Kebaktian Malam Natal
Kalimangli, 24 Des. 2007
Bacaan : Yesaya 40 : 9 – 11
Sdr Malam ini kita tiba pada hari Advent terakhir dan besok pagi kita merayakan hari kelahiran Yesus Kristus yg kita sebut NATAL. Malam ini merupakan malam persiapan sebab besok pagi kita semua menyaksikan kedatangan anak Allah melalui seorang bayi yg diberi nama Yesus melalui Maria.Jika kita melihat kepada judul pembacaan kita (Yesaya 40) Berita kelepasan : 1 – 11) padahal bacaan kita : 9 – 11. Bacaan kita berbicara ttg seruan kabar baik, dan orang disuruh naik ke gunung yg tinggi lalu berserru dengan suara yg nyaring : Lihat itu Allahmu, lihat, itu Tuhan Allah, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tanganNya yg berkuasa. Itu yg tertulis dalam Yesua 40. Tetapi besok pagi yg kita temui adalah seorang bayi mungil yg baru saja lahir dalam kandang domba.
Memang sdr. Yg kita baca dalam Yesaya ini adalah suatu kabar sukacita kepada mereka yg baru akan kembali dari tawanan di Babel. Kabar baik itu berisi pembebasan, kelepasan dan kabar baik ini perlu disuarakan ke seluruh negeri Isreal dan Yahuda, bhw bangsa yg tertawan selama kurang lebih 70 thn kini, akan bebas dan segera kembali.. Rupanya orang yg berseru ini menyaksikan bhw ada suatu barisan besar orang yg berjalan keluar dari kegelapan (tawanan) kepada terang (kebebasan) dan si pemberita ini menyaksikan bhw Tuhan berjalan didepan. Ia berjalan sebagai Pemimpin, sebabagai seorang gembala karena itu jalan-jalan di padang harus diseiapkan, jalan yg berlubang harus diratakan dan yg bengkok harus diluruskan sebab Allah akan lewat dan semua orang yg bersandar kepadaNya akan mengikuti Dia sebagai domba mengikuti gembalanya. Inilah keadaan sukacita yg diserukan oleh Yesaya dalam bacaan kita malam ini.
Pertanyaan: apa kaitannya dengan persiapan Natal kita? Yg perlu kita ketahui bhw Kabar baik itu adalah Injil. Injil berita keselamatan bhw Kesalahan kita telah diampuni, dosa kita telah dihapus, dan kita semua t4lah dibebaskan dikeluarkan dari tawanan dosa kepada Trang Tuhan yg berisi pengampunan dan damai sejahtera. Karena itu kita diminta untuk persiapkan jalan sebab besok pagi Tuhan datang dalam diri Anak kecil yg disebut Yesus Penyelamat. Jadi malam ini kita semua mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan Tuhan yg membawa Selamat, membawa damai, membawa sejahtera, sukacita, pengampunan bagi kita. Oleh sebab itu kita juga harus menghargai kedatangan itu dan menerimanya sebagi milik kita artinya kita menerima Natal sebagi bagian dalam hidup kita. Kita menerima kedatangan Yesus yg lahir menjadi milik kita karena iman dan pengharapan.
Sdr. Minggu Advent ke 4 ini lazim kita sebut sebagai Minggu Raja sebab kita tengah dipersiapkan untuk menunggu kedatangan seorang Raja. Raja Salam, Raja Damai yg amemerintah dari, mkekal sampai kekal. Marilah kita sambut bRaja kita melalui kelahiranNya dalam Natal mbesok pagi,
Amin
Jumat, 20 Juni 2008
Ringinawe 29 Des '07
Kebaktian Natal
Persekutuan Oikoumene Ringinawe
Sabtu, 29 Des. 2007
Tema : Kita hidup bijaksana, Adil dan Beribadah
Dalam dunia sekarang ini (Titus 2 : 12b)
Dengan tidak mengurangi kesucian Firman ini, saya bahasakan ulang ayat ini dalam bahasa sehari-hari demikian: : Dalam dunia sekarang ini; Kita harus hidup “Bijaksana, Adil dan Beribadah”. Maka sesuai dengan tema ini, saya memilih bacaan IPetrus 3 : 8 – 12.
Saya ucapkan Selamat Natal kepada sdr sekalian.
Sdr. Malam ini kita persekutuan Oikoumene berkumpul di rumah keluarga Bp Jumali utk merayakan Natal . Dalam lingkungan RT kita tinggal dan hidup bersama-sama dengan warga dari latar belakang yg berbeda-beda. Lalu bagaimana kita harus bergaul dan membawa diri supaya kita tetap dikenal sebagai anak-anak Tuhan, orang beriman? Malam ini, saya ingin mengajak saudara untuk bersama-sama merenungkan hal ini.
Sdr. Surat Rasul Petrus ini ditujukan kepada para pendatang, orang2 kristen yg tersebar di beberapa daerah Asia kecil. (Ipetrus 1 : 1) Mereka lebih dikenal sebagai orang Kristen diaspora. Sebagai pendatang perlu ada petunjuk dan pegangan agar bisa menjaga diri sehingga tidak terpengaruh oleh penduduk setempat. Sesuai dengan tema Natal, saya memilih bacaan ini sebab Ayat 8 – 12 merupakan inti dari pergaulan hidup orang percaya. khususnya kita sebagai persekutuan oikoumene. Meskipun kita berada dalam satu wadah, Rasul menekankan perlunya kesepakatan dalam pemikiran, kasih persaudaraan, belas kasihan dan sopan santun. Semua ini harus kita tunjukan dalam hidup karena ini merupakan ciri khas peri laku orang beriman yg dituntut untuk berbuat baik kepada semua orang, khususnya kepada orang seiman.
Sdr, Kita bersyukur kepada Tuhan sebab oleh kasih sayangNya kita telah diantar melewati thn 2007 yg panjang dengan segala suka-dukanya, dengan berbagai berkat dan penyertaan sehingga kita tiba pada malam menjelang akhir thn ini. Jika kita menoleh ke belakang dan merenungkan harti-hari yg telah kita lewati, maka kita bila kita dapat tiba pada penghujung tahun ini semata-mata karena penyertaan, kasih dan pengampunan Allah. Saat menginjakkan kaki di awal thn 2007, kita memandang jalan yg terbentang ke depan dengan betany-tanya: Bagaimana dengan thn yg baru ini, apa yg akan terjadi? Dapatkah kita mengakhirinya dengan selamat??
Memang hidup yg kita jalani ini penuh dengan ketidakadilan. Kita mendengar, membaca bahkan menyaksikan banyak hal yg tidak adil di depan mata kita, tetapi apa daya, kita seolah tidak berdaya menghadapinya dan karena ketidak adilan telah menjadi model hidup masa kini. Kita bahkan tergoda dan bahkan ikut arus untuk berbuat tidak adil kepada sesdama. Tema kita malam ini memberikan petunjuk khusus yang perlu kita lakukan sebagai bagian dari kehidupan orang percaya. Maka kita perlu mendekatkan diri kepada Tuhan baik melalui ibadah di gereja, pergumulan dan perenungan diri pribadi. Kita perlu memohon bantuan Rohkudus, agar kita diberi kekuatan, hikmat dan kebijaksanaan sehingga mampu menepis suara yg ingin membelokkan langkah kita dari jalan Tuhan yg berada pada jalur kebenaran dan hidup. Suara-suara itu mengajak kita untuk bergabung melawan keadilan, kebaikan dan kejujuran. Suara-suara itu selalu bergaung sepanjang hari, minggu, bulan dan tahun dan apabila tidak waspada, kita akan cenderung tergoda karena jalan itu lebar, menyenangkan, ramai dan penuh pesona..
Sdr. Hidup orang percaya jika dilakukan dengan benar merupakan ibadah kepada Tuhan. Jadi apabila menjalankan sesuai dengan kehendak Tuhan, jelas kita dituntut untuk berbuat adil dan dengan tuntunan hikmat dari atas kita akan mampu bertindak bijaksana. Kita dapat membedakan mana yg baik dan mana yg jahat dan kita akan selalu hidup dengan penuh ucapan syukur, sebab kita tahu bhw segala sesuatu yg baik yg kita terima, datangnya dari Allah sebagai anugerah.
Sdr., Tema ini mengingatkan kita dalam menjalani hidup dalam thn 2008 yang akan segera kita masuki ini harus kita berlaku adil, bijaksana dan beribadah. Itulah panggilan dan harus kita laksanakan dengan kebulatan tekad. Karena itu Rasul bertanya kepada kita semua malam ini: Siapa yg mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik: ia harus menjaga lidahnya terhadap yg jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yg menipu. Ia hrus menjauhi yg jahat dan melakukan yg baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya..
Sdr. banyak orang jatuh dan terperosok ke dalam jurang hanya karena kata-kata mereka sendiri
Sdr., jika Rasul bertanya apakah kita bersedia mencintai hidup, maka kita semua mengiyakannya. Karena itu kita perlu berdoa memohon bantuan Rohkudus agar kita mampu melakukannya dalam hidup beriman kita
Kita telah membakar lilin Natal sebagai lambang Terang dunia yg menerangi kegelapan dunia ini. Kiranya Terang itu juga menerangi jalan panjang yg akan kita tempuh di Tahun Baru ini. Dengan demikian kiranya kita hidup dengan bijaksana, adil dan beribadah sesuai Firman Allah.
Amin.
Persekutuan Oikoumene Ringinawe
Sabtu, 29 Des. 2007
Tema : Kita hidup bijaksana, Adil dan Beribadah
Dalam dunia sekarang ini (Titus 2 : 12b)
Dengan tidak mengurangi kesucian Firman ini, saya bahasakan ulang ayat ini dalam bahasa sehari-hari demikian: : Dalam dunia sekarang ini; Kita harus hidup “Bijaksana, Adil dan Beribadah”. Maka sesuai dengan tema ini, saya memilih bacaan IPetrus 3 : 8 – 12.
Saya ucapkan Selamat Natal kepada sdr sekalian.
Sdr. Malam ini kita persekutuan Oikoumene berkumpul di rumah keluarga Bp Jumali utk merayakan Natal . Dalam lingkungan RT kita tinggal dan hidup bersama-sama dengan warga dari latar belakang yg berbeda-beda. Lalu bagaimana kita harus bergaul dan membawa diri supaya kita tetap dikenal sebagai anak-anak Tuhan, orang beriman? Malam ini, saya ingin mengajak saudara untuk bersama-sama merenungkan hal ini.
Sdr. Surat Rasul Petrus ini ditujukan kepada para pendatang, orang2 kristen yg tersebar di beberapa daerah Asia kecil. (Ipetrus 1 : 1) Mereka lebih dikenal sebagai orang Kristen diaspora. Sebagai pendatang perlu ada petunjuk dan pegangan agar bisa menjaga diri sehingga tidak terpengaruh oleh penduduk setempat. Sesuai dengan tema Natal, saya memilih bacaan ini sebab Ayat 8 – 12 merupakan inti dari pergaulan hidup orang percaya. khususnya kita sebagai persekutuan oikoumene. Meskipun kita berada dalam satu wadah, Rasul menekankan perlunya kesepakatan dalam pemikiran, kasih persaudaraan, belas kasihan dan sopan santun. Semua ini harus kita tunjukan dalam hidup karena ini merupakan ciri khas peri laku orang beriman yg dituntut untuk berbuat baik kepada semua orang, khususnya kepada orang seiman.
Sdr, Kita bersyukur kepada Tuhan sebab oleh kasih sayangNya kita telah diantar melewati thn 2007 yg panjang dengan segala suka-dukanya, dengan berbagai berkat dan penyertaan sehingga kita tiba pada malam menjelang akhir thn ini. Jika kita menoleh ke belakang dan merenungkan harti-hari yg telah kita lewati, maka kita bila kita dapat tiba pada penghujung tahun ini semata-mata karena penyertaan, kasih dan pengampunan Allah. Saat menginjakkan kaki di awal thn 2007, kita memandang jalan yg terbentang ke depan dengan betany-tanya: Bagaimana dengan thn yg baru ini, apa yg akan terjadi? Dapatkah kita mengakhirinya dengan selamat??
Memang hidup yg kita jalani ini penuh dengan ketidakadilan. Kita mendengar, membaca bahkan menyaksikan banyak hal yg tidak adil di depan mata kita, tetapi apa daya, kita seolah tidak berdaya menghadapinya dan karena ketidak adilan telah menjadi model hidup masa kini. Kita bahkan tergoda dan bahkan ikut arus untuk berbuat tidak adil kepada sesdama. Tema kita malam ini memberikan petunjuk khusus yang perlu kita lakukan sebagai bagian dari kehidupan orang percaya. Maka kita perlu mendekatkan diri kepada Tuhan baik melalui ibadah di gereja, pergumulan dan perenungan diri pribadi. Kita perlu memohon bantuan Rohkudus, agar kita diberi kekuatan, hikmat dan kebijaksanaan sehingga mampu menepis suara yg ingin membelokkan langkah kita dari jalan Tuhan yg berada pada jalur kebenaran dan hidup. Suara-suara itu mengajak kita untuk bergabung melawan keadilan, kebaikan dan kejujuran. Suara-suara itu selalu bergaung sepanjang hari, minggu, bulan dan tahun dan apabila tidak waspada, kita akan cenderung tergoda karena jalan itu lebar, menyenangkan, ramai dan penuh pesona..
Sdr. Hidup orang percaya jika dilakukan dengan benar merupakan ibadah kepada Tuhan. Jadi apabila menjalankan sesuai dengan kehendak Tuhan, jelas kita dituntut untuk berbuat adil dan dengan tuntunan hikmat dari atas kita akan mampu bertindak bijaksana. Kita dapat membedakan mana yg baik dan mana yg jahat dan kita akan selalu hidup dengan penuh ucapan syukur, sebab kita tahu bhw segala sesuatu yg baik yg kita terima, datangnya dari Allah sebagai anugerah.
Sdr., Tema ini mengingatkan kita dalam menjalani hidup dalam thn 2008 yang akan segera kita masuki ini harus kita berlaku adil, bijaksana dan beribadah. Itulah panggilan dan harus kita laksanakan dengan kebulatan tekad. Karena itu Rasul bertanya kepada kita semua malam ini: Siapa yg mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik: ia harus menjaga lidahnya terhadap yg jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yg menipu. Ia hrus menjauhi yg jahat dan melakukan yg baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya..
Sdr. banyak orang jatuh dan terperosok ke dalam jurang hanya karena kata-kata mereka sendiri
Sdr., jika Rasul bertanya apakah kita bersedia mencintai hidup, maka kita semua mengiyakannya. Karena itu kita perlu berdoa memohon bantuan Rohkudus agar kita mampu melakukannya dalam hidup beriman kita
Kita telah membakar lilin Natal sebagai lambang Terang dunia yg menerangi kegelapan dunia ini. Kiranya Terang itu juga menerangi jalan panjang yg akan kita tempuh di Tahun Baru ini. Dengan demikian kiranya kita hidup dengan bijaksana, adil dan beribadah sesuai Firman Allah.
Amin.
Cungkup 7 Nov '07
Kebaktian sector Cungkup
Rabu, 7 Nov. 2007
Bacaan : Maz. 64 : 2 – 11
Mazmur yg kita kenal sat ini menurut pengertian orang Israel adalah nyanyian dengan permainan musik khusunya kecapi. Di samping itu pengertian lain dari kata Mazmur adalah nyanyian dan doa yg sering dipakai dalam ibadah Israel. Mazmur ini tidak hanya ada satu jenis tetapi ada beberapa jenis: a.l. ada nyanyian, ada doa, ada ratapan, ada permohonan, ada pengajaran, ada keluhan ada pengakuan dosa, ada pengucapan syukur ada puji2an. Saya tidak memberi contoh dari tiap jenis mazmur ini, hanya 3 contoh saja: mazmur pengajaran ( 32, 78; maz. Pengakuan dosa ( 51, maz. Nyanyian ( 48, 66) dan yg kita baca sore ini adalah doa permohonan perlindugnan. Semua judul tadi selalu ditujukan untuk pemimpin koor – biduan. Jadi kemungkinan dalam setiap ibadah baik pagi sore dan malam orang2 yg ingin berdoa menyampaikan sesuatu kepada Allah disampaikan dalam bentuk nyanyian.
Sdr. Mengapa sampai Daud menyampaikan permohonan perlindungan dari Allah?? Kita tahu bhw maz. Ini mau menjelaskan ttg usaha Saul untuk membunuh Daud. Daud dianggap sebagai musuh kerajaan sehingga siapa saja boleh membunuh dia. Ia merasa bhw orang-orang yg ingin membunuh dia itu sedang menajamkan lidahnya seperti pedang dan membidikkan kata-kata yg pahit seperti panahh dan menembak orang yg tulus hati dari tempat yg tersembunyi. Mereka melakukan kejahatan dengan berani tanpa takut-takut. Ini yg dialami Daud sehingga dari perasaan yg sangat menderita ini ia sangat tertekan perasaannya. Dalam situasi begini, kepada siapakah ia akan lari untuk menyampaikan pergumulan, keluhan dan kesusahan?? Daud merasa bhw ia tidak bersalah kepada Saul tetapi kenapa ia dikejar utk dibunuh?? Kemana ia akan lari?? Tempat perlindungan kita adalah Allah saja sebagai gunung batu dan benteng (Maz. 18 : 1, 3, 48 ; 4, 59 : 10). Kalau kita meyakini Allah sebagai tempat perlindungan maka kita akan aman. Demikian juga Daud merasa aman dalam perlindungan Tuhan, sebab Tuhan denagar akeluahannya dan pergumulannya karena itu Allah mengambil alih persoalannya sehingga orang2 yg ingin menyusahkan orang yg tidak bersalah, kini menerima akubatnya seperti yg dilukiskan dalam ayat. 8,9.. Memang bacaan ini mau mengajarkan kepada kita, bhw jikalau kita “baik” dan “jujur” dalam hidup, maka upaya orang yg ingin menyusahkan kita akan sia-sia, sebab Allah berdiri menjadi kubu pertahanan bagi kita. Kadang2 kita yg “percaya dan yg “baik serta jujur dalam hidup, selalau menagalami kesusahan? Kadang2 juga lalu kita bertanya: Apakah Tuhan tidak saya saya, atau apakah Tuhan sdh lupa saya? Sekali-kali tidak sdr. Yg menjadi kunci adalah bhw kita harus takut Tuhan dan hidup harus mengandalkan Tuhan saja. Dengan demikian orang bvenar akan bersukacita karena perbuatan Tuhan menyelamatakan hidupnya dan orang yg hidupnya jujur yg berlindung dalam naungan Tuhan akan bersuykiacita dan bermegah krn melihat dan merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup mereka. Daud memohon ini dari Tuhan dan Tuhan menyelamatakan hidupnya dari tangan Saul dan dari org2 yg ingin mencelakakan dia.
Amin
Rabu, 7 Nov. 2007
Bacaan : Maz. 64 : 2 – 11
Mazmur yg kita kenal sat ini menurut pengertian orang Israel adalah nyanyian dengan permainan musik khusunya kecapi. Di samping itu pengertian lain dari kata Mazmur adalah nyanyian dan doa yg sering dipakai dalam ibadah Israel. Mazmur ini tidak hanya ada satu jenis tetapi ada beberapa jenis: a.l. ada nyanyian, ada doa, ada ratapan, ada permohonan, ada pengajaran, ada keluhan ada pengakuan dosa, ada pengucapan syukur ada puji2an. Saya tidak memberi contoh dari tiap jenis mazmur ini, hanya 3 contoh saja: mazmur pengajaran ( 32, 78; maz. Pengakuan dosa ( 51, maz. Nyanyian ( 48, 66) dan yg kita baca sore ini adalah doa permohonan perlindugnan. Semua judul tadi selalu ditujukan untuk pemimpin koor – biduan. Jadi kemungkinan dalam setiap ibadah baik pagi sore dan malam orang2 yg ingin berdoa menyampaikan sesuatu kepada Allah disampaikan dalam bentuk nyanyian.
Sdr. Mengapa sampai Daud menyampaikan permohonan perlindungan dari Allah?? Kita tahu bhw maz. Ini mau menjelaskan ttg usaha Saul untuk membunuh Daud. Daud dianggap sebagai musuh kerajaan sehingga siapa saja boleh membunuh dia. Ia merasa bhw orang-orang yg ingin membunuh dia itu sedang menajamkan lidahnya seperti pedang dan membidikkan kata-kata yg pahit seperti panahh dan menembak orang yg tulus hati dari tempat yg tersembunyi. Mereka melakukan kejahatan dengan berani tanpa takut-takut. Ini yg dialami Daud sehingga dari perasaan yg sangat menderita ini ia sangat tertekan perasaannya. Dalam situasi begini, kepada siapakah ia akan lari untuk menyampaikan pergumulan, keluhan dan kesusahan?? Daud merasa bhw ia tidak bersalah kepada Saul tetapi kenapa ia dikejar utk dibunuh?? Kemana ia akan lari?? Tempat perlindungan kita adalah Allah saja sebagai gunung batu dan benteng (Maz. 18 : 1, 3, 48 ; 4, 59 : 10). Kalau kita meyakini Allah sebagai tempat perlindungan maka kita akan aman. Demikian juga Daud merasa aman dalam perlindungan Tuhan, sebab Tuhan denagar akeluahannya dan pergumulannya karena itu Allah mengambil alih persoalannya sehingga orang2 yg ingin menyusahkan orang yg tidak bersalah, kini menerima akubatnya seperti yg dilukiskan dalam ayat. 8,9.. Memang bacaan ini mau mengajarkan kepada kita, bhw jikalau kita “baik” dan “jujur” dalam hidup, maka upaya orang yg ingin menyusahkan kita akan sia-sia, sebab Allah berdiri menjadi kubu pertahanan bagi kita. Kadang2 kita yg “percaya dan yg “baik serta jujur dalam hidup, selalau menagalami kesusahan? Kadang2 juga lalu kita bertanya: Apakah Tuhan tidak saya saya, atau apakah Tuhan sdh lupa saya? Sekali-kali tidak sdr. Yg menjadi kunci adalah bhw kita harus takut Tuhan dan hidup harus mengandalkan Tuhan saja. Dengan demikian orang bvenar akan bersukacita karena perbuatan Tuhan menyelamatakan hidupnya dan orang yg hidupnya jujur yg berlindung dalam naungan Tuhan akan bersuykiacita dan bermegah krn melihat dan merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup mereka. Daud memohon ini dari Tuhan dan Tuhan menyelamatakan hidupnya dari tangan Saul dan dari org2 yg ingin mencelakakan dia.
Amin
Kebaktian syukur 4 Des '07
Kebaktian syukur
Kel. Martha Mardiyati
Jumat, 4 Desember 2007
Sdr. Sore ini kita semua berada dlm. kel. Martha Mardiyati untuk bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan berkenan menyertai keluarga ini dari waktu ke waktu dalam pergumulan dan dalam doa mereka. Tahun 2007 yg panjang kel. ini dan kita semua telah lalui dan atas perkenan Tuhan, kita bersama telah diantar memasuki Tahun Baru 2008. Untuk itu saya ucapan Selamat Tahun Baru 2008 kepada Kel. Martha dan kepada sdr sekalian.
Sdr. Hari Senin yad, kita semua akan ikut menyaksikan proses pemberkatan nikah untuk Martha Mardiyati.
Sdr. Melewati perjalanan hidup yg panjang dari hari berganti hari, minggu, bulan, thn sehingga kita dapat tiba dengan selamat malam ini bukanlah sesuatu hal yg otomatis terjadi begitu saja. Secara logika kita akan katakan itu soal biasa, sebab hidup kemarin dan hari ini sama, thn kemarin dan thn ini juga sama, kita bangun pagi lalu melakukan berbagai aktivitas kita, kemudian datang malam, kita tidur lalu besok kita bagun lagi dan seterusnya terjadi demikian. Meskipun terjadi sepertinya otomatis, sebagai orang percaya, kita harus mengakui kebesaran kuasa Allah yg penuh dengan kasih dan pengampunan sehingga membungkus kita dalam naungan berkat yg tak berkesudahan dan yg tak dapat kita hitung dari waktu ke waktu. Saat kita memasuki awal thn 2007 yl.: Kita bertanya: bagaimanakah dengan hidup kita di thn yg akan kita jalani ini?? Hal yang sama juga kita bertanya di awal thn ini bagaimanakah nanti dengan hidup kita di thn panjang 2008 yg sedang menanti kita ini?? Pertanyaan demi pertanyaan selalu saja ada dalam hidup kita sebagai manusia, kita tak mungkin bertepuk dada dan katakana ah semua itu gampang, semua itu beres. Hidup ini adalah sebuah pertanyaan yg perlu kita hadapi kita jalani dan berusaha menjawabnya: Dengan bekerja keras, dengan iman, pengharapan dan bersyukur, kita bersama Allah akan membuka tabir dari lembaran-demi lembaran hidup dan kita akan memperoleh jawaban dari setiap pertanyaan tadi
Sdr. Mazmur 100 sebagai dasar persekutuan syukur malam ini adalah sebuah nyanyian persembahan syukur. Jemaat yg mengambil bagian dalam prosesi ini berada di depan Baithallah. Di depan jemaat, hadir juga para imam. Dengan suara yg nyaring mereka semua membangunkan “seluruh bumi” untuk memuji Tuhan: Bersorak-sorailah bagi Tuhan hai seluruh bumi.(:1). Itulah introitus I atau Nats Pemb. I. Karena Yahweh adalah Tuhan semesta alam, karena itu Ia harus dipuji oleh segala bangsa termasuk kita sekalian, sdr dan juga saya. Sesudah seruan kepada seluruh bumi untuk memuji Tuhan, menyusul seruan yg khusus ditujukan kepada jemaat yg sedang memasuki Baitallah untuk beribadah kepada Tuhan. Beribadalah kepada Tuhan dengan sukacita, Datanglah ke hadapanNya dengan sorak sorai. (:2). Selain seruan utk beribadah, jemaat juga dibangunkan untuk mengetahui apa yg dikatakan dalam Torah (alkitab) bhw Tuhan yg telah menjadikan langit dan bumi, membebaskan Isareal dari rumah perbudakan Mesir, menuntun mereka dalam perjalanan melalui padang gurun, suatu bukti bahwa saying umatNya Israil, Israil adalah milik Tuhan, kawanan domba gembalaanNya. Dengan demikian, Allah adalah Gembala yg baik, Pengasih dan Penyayang, Panjang sabar dan besar kasih setia. Karena itu umat yg telah menerima kasih setia Allah, Imam mengajak utk masuk ke dalam rumah Tuhan dan mempersembahkan syukur kepadaNya. Masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya, karena Tuhan itu baik dan kasih-setiaNya tetap selama-lamanya (4,5).
Sdr. Malam ini kita sedang beribadah, bersyukur, menikmati penyertaan Allah sebagai Bapa Pembimbing, Pengasih dan Penyayang, Panjang sabar dan berlimpah Kasih-setia. Ia telah menyertai Martha, mendengar doa dan pergumulan sehingga Martha dapat membuka tabir untuk memasuki suatu babak baru dalam kehidupan. Karena itu diminta untuk selalu bersyukur, tetapi juga untuk mengetahui, mengenal dan menghayati Allah karena Tuhan itu baik dan kasih setiaNya tetap selama-lamanya. Inilah dasar dari hidup orang beriman yg memahami serta mengenal peranan Allah dalam hidup. Hanya orang yg rajin, taat, serta takut akan Allah dan setia dalam melakukan kehendakNya akan mengerti hal itu. Karena itu kita yakin pula bhw: Jikalau Allah telah berkenan menyertai kita pada masa lampau, maka Allah itu juga yg tak pernah berobah akan ikut bersama kita thn ini sampai selama-lamanya.
Memasuki babak baru dalam hidup berpasangan perlu penyesuaian, saling pengertian dan kasih. Rupanya kasih inilah yg harus mendasari hidup bersama dalam setiap keluarga, baik keluarga baru, juga kita keluarga tua.
Penyesuaian diri dengan kasih akan mendinginkan suasana karena kata Rasul: Dan di atas semuanya itu kenakanlah kasih, sebagai pengikat yg mempersatukan dan menyempurnakan. (Kolose 3 :14). Inilah inti dari kebaktian syukur kita malam ini, kita memuji Tuhan, karena besar kasih setiaNya kepada kita sekalian, istimewa kepada kel. besar Martha Budiyarti. Karena itu bersama dengan keluarga besar Budiyarti marilah kita masuk melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya, sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya dan kesetiaanNya tetap turun temurun.
Amin.
Kel. Martha Mardiyati
Jumat, 4 Desember 2007
Sdr. Sore ini kita semua berada dlm. kel. Martha Mardiyati untuk bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan berkenan menyertai keluarga ini dari waktu ke waktu dalam pergumulan dan dalam doa mereka. Tahun 2007 yg panjang kel. ini dan kita semua telah lalui dan atas perkenan Tuhan, kita bersama telah diantar memasuki Tahun Baru 2008. Untuk itu saya ucapan Selamat Tahun Baru 2008 kepada Kel. Martha dan kepada sdr sekalian.
Sdr. Hari Senin yad, kita semua akan ikut menyaksikan proses pemberkatan nikah untuk Martha Mardiyati.
Sdr. Melewati perjalanan hidup yg panjang dari hari berganti hari, minggu, bulan, thn sehingga kita dapat tiba dengan selamat malam ini bukanlah sesuatu hal yg otomatis terjadi begitu saja. Secara logika kita akan katakan itu soal biasa, sebab hidup kemarin dan hari ini sama, thn kemarin dan thn ini juga sama, kita bangun pagi lalu melakukan berbagai aktivitas kita, kemudian datang malam, kita tidur lalu besok kita bagun lagi dan seterusnya terjadi demikian. Meskipun terjadi sepertinya otomatis, sebagai orang percaya, kita harus mengakui kebesaran kuasa Allah yg penuh dengan kasih dan pengampunan sehingga membungkus kita dalam naungan berkat yg tak berkesudahan dan yg tak dapat kita hitung dari waktu ke waktu. Saat kita memasuki awal thn 2007 yl.: Kita bertanya: bagaimanakah dengan hidup kita di thn yg akan kita jalani ini?? Hal yang sama juga kita bertanya di awal thn ini bagaimanakah nanti dengan hidup kita di thn panjang 2008 yg sedang menanti kita ini?? Pertanyaan demi pertanyaan selalu saja ada dalam hidup kita sebagai manusia, kita tak mungkin bertepuk dada dan katakana ah semua itu gampang, semua itu beres. Hidup ini adalah sebuah pertanyaan yg perlu kita hadapi kita jalani dan berusaha menjawabnya: Dengan bekerja keras, dengan iman, pengharapan dan bersyukur, kita bersama Allah akan membuka tabir dari lembaran-demi lembaran hidup dan kita akan memperoleh jawaban dari setiap pertanyaan tadi
Sdr. Mazmur 100 sebagai dasar persekutuan syukur malam ini adalah sebuah nyanyian persembahan syukur. Jemaat yg mengambil bagian dalam prosesi ini berada di depan Baithallah. Di depan jemaat, hadir juga para imam. Dengan suara yg nyaring mereka semua membangunkan “seluruh bumi” untuk memuji Tuhan: Bersorak-sorailah bagi Tuhan hai seluruh bumi.(:1). Itulah introitus I atau Nats Pemb. I. Karena Yahweh adalah Tuhan semesta alam, karena itu Ia harus dipuji oleh segala bangsa termasuk kita sekalian, sdr dan juga saya. Sesudah seruan kepada seluruh bumi untuk memuji Tuhan, menyusul seruan yg khusus ditujukan kepada jemaat yg sedang memasuki Baitallah untuk beribadah kepada Tuhan. Beribadalah kepada Tuhan dengan sukacita, Datanglah ke hadapanNya dengan sorak sorai. (:2). Selain seruan utk beribadah, jemaat juga dibangunkan untuk mengetahui apa yg dikatakan dalam Torah (alkitab) bhw Tuhan yg telah menjadikan langit dan bumi, membebaskan Isareal dari rumah perbudakan Mesir, menuntun mereka dalam perjalanan melalui padang gurun, suatu bukti bahwa saying umatNya Israil, Israil adalah milik Tuhan, kawanan domba gembalaanNya. Dengan demikian, Allah adalah Gembala yg baik, Pengasih dan Penyayang, Panjang sabar dan besar kasih setia. Karena itu umat yg telah menerima kasih setia Allah, Imam mengajak utk masuk ke dalam rumah Tuhan dan mempersembahkan syukur kepadaNya. Masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya, karena Tuhan itu baik dan kasih-setiaNya tetap selama-lamanya (4,5).
Sdr. Malam ini kita sedang beribadah, bersyukur, menikmati penyertaan Allah sebagai Bapa Pembimbing, Pengasih dan Penyayang, Panjang sabar dan berlimpah Kasih-setia. Ia telah menyertai Martha, mendengar doa dan pergumulan sehingga Martha dapat membuka tabir untuk memasuki suatu babak baru dalam kehidupan. Karena itu diminta untuk selalu bersyukur, tetapi juga untuk mengetahui, mengenal dan menghayati Allah karena Tuhan itu baik dan kasih setiaNya tetap selama-lamanya. Inilah dasar dari hidup orang beriman yg memahami serta mengenal peranan Allah dalam hidup. Hanya orang yg rajin, taat, serta takut akan Allah dan setia dalam melakukan kehendakNya akan mengerti hal itu. Karena itu kita yakin pula bhw: Jikalau Allah telah berkenan menyertai kita pada masa lampau, maka Allah itu juga yg tak pernah berobah akan ikut bersama kita thn ini sampai selama-lamanya.
Memasuki babak baru dalam hidup berpasangan perlu penyesuaian, saling pengertian dan kasih. Rupanya kasih inilah yg harus mendasari hidup bersama dalam setiap keluarga, baik keluarga baru, juga kita keluarga tua.
Penyesuaian diri dengan kasih akan mendinginkan suasana karena kata Rasul: Dan di atas semuanya itu kenakanlah kasih, sebagai pengikat yg mempersatukan dan menyempurnakan. (Kolose 3 :14). Inilah inti dari kebaktian syukur kita malam ini, kita memuji Tuhan, karena besar kasih setiaNya kepada kita sekalian, istimewa kepada kel. besar Martha Budiyarti. Karena itu bersama dengan keluarga besar Budiyarti marilah kita masuk melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya, sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya dan kesetiaanNya tetap turun temurun.
Amin.
Yoniv 31 Okt '07
Kebaktian Yoniv 411
Rabu, 31 Okt. 2007
Bacaan : Galatia 3 : 23 – 27
Tema dari bacaan ini : Janji Allah diberikan oleh karena iman dalam (kepada) Kristus
Galatia : Surat ihi dialamatkankepada orang Kristen di daeraqh Galatia yg pada waktu itu terletak di bagian tengah Asia Kecil sekarang sekitar kota Angkara (Turki). Paulus memberitakan injil ke kota ini dalam perjalanan Paulus yg ke 2 dan ke 3 Misah 18 : 23. Pada kali terakhir Paulus berada di galatia, datanglah beberapa orang penganut agama Yahudi dari Yerusalem yg ingin mengacaukan iman jemaat galatia. Orang2 ini berusaha memperdamaikan pendirian orang Farisi dengan agama Kristen yg mereka anut. Mereka mau membebankan hokum Torata dan sunat kpd orang2 bukan Yahudi yg masuk Kristen seolah2 itu perlu utk dapat diselamatkan.( Kisah 15 : 5, Gal. 2 : 4 . Propagandfa ini sekaligus berusaha utk merongrong kewibawaan Paulus sebagai rasul sejati.
Rupanya bacaan kita sore ini bersangkut paut dengan pikiran ini karena itu Rasul ingin katakana kepada kita sore : Berdasarkan PL Rasul amembuktikan bhw pelaksanaan hukum torat tidak menyelamatkan, tetapi hanya percaya kepada Kristus.
Dalam bacaan kita fungsi hukum torat hanya sebagai “mengarahkan kita kepada pengenalan akan Kristus melalui iman”. Hukum toreat juga dipandang sebagai “penuntun” yg menuntun kita pada jalan untuk mengenal Kristus Yesus sebagai juruselamat. Setelah kita masuk dalam persekutuan dengan Kristus melalu babtisan dan melalui iman maka peranan penuntun tidak ada lagi, diganti dengan Kristus sebagai pemilik kita. Jadi kini kita taat hanya kepada Kristus dan ajaranNya bukan kepada ajaran yg lain. Apa ajaran Kristus yg perlu kita wujudkjan dalam hidup??
Kita temui banyak godaan yg ingin membuat kita mengkianti iman dan ajaran Kristus. Kita yg telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, pengakuan itu harus kita pertahankan dan bersedia utk menolak ajaran dan godaan lain. Kita harus meyakinkan bhw kita adalah milik Kristus dan di dalam diri kita berdiam Rohkudus (Ikor. 3 : 16; 6 : 19). Jadi dimanapun kita pergi dan dalam keadaan apapun kita berada, kita harus siaga dan ingat bhw kita ini milik Allah, anak-anak Allah. Kalau kita ini milik Allah, maka kita akan dikawal dan diberi anugerah Rohkudus spy kita mampu utk mengatasi berbagai godaan yg ingin menjauhkan kita dari Allah dan ajaranNya. Kita jangan kalah ttp kalahkanlah godaan yg ingin menjatuhkan kita.
Amin.
Rabu, 31 Okt. 2007
Bacaan : Galatia 3 : 23 – 27
Tema dari bacaan ini : Janji Allah diberikan oleh karena iman dalam (kepada) Kristus
Galatia : Surat ihi dialamatkankepada orang Kristen di daeraqh Galatia yg pada waktu itu terletak di bagian tengah Asia Kecil sekarang sekitar kota Angkara (Turki). Paulus memberitakan injil ke kota ini dalam perjalanan Paulus yg ke 2 dan ke 3 Misah 18 : 23. Pada kali terakhir Paulus berada di galatia, datanglah beberapa orang penganut agama Yahudi dari Yerusalem yg ingin mengacaukan iman jemaat galatia. Orang2 ini berusaha memperdamaikan pendirian orang Farisi dengan agama Kristen yg mereka anut. Mereka mau membebankan hokum Torata dan sunat kpd orang2 bukan Yahudi yg masuk Kristen seolah2 itu perlu utk dapat diselamatkan.( Kisah 15 : 5, Gal. 2 : 4 . Propagandfa ini sekaligus berusaha utk merongrong kewibawaan Paulus sebagai rasul sejati.
Rupanya bacaan kita sore ini bersangkut paut dengan pikiran ini karena itu Rasul ingin katakana kepada kita sore : Berdasarkan PL Rasul amembuktikan bhw pelaksanaan hukum torat tidak menyelamatkan, tetapi hanya percaya kepada Kristus.
Dalam bacaan kita fungsi hukum torat hanya sebagai “mengarahkan kita kepada pengenalan akan Kristus melalui iman”. Hukum toreat juga dipandang sebagai “penuntun” yg menuntun kita pada jalan untuk mengenal Kristus Yesus sebagai juruselamat. Setelah kita masuk dalam persekutuan dengan Kristus melalu babtisan dan melalui iman maka peranan penuntun tidak ada lagi, diganti dengan Kristus sebagai pemilik kita. Jadi kini kita taat hanya kepada Kristus dan ajaranNya bukan kepada ajaran yg lain. Apa ajaran Kristus yg perlu kita wujudkjan dalam hidup??
Kita temui banyak godaan yg ingin membuat kita mengkianti iman dan ajaran Kristus. Kita yg telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, pengakuan itu harus kita pertahankan dan bersedia utk menolak ajaran dan godaan lain. Kita harus meyakinkan bhw kita adalah milik Kristus dan di dalam diri kita berdiam Rohkudus (Ikor. 3 : 16; 6 : 19). Jadi dimanapun kita pergi dan dalam keadaan apapun kita berada, kita harus siaga dan ingat bhw kita ini milik Allah, anak-anak Allah. Kalau kita ini milik Allah, maka kita akan dikawal dan diberi anugerah Rohkudus spy kita mampu utk mengatasi berbagai godaan yg ingin menjauhkan kita dari Allah dan ajaranNya. Kita jangan kalah ttp kalahkanlah godaan yg ingin menjatuhkan kita.
Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)