Selasa, 05 April 2011

Kembangsari 10 April 2009

Perjamuan kudus Kembangsari
Jumaat, 10 April 2009

Bacaan : Lukas 22 : 44 – 49 : Yesus Mati

Sdr, Minggu-minggu sengsara yg kita peringati beberpa minggu yg lalu, kini mencapai puncaknya. Puncak dari kesengsaraan itu berakhir di atas bukit Golguta. Di sana Yesus tergantung seperti seorang penjahat, Yesus menemui kematianNya. Minggu2 sengsara ini bermaksud agar kita secara persekutua maupun pribadi, masing2 menghayati bahwa sebenarnya kitalah yg menyebabkan kematian itu. Memang kita semua mengetahui bahwa kesengsaraan dan kematian ini adalah kehendak Allah semata-mata tetapi penyebab utama dari kematian ini adalah karena dosa dan kesalahan kita.
Dalam bacaan tadi disebutkan bahwa banyak orang yg melihat dan menghayati proses kematian ini kembali dan memukul-mukul dada, termasuk kepala pasukan seratus dari tentara Romawi. Orang memukul dada adalah salah satu tanda dari penyesalan. Oleh pekerjaan Rohkudus mereka menghayati bahwa, hidup dan perbuatan mereka sendirilah yang menyebabkan orang yg tak bersalah harus menanggung akibat dari perbuatan mereka yaitu kematian. Karena itu mereka menyesal dan menepuk dada, tetapi semuanya telah terlambat, bahwa kini Yesus telah mati.

Sdr. Yesus telah tergantung di salib sejak jam 9 pagi saat ini sampai nanti jam 3 petang. Apa yg terjadi pada diri Yesus adalah darahNya bercucuran dari kepala karena tekanan mahkota duri dan tusukan tombak salah satu prajurit. Darah yg bercucuran dan tubuh yg tertikan inilah yg sekarang sedang kita nikmati dan peringati sebab cucuran darah dan kehancuran tubuh inilah membawa penyucian bagi segala kejahatan dan dosa-dosa kita. Kita akan menikmati perjamuan kudus, makan roti dan minum anggur. Kedua alat ini menampakkan kasih Allah meskipun hanya sebagai lambang saja ttg penyucian dosa kita melalui darah dan tubuh Kristus. Biarlah kita masing-masing menghayati dengan iman, bahwa betapa Allah sangat mengasihi kita dengan membiarkan dan merelakan AnakNya sendiri menjadi korban, agar kita selamat dan bebas dari dosa dan kesalahan. Maksud dan rencana Allah ini tidak dapat kita pahami dan ukur dengan in dra kita. Semuanya ini merupakan rancangan Allah yg sangat jitu dan rahasia supaya kita manusia ciptaanNya kagum dan hanya berserah dan memuji Allah.

Karena itu hati kita sesungguhnya harus diliputi syukur dan sukacita pada saat kita duduk bersama dan menikmati Perjamuan Kudus ini., Kita satu dalam makan roti, juga satu dalam minum anggur, kita sama dalam menerima kasih Allah. Karena itu biarlah kita masing2 mengangkat hati kepada Tuhan dan mengaku bahwa karena perbuatan dan segala tingkah laku saya Tuhan mati, karena itu marilah dengan rendah hati kita memohon: ampunilah saya ya Tuhan dan kiranya Rohkudus membimbing saya dan memberi kepada saya kekuatan dan kemampuan agar saya memuliakan Tuhan melalui hidup saya.
Amin.

Tidak ada komentar: