mengenang masa lalu ketik masih menduduki tanah perjanjian yg berlimpah-ruah kecukupan sebagai negeri yg penuh susu dan madu. Tetapi akibat perbuatan nenek-moyang, membuat Tuhan murka dan membuang mereka dari hadapanNya.
Bacaan kita malam ini menjelaskan bhw setelah 70 thn di Babel, semua generasi yg pertama yg diangkut mati di pembuangan (sama halnya dengan Israil waktu keluar dari Mesir. Tidak seorang dari mereka mengerti ttg perbuatan dosa nenek-moyang. Mereka ini adalah generasi baru, yg dalam Alkitab disebut sisa-sisa Israil. Melalui generasi baru ini Tuhan ingat akan janjiNya kepada nenekmoyang mereka, Abraham, Ishak dan Jacub, bahwa melalui keturunan mereka bangsa-bangsa di dunia akan memperoleh berkat Maka melalui sisa-sisa Israil ini Allah memanggil seluruh bangsa termasuk bangsa Israil sendiri, agar mereka beserta saudaraa-saudara mereka kembali ke Sion sebagai korban untuk Tuhan dan memuliakan Allah.
Sdr. Melalui pemberitaan Yesaya ini maka kita yg tengah menunggu untuk beralih waktu dari thn yg lama ke thn yang baru, kita perlu merenung bhw kita bisa tiba di sini saat ini semata-mata karena Anugerah Allah saja. Jika malam ini kita mempersiapkan diri keluar dari berbagai himpitan thn 2007 maka wajiblah kita naikkan ucapan Syukur bhw sampai di sini Tuhan telah menolong kita (Isamuel 7 : 12). Kita dimerdekakan dan dibebaskan diberi kesempatan memasuki thn baru 2008, agar kita memanggil saudara-saudara yg lain agar bersama-sama menikmati kasih dan nugerahNya. Marilah kita mengucap syukur, bukan dengan makanan dan minuman, tetapi kita bersyukur dengan hati yg tulus ikhlas dengan datang ke rumah Tuhan dalam ibadah sambil membawa korban persembahan syukur sambil bersukacita dan memberitakan kebaikan Tuhan atas perjalanan hidup kita selama ini.
Amin.
Kalimangli, 31 Desemeber 2007
Pembacaan : Yesaya 66 : 18 – 24
Sdr. Kita kini sedang berada pada saat akhir dari penghujung thn 2007.
Jika kita menoleh ke belakang sejak kita mulai memasuki awal thn 2007 kita selalu bertanya: Bagaimanakah dengan hidupku adalam thn yg akan datang ini?? Jika kita merenung ttg perjalanan kita, gereja, jemaat, persekutuan, keluarga, maka kita dapat menghitung banyak berkat dan pertolongan Tuhan, disamping ada juga berbagai kegagalan dan kekecewaan yg kita alami dalam thn yg sedang berlalu ini. Sepatutnyalah kita mengucap syukur kepada Allah sebagai Allah Pembimbing yg telah membimbing perjalanan kita sekalian sampai pada batas akhir dari thn panjang yg akan segera kita tinggalkan.
Sdr sekalian Bacaan kita malam ini menggambarkan kepada kita, Nabi melukiskan keadaan Israil menjelang masa akhir pembuangan mereka di Babilon. Nabi menyampaikan pikiran Allah: Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka. Rancangan bangsa-bangsa yg mentertawakan Israil sebab mereka lama ditawan di Babel seolah-olah Allah Isreal adalah Allah yg tidak mampu menolong sehingga membiarkan mereka menderita dan tertawan. Karena itu mereka merenung nasib mereka dan berseru dalam derita kepada Tuhan katanya : Pandanglah dari sorga dan lihatlah dari kediamanMu yg kudus dan agung! Dimanakah kecemburuanMu dan keperkasaanMu, hatiMu yg tergerak dan kasihsayangMu?? Janganlah kiranya Engkau menahan diri, Bukankah Engkau Bapa kami?? Ya Tuhan, Engkau sendiri Bapa kami, NamaMu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala!! (Yesaya 63 :15, 16). Keluhan dan pengakuan bangsa ini mengungkapkan sikap hati dan iman mereka. Dalam penderitaan ini mereka lalu mengenang masa lalu ketik masih menduduki tanah perjanjian yg berlimpah-ruah kecukupan sebagai negeri yg penuh susu dan madu. Tetapi akibat perbuatan nenek-moyang, membuat Tuhan murka dan membuang mereka dari hadapanNya.
Bacaan kita malam ini menjelaskan bhw setelah 70 thn di Babel, semua generasi yg pertama yg diangkut mati di pembuangan (sama halnya dengan Israil waktu keluar dari Mesir. Tidak seorang dari mereka mengerti ttg perbuatan dosa nenek-moyang. Mereka ini adalah generasi baru, yg dalam Alkitab disebut sisa-sisa Israil. Melalui generasi baru ini Tuhan ingat akan janjiNya kepada nenekmoyang mereka, Abraham, Ishak dan Jacub, bahwa melalui keturunan mereka bangsa-bangsa di dunia akan memperoleh berkat Maka melalui sisa-sisa Israil ini Allah memanggil seluruh bangsa termasuk bangsa Israil sendiri, agar mereka beserta saudaraa-saudara mereka kembali ke Sion sebagai korban untuk Tuhan dan memuliakan Allah.
Sdr. Melalui pemberitaan Yesaya ini maka kita yg tengah menunggu untuk beralih waktu dari thn yg lama ke thn yang baru, kita perlu merenung bhw kita bisa tiba di sini saat ini semata-mata karena Anugerah Allah saja. Jika malam ini kita mempersiapkan diri keluar dari berbagai himpitan thn 2007 maka wajiblah kita naikkan ucapan Syukur bhw sampai di sini Tuhan telah menolong kita (Isamuel 7 : 12). Kita dimerdekakan dan dibebaskan diberi kesempatan memasuki thn baru 2008, agar kita memanggil saudara-saudara yg lain agar bersama-sama menikmati kasih dan nugerahNya. Marilah kita mengucap syukur, bukan dengan makanan dan minuman, tetapi kita bersyukur dengan hati yg tulus ikhlas dengan datang ke rumah Tuhan dalam ibadah sambil membawa korban persembahan syukur sambil bersukacita dan memberitakan kebaikan Tuhan atas perjalanan hidup kita selama ini.
Amin.
Ambarawa 10 Feb '08
Hotbah Ambarawa
Minggu, 10 Febr. 2008
Natas Pemb. Roma 15 : 7
AHB IPetrus. 1 : 22
Bacaan : Yoh. 19 : 25 – 27
Kita berada dalam suasana masa sengsara Kristsus atau masa prapaskah
Bacaan kita menjelaskan bhw para murid dan ibu Yesus serta beberapa perempuan yg semasa hidp, selalu mengikuti ke mana Yesus pergi berada selalu bersama ampai – samapai saat – saat akhir Yesus disalib pun mereka selalu dekat dengan Yesus. Suatu contoh yg kita harus lakukan dalam hidup kita sebagai orang percaya. Waktu Yesus memandang ibuNya, Ia berkata : Ibu, inilah anakmu dan kepada para muridNya ia berkata kepada mereka inilah ibumu. Dari perempuan2 yg ada di kaki salib Yesus ini, ada seorang perempuan “Pendosa” tetapi yg telah diterima Yesus masuk dalam persekutuan. Jika seorang perempuan yg diketahui adalah “wanita Pendosa” mungkin bagi kita sulit untuk mengikutsertakan dia dalam pelayanan gereja apalagi dimasukkan dalam persekutuan keluarga. Banyak orang akan mencibr bibir dan memandang dia dengan senyum yg asam serta muka yang agak cemberut. Tetapi sdr, Yesus berbeda dengan kita, karena Ia datang justru kepada mereka itu yg ditolak oleh kita manusia, Yesus datang untuk para manusia-manusia yg ditolak oleh masyarakat, waktu itu seperti para nelayan, gembala, pemungut cukai dan para wanita panggilan tetapi juga untuk kita masa kini dengan berbagai perbuatan dosa tercela kita, baik yg kelihatan tetapi juga yg sembunyi2. Kita ingat akan peristiwa waktu Yesus diundang makan dalam rumah Simon orang kusta. Pada saat sedang makan masuklah seorang wanita pendosa, sambil menangis, berdiri di kaki Yesus sambil memabasahi kakiNya dengan air mata dan menyeka kaki itu dengan rambutnya. Tidak putus-putusnya ia mencium kakii Yesus sambil memminyaki kaki itu dan menyekanya dengan rambut. Para undangan heran melihat perbuatan wanita pendosa ini. Yesus tau bhw dia wanita pendosa, dan mungkin juga minyak itu hasil dari usaha dosanya. Yesus tidak menolak wanita ini bahkan akhirnya mengampuni dia sebab ia telah menunjukkan kasihnya kepada Yesus, Yesus justru menerima perbuatan kasih dari seorang pendosa tetapi menegur Simon, sebab Simon tidak menyediakan air pembasuh kaki dan minyak untuk mengurapi kepala Yesus, tetapi justru perempuan pendosa ini telah melakukan kebaikan yg tidak dilakukan oleh orang terhormat seperti Simon. Wanita pendosa ini melakukan apa adanya dengan segenap hati dalam keberadaannya. Ia melakukan hal ini seolah-olah menelanjangi hidupnya di hadapan Yesus dan mengharap apa yg akan Yesus lakukan padanya. Ia lakukan itu semuanya karena Ia benar-benar mengerti bahwa pada Yersus ada pengampunan dan damai sejahtera.Ia tidak perduli apa kata orang padanya, tetapi dengan penyerahan diri yg sungguh dan dengan cara ia sendiri ia dating mencari Yesus. Tidak ada hal lain yg ia bisa berbuat untuk menghapus aib dari hidupnya, kecuali datang mencari Yesus, menyembah dan melakukan perbuatan kasih kepadaNya. (Lukas 7 : 36 –40,44 – 49.)
. Karena dalam kata-kataNya, Ibu inilah anakMu, kemudian, para murid, inilah ibumu. Para murid mewakili jemaat yg terdiri dari berbagai macam orang dengan berbagai macam tabiat dan profesi. Di sini nampak suatu persekutuan yg diakrabkan oleh kematian Kristus. Persekutuan ini disebut gereja, umat Allah. Dalam gereja, Yesus menghimpun semua manusia, tidak ada perbedaan suku, bahasa dan warna kulit. Dalam gereja, Kristus menghimpun semua manusia, dengan berbagai pekerjaan dan jabatan , ada direktur, tetapi juga ada tukang sapu, ada orang yg suka meminjamkan uang dengan riba tinggi, tetapi juga ada kita sebagai peminjam.. Ada orang dengan tangan bersih, tetapi juga ada orang dengan tangan kotor. Ada yg menarikm pajak secara jujur tetapi juga ada yg suka memanipulasi pajak demi keuntungan diri sendiri. Gereja menghimpun semua orang ini, dan mempersekutukannya dengan Kristus sebagai kepala. Kristus menerima dan menghimpun semuanya menjadi satu persekutuan lalu kematianNya dan kebangkitanNya menghapus dan membersihkan semua aib itu, karena itulah kita semua sama-sama dapat duduk dalam satu keluarga yg Allah sendiri menjadi kepala.Inilah kasih Allah yg tidak pernah memilah-milah manusia dengan keadaanya. Siapa saja baik pendosa atau orang aterhormat, silahkan dating kepada Yesus, sebab di sana ada keselamatan dan damai sejahtera. Didalam kematian Yesus, Ia telah memulihkan bukan saja hubungan antara Tuhan dengan kita manusia berdosa, tetapi juga hubungan antara manusia dengan sesamanya. Karena itu gereja terpanggil supaya kalau dapat mencari sebanyak-banyaknya orang untuk masuk menjadi anak Tuhan, anak gereja, anak persekutuan dengan tidak membedakan bhw dia orang pendosa atau orang baik-baik. Sebab Yesus telah menunjukkan terlebih dahulu contoh bagi kita, agar kita melakukan apa yg dapat kita lakukan dalam hidup beriman kita.
Setelah Yesus berkata kepada para murid inilah ibumu, dengan demikian telah terjadi ikatan persekutuan, antara Yesus dengan orangtuanya, demikian juga Yesus dengan para murid, lalu persekutuan ini melebar dengan cara, Yesus mempertemukan para murid dengan ibu Yesus, sehingga para murid dengan sukacita menerima ibu Yesus masuk dalam keluarga mereka.
Sdr. . Inilah panggilan kita untuk keluar dan mencari dan mempertemukan orang2 dengan Yesus supaya mereka masuk menjadi persekutuan keluarga Allah dan dengan demikian menjadi satu keluarga dengan kita juga yg dihimpun dalam gereja sebagai persekutuan orang percaya yg dipanggil keluar dari kegelapan masuk dalam Terang kasih Allah. Jika saat ini kita berada di kaki salib Yesus, kita akan dengar kata-kataNya: Ibu, inilah anakMu dan kepada para murid, kita sekalian inilah ibumu. Kita semua dipersekutukan dalam kematian dan kebangkitan Kritus, karena Allah mengasihi kita semua.
Amin.
Minggu, 10 Febr. 2008
Natas Pemb. Roma 15 : 7
AHB IPetrus. 1 : 22
Bacaan : Yoh. 19 : 25 – 27
Kita berada dalam suasana masa sengsara Kristsus atau masa prapaskah
Bacaan kita menjelaskan bhw para murid dan ibu Yesus serta beberapa perempuan yg semasa hidp, selalu mengikuti ke mana Yesus pergi berada selalu bersama ampai – samapai saat – saat akhir Yesus disalib pun mereka selalu dekat dengan Yesus. Suatu contoh yg kita harus lakukan dalam hidup kita sebagai orang percaya. Waktu Yesus memandang ibuNya, Ia berkata : Ibu, inilah anakmu dan kepada para muridNya ia berkata kepada mereka inilah ibumu. Dari perempuan2 yg ada di kaki salib Yesus ini, ada seorang perempuan “Pendosa” tetapi yg telah diterima Yesus masuk dalam persekutuan. Jika seorang perempuan yg diketahui adalah “wanita Pendosa” mungkin bagi kita sulit untuk mengikutsertakan dia dalam pelayanan gereja apalagi dimasukkan dalam persekutuan keluarga. Banyak orang akan mencibr bibir dan memandang dia dengan senyum yg asam serta muka yang agak cemberut. Tetapi sdr, Yesus berbeda dengan kita, karena Ia datang justru kepada mereka itu yg ditolak oleh kita manusia, Yesus datang untuk para manusia-manusia yg ditolak oleh masyarakat, waktu itu seperti para nelayan, gembala, pemungut cukai dan para wanita panggilan tetapi juga untuk kita masa kini dengan berbagai perbuatan dosa tercela kita, baik yg kelihatan tetapi juga yg sembunyi2. Kita ingat akan peristiwa waktu Yesus diundang makan dalam rumah Simon orang kusta. Pada saat sedang makan masuklah seorang wanita pendosa, sambil menangis, berdiri di kaki Yesus sambil memabasahi kakiNya dengan air mata dan menyeka kaki itu dengan rambutnya. Tidak putus-putusnya ia mencium kakii Yesus sambil memminyaki kaki itu dan menyekanya dengan rambut. Para undangan heran melihat perbuatan wanita pendosa ini. Yesus tau bhw dia wanita pendosa, dan mungkin juga minyak itu hasil dari usaha dosanya. Yesus tidak menolak wanita ini bahkan akhirnya mengampuni dia sebab ia telah menunjukkan kasihnya kepada Yesus, Yesus justru menerima perbuatan kasih dari seorang pendosa tetapi menegur Simon, sebab Simon tidak menyediakan air pembasuh kaki dan minyak untuk mengurapi kepala Yesus, tetapi justru perempuan pendosa ini telah melakukan kebaikan yg tidak dilakukan oleh orang terhormat seperti Simon. Wanita pendosa ini melakukan apa adanya dengan segenap hati dalam keberadaannya. Ia melakukan hal ini seolah-olah menelanjangi hidupnya di hadapan Yesus dan mengharap apa yg akan Yesus lakukan padanya. Ia lakukan itu semuanya karena Ia benar-benar mengerti bahwa pada Yersus ada pengampunan dan damai sejahtera.Ia tidak perduli apa kata orang padanya, tetapi dengan penyerahan diri yg sungguh dan dengan cara ia sendiri ia dating mencari Yesus. Tidak ada hal lain yg ia bisa berbuat untuk menghapus aib dari hidupnya, kecuali datang mencari Yesus, menyembah dan melakukan perbuatan kasih kepadaNya. (Lukas 7 : 36 –40,44 – 49.)
. Karena dalam kata-kataNya, Ibu inilah anakMu, kemudian, para murid, inilah ibumu. Para murid mewakili jemaat yg terdiri dari berbagai macam orang dengan berbagai macam tabiat dan profesi. Di sini nampak suatu persekutuan yg diakrabkan oleh kematian Kristus. Persekutuan ini disebut gereja, umat Allah. Dalam gereja, Yesus menghimpun semua manusia, tidak ada perbedaan suku, bahasa dan warna kulit. Dalam gereja, Kristus menghimpun semua manusia, dengan berbagai pekerjaan dan jabatan , ada direktur, tetapi juga ada tukang sapu, ada orang yg suka meminjamkan uang dengan riba tinggi, tetapi juga ada kita sebagai peminjam.. Ada orang dengan tangan bersih, tetapi juga ada orang dengan tangan kotor. Ada yg menarikm pajak secara jujur tetapi juga ada yg suka memanipulasi pajak demi keuntungan diri sendiri. Gereja menghimpun semua orang ini, dan mempersekutukannya dengan Kristus sebagai kepala. Kristus menerima dan menghimpun semuanya menjadi satu persekutuan lalu kematianNya dan kebangkitanNya menghapus dan membersihkan semua aib itu, karena itulah kita semua sama-sama dapat duduk dalam satu keluarga yg Allah sendiri menjadi kepala.Inilah kasih Allah yg tidak pernah memilah-milah manusia dengan keadaanya. Siapa saja baik pendosa atau orang aterhormat, silahkan dating kepada Yesus, sebab di sana ada keselamatan dan damai sejahtera. Didalam kematian Yesus, Ia telah memulihkan bukan saja hubungan antara Tuhan dengan kita manusia berdosa, tetapi juga hubungan antara manusia dengan sesamanya. Karena itu gereja terpanggil supaya kalau dapat mencari sebanyak-banyaknya orang untuk masuk menjadi anak Tuhan, anak gereja, anak persekutuan dengan tidak membedakan bhw dia orang pendosa atau orang baik-baik. Sebab Yesus telah menunjukkan terlebih dahulu contoh bagi kita, agar kita melakukan apa yg dapat kita lakukan dalam hidup beriman kita.
Setelah Yesus berkata kepada para murid inilah ibumu, dengan demikian telah terjadi ikatan persekutuan, antara Yesus dengan orangtuanya, demikian juga Yesus dengan para murid, lalu persekutuan ini melebar dengan cara, Yesus mempertemukan para murid dengan ibu Yesus, sehingga para murid dengan sukacita menerima ibu Yesus masuk dalam keluarga mereka.
Sdr. . Inilah panggilan kita untuk keluar dan mencari dan mempertemukan orang2 dengan Yesus supaya mereka masuk menjadi persekutuan keluarga Allah dan dengan demikian menjadi satu keluarga dengan kita juga yg dihimpun dalam gereja sebagai persekutuan orang percaya yg dipanggil keluar dari kegelapan masuk dalam Terang kasih Allah. Jika saat ini kita berada di kaki salib Yesus, kita akan dengar kata-kataNya: Ibu, inilah anakMu dan kepada para murid, kita sekalian inilah ibumu. Kita semua dipersekutukan dalam kematian dan kebangkitan Kritus, karena Allah mengasihi kita semua.
Amin.
Tambakrejo 1 Jan '07
Hotbah awal tahun 1 Jan. 08
Tambakrejo, 1 Jan. 2007
Bacaan Kel. 33 : 15 – 22
Kita semua pernah melakukan perjalanan bukan?? Satu hal yg pasti sebelum melakukan perjalanan kita harus mempersiapkan diri untuk perjalanan itu. Mungkin juga kita perlu belajar dari perjalanan yg telah kita lakukan dulu, bhw kesulitan dan keberhasil yg kita alami waktu itu, kini akan menjadi pelajaran yg berharga bagi kita. Artinya kita sudah kira-kira persiapan apa yg akan kita sediakan untuk memasuki perjalanan panjang yg sedang menanti kita ini. Seperti lazimnya kita semua katakana eehh kok sudah tahun Baru ya?? Seolah-olah mimpi bhw kita telah melewati thn panjang 2007. Jika kita hitung2 memang banyak hal yg telah dialami, baik suka dukanya, keberhasilan juga kegagalannya namun semuanya itu terjadi dalam kasih dan penyertaan Allah sehingga oleh KasihNya itu Ia berkenan menyeberangkan kita melewati thn 2007 memasuk thn Baru 2008 ini. Kini kita berdiri di tepi thn panjang yg sedang menanti kita. Seperti lazimnya lagi saat berdiri di kaki thn 2008 dan membayang ke jalan panjang di depan kita bertanya lagi: Bagaimanakah hidup kita nanti di thn ini?? Kesukaran2 yg sedang melanda negara kita, banjir yg menggenangi tempat pemukiman penduduk, air yg membabat rel keretaapi sehingga Koran kemarin 31 menulis bhw keretaapi Semarang – Surabaya terputus. Sebagai manusia kita bertanya lagi apakah ini bukan isyarat dari Tuhan untuk memberi peringatan agar kita waspada??
Sdr. Bacaan hari ini 1 Jan. 2008 menuntun kita utk merenung perjalanan kita ini.
Sdr Kita semua telah kenal Musa sebagai orang kepercayaan Tuhan untuk menuntun Orang Israil keluar dari Mesir. Sebagai manusia Musa juga melihat jauh ke depan kepada perjalanan yg akan ia dan bangsa ini pergi. Ia membayangkan betapa banyak kesulitan dan hambatan yg akan mereka alami di jalan. Mereka takut mendengar bahaya yg menghadang : 4 Mereka lalu berseru kepada Tuhan lalu berkabung dan dalam perkabungan itu mereka menyadari akan kesalahan mereka kepada Tuhan. Terhadap kesulitan ini Musa Memohon kepada Tuhan: tolong Tuhan beritahukan jalan mana yg harus kami tempuh: Kata Musa Jikalau Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini (:15).
Sdr. Secara logika mestinya Musa tak perlu perlu memohon bantuan Tuhan sebab Musa sendiri kan ditunjuk Tuhan, apalagi Ia pernah menuntun mereka keluar dari Mesir. Tetapi satu hal yg tidak boleh kita lupa bhw Musa adalah manusia sehingga untuk memnghadapi sesuatu yg belum kita mengerti dan pahami dan yg kita tidak tahu apa yg akan terjadi dalam hidup kita, :Kita perlu bertanya kepada Tuhan sepertri apa yg Musa katakana ini:
Sdr. Banyak kali kita yg telah memiliki “sesuatu” apalagi kita telah ditunjuk untuk memimpin barangkali kita akan berkata: Ah gampang, aku bisa, aku mampu, aku tak perlu memelukan pertolongan siapa-siapa sebab aku kan hamba Tuhan, orang kepercayaan Tuhan.
Atas pertanyaan ini Tuhan sebagai Allah yg penuh kasih setia menjawab Musa dan memberikana kepastian: Bhwa Allah sendiri yg akan membimbing Israil. Rupanya permintaan Musa bukan Cuma satu tetapi ada yg lain: Musa memohon kasih karunia Allah, sebab untuk memasuki sesuatu yg masih rahasia, perlu ada kasih karunia Allah. Allah juga menjawab: Aku akan memberi kasih karuniua dan mengasihani siapa yg Kukasihani (:19b).
Sdr. Berdasarkan jawaban ini maka sebagai orang beriman kita akan katakana: bahwa bukan saja Musa dan Harun yg akan memperoleh kasih karunia dari Allah tetapi siapa saja, termasuk kita sekalian yg sedang berdiri di hilir dari perjalanan panjang ini siapa saja dari kita yg berkenan di hati Allah akan mendapat kasih karunia. Tuhan mengaruniai siapa saja yg dikasihaniNya. Pastilah bhw orang2 yg berkenan kepadaNya adalah mereka yg percayaa sambil melakukan perintah yg difirmankan, termasuk bagi kita sekalian.
Meskipun tahun yg baru ini masih menjadi rahasia bagi kita sebagai manusia, tetapi pada lain sisi, kita sebagai orang beriman yg telah mengalami penyertaan Tuhan pada masa lampau, maka kita saat ini harus meyakini pernyataan Tuhan pada Musa: Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberi ketenteran kepadamu (:14). Jawaban Allah kepada Musa ini adalah juga jawaban Allah kepada kita sekalian yg sedang mengayunkan langkawah awal memasuki thn ini. Kita harus berkata juga seperti Musa : Bhw kita tidak sanggup berjalan sendiri sebab kita tidak mungkin berhasil mencapai garis finis dari tujuan hidup kita. : Jikalau Engkau sendiri tidak membimbing kami, jangan Kausuruh kami umatmu berangkat memasuki thn ini. Marilah kita berdoa dan mengangkat tangan kita kepada Allah seraya memohon: Pimpinlah kami sebagai gereja, sebagai jemaat, persekutuan, keluarga dan diri pribadi agar kita mampu masuki perjalanan di tahun 2008 ini. Sebab kami akan berhasil jika Engkau menyertai kami, memelihara dan memimpin perjalanan kami memasuki thn 2008 ini.
Amin.
Tambakrejo, 1 Jan. 2007
Bacaan Kel. 33 : 15 – 22
Kita semua pernah melakukan perjalanan bukan?? Satu hal yg pasti sebelum melakukan perjalanan kita harus mempersiapkan diri untuk perjalanan itu. Mungkin juga kita perlu belajar dari perjalanan yg telah kita lakukan dulu, bhw kesulitan dan keberhasil yg kita alami waktu itu, kini akan menjadi pelajaran yg berharga bagi kita. Artinya kita sudah kira-kira persiapan apa yg akan kita sediakan untuk memasuki perjalanan panjang yg sedang menanti kita ini. Seperti lazimnya kita semua katakana eehh kok sudah tahun Baru ya?? Seolah-olah mimpi bhw kita telah melewati thn panjang 2007. Jika kita hitung2 memang banyak hal yg telah dialami, baik suka dukanya, keberhasilan juga kegagalannya namun semuanya itu terjadi dalam kasih dan penyertaan Allah sehingga oleh KasihNya itu Ia berkenan menyeberangkan kita melewati thn 2007 memasuk thn Baru 2008 ini. Kini kita berdiri di tepi thn panjang yg sedang menanti kita. Seperti lazimnya lagi saat berdiri di kaki thn 2008 dan membayang ke jalan panjang di depan kita bertanya lagi: Bagaimanakah hidup kita nanti di thn ini?? Kesukaran2 yg sedang melanda negara kita, banjir yg menggenangi tempat pemukiman penduduk, air yg membabat rel keretaapi sehingga Koran kemarin 31 menulis bhw keretaapi Semarang – Surabaya terputus. Sebagai manusia kita bertanya lagi apakah ini bukan isyarat dari Tuhan untuk memberi peringatan agar kita waspada??
Sdr. Bacaan hari ini 1 Jan. 2008 menuntun kita utk merenung perjalanan kita ini.
Sdr Kita semua telah kenal Musa sebagai orang kepercayaan Tuhan untuk menuntun Orang Israil keluar dari Mesir. Sebagai manusia Musa juga melihat jauh ke depan kepada perjalanan yg akan ia dan bangsa ini pergi. Ia membayangkan betapa banyak kesulitan dan hambatan yg akan mereka alami di jalan. Mereka takut mendengar bahaya yg menghadang : 4 Mereka lalu berseru kepada Tuhan lalu berkabung dan dalam perkabungan itu mereka menyadari akan kesalahan mereka kepada Tuhan. Terhadap kesulitan ini Musa Memohon kepada Tuhan: tolong Tuhan beritahukan jalan mana yg harus kami tempuh: Kata Musa Jikalau Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini (:15).
Sdr. Secara logika mestinya Musa tak perlu perlu memohon bantuan Tuhan sebab Musa sendiri kan ditunjuk Tuhan, apalagi Ia pernah menuntun mereka keluar dari Mesir. Tetapi satu hal yg tidak boleh kita lupa bhw Musa adalah manusia sehingga untuk memnghadapi sesuatu yg belum kita mengerti dan pahami dan yg kita tidak tahu apa yg akan terjadi dalam hidup kita, :Kita perlu bertanya kepada Tuhan sepertri apa yg Musa katakana ini:
Sdr. Banyak kali kita yg telah memiliki “sesuatu” apalagi kita telah ditunjuk untuk memimpin barangkali kita akan berkata: Ah gampang, aku bisa, aku mampu, aku tak perlu memelukan pertolongan siapa-siapa sebab aku kan hamba Tuhan, orang kepercayaan Tuhan.
Atas pertanyaan ini Tuhan sebagai Allah yg penuh kasih setia menjawab Musa dan memberikana kepastian: Bhwa Allah sendiri yg akan membimbing Israil. Rupanya permintaan Musa bukan Cuma satu tetapi ada yg lain: Musa memohon kasih karunia Allah, sebab untuk memasuki sesuatu yg masih rahasia, perlu ada kasih karunia Allah. Allah juga menjawab: Aku akan memberi kasih karuniua dan mengasihani siapa yg Kukasihani (:19b).
Sdr. Berdasarkan jawaban ini maka sebagai orang beriman kita akan katakana: bahwa bukan saja Musa dan Harun yg akan memperoleh kasih karunia dari Allah tetapi siapa saja, termasuk kita sekalian yg sedang berdiri di hilir dari perjalanan panjang ini siapa saja dari kita yg berkenan di hati Allah akan mendapat kasih karunia. Tuhan mengaruniai siapa saja yg dikasihaniNya. Pastilah bhw orang2 yg berkenan kepadaNya adalah mereka yg percayaa sambil melakukan perintah yg difirmankan, termasuk bagi kita sekalian.
Meskipun tahun yg baru ini masih menjadi rahasia bagi kita sebagai manusia, tetapi pada lain sisi, kita sebagai orang beriman yg telah mengalami penyertaan Tuhan pada masa lampau, maka kita saat ini harus meyakini pernyataan Tuhan pada Musa: Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberi ketenteran kepadamu (:14). Jawaban Allah kepada Musa ini adalah juga jawaban Allah kepada kita sekalian yg sedang mengayunkan langkawah awal memasuki thn ini. Kita harus berkata juga seperti Musa : Bhw kita tidak sanggup berjalan sendiri sebab kita tidak mungkin berhasil mencapai garis finis dari tujuan hidup kita. : Jikalau Engkau sendiri tidak membimbing kami, jangan Kausuruh kami umatmu berangkat memasuki thn ini. Marilah kita berdoa dan mengangkat tangan kita kepada Allah seraya memohon: Pimpinlah kami sebagai gereja, sebagai jemaat, persekutuan, keluarga dan diri pribadi agar kita mampu masuki perjalanan di tahun 2008 ini. Sebab kami akan berhasil jika Engkau menyertai kami, memelihara dan memimpin perjalanan kami memasuki thn 2008 ini.
Amin.
Allah Tri Tunggal (4)
KATAKISASI GPIB
Pokok Bahasan : ALLAH TRITUNGGAL
4 : ROHKUDUS DAN KARYANYA
Berbicara tentang Rohkudus sama dengan berbicara tentang Allah sendiri sebab kata Yesus bahwa Allah itu Roh dan jika seseorang menyembah Dia harus menyembah deng roh dan kebenaran (Yoh 4 : 24). Dalam injil sinoptis, Kisah Rasul dan surat Paulus, Rohkudus disejajarkan dengan Allah Bapa dan Allah Anak dalam keilahian dan kesetaraan (Mat. 28 : 19, IIKor 13 : 13, IPet 1 : 2). Rohkudus juga disebut sebagai Roh Yesus, Kisah 16 : 6,7, RohAllah, Roma 8 : 9, 14; Ikor 2 : 11, Roh Tuhan Kisah 8 : 39, Roh Kristus Roma 8 : 9b, Roh Dia Roma 8 :11?. Jika kita katakan bahwa Allah adalah Roh, itu menunjukkan substansi atau hakekat Allah. Jangan kita katakan bahwa Rohkudus itu baru ada pada waktu hari Pentakosta - hari keturunan Rohkudus
Pokok Bahasan : ALLAH TRITUNGGAL
4 : ROHKUDUS DAN KARYANYA
Berbicara tentang Rohkudus sama dengan berbicara tentang Allah sendiri sebab kata Yesus bahwa Allah itu Roh dan jika seseorang menyembah Dia harus menyembah deng roh dan kebenaran (Yoh 4 : 24). Dalam injil sinoptis, Kisah Rasul dan surat Paulus, Rohkudus disejajarkan dengan Allah Bapa dan Allah Anak dalam keilahian dan kesetaraan (Mat. 28 : 19, IIKor 13 : 13, IPet 1 : 2). Rohkudus juga disebut sebagai Roh Yesus, Kisah 16 : 6,7, RohAllah, Roma 8 : 9, 14; Ikor 2 : 11, Roh Tuhan Kisah 8 : 39, Roh Kristus Roma 8 : 9b, Roh Dia Roma 8 :11?. Jika kita katakan bahwa Allah adalah Roh, itu menunjukkan substansi atau hakekat Allah. Jangan kita katakan bahwa Rohkudus itu baru ada pada waktu hari Pentakosta - hari keturunan Rohkudus
Langganan:
Postingan (Atom)