Jumat, 04 April 2008

Pernikahan 7 Jan 2008

Pernikahan Martha Mardiyati
Senin, 7 Jan. 2008.

Pembacaan :Kolose 3 : 12 – 17

Hari ini kita semua ada untuk menaikkan ucapan syuikur dalam kaitan pernikahan Martha dan Antonius
Jumaat malam yang lalu kita sudah mengadakan kebaktian syukur pernikahan dan pagi ini pernikahan dimohonkan berkat Tuhan melalui ibadah ini.
Pernikahan merupakan babak baru dalam hidup seseorang khususnya pasangan yg memutuskan untuk menikah. Menikah artinya hidup bersama seumur hidup sampai maut memisahkan. Ini yg diucapkan Yesus melalui Matius 19 : 5,6: Sebab itu laki-laki akan meninggalakan ayah, ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yg telah dipersatuakan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia. Pernikahan bukan merupakan sebuah hidup eksperimen, kita coba dulu, kalau cocok diteruskan kalau tidak diputus saja. Pernikahan Kristen adalah membangun rumah lalu orang yg membangun itu hidup bersama di dalamnya. Karena itu perlu keteraturan agar yg tinggal merasa betah. Rumahtangga orang beriman tidak boleh berfungsi sebagai hotel, artinya orang Cuma datang kalau mau istirahat, kemudian selesai makan keluar lagi, lalu nanti malam baru kembali untuk tidur dst. Rumahtangga orang beriman tidak boleh dijadikan sebagai arena yg tiap kali ada pertengkaran dan bergulat sehingga mengundang orang untuk dating menyaksikan. Pasangan yg bernikah harus menjadi seolah batu yg hidup untuk membangun suatu rumah rohani, bagi nsuatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Yang dimaksud bhw rumahtangga orang percaya merupakan sebuah rumah rohani artinya, didalamnya harus nampak peranan Allah sebagai Kepala Rumahtangga karena itu landasannya adalah kasih sayang sebagai berkat Allah. Rasul Paulus melalui bacaan kita ikut menasehati Antonius dan Martha sebagai orang pilihan Allah yg telah dikuduskan dan dikasihiNya supaya dalam memulai hidup berkeluarga ini agar selalu mengenakan belas-kasihan kemurahan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yg lain apabila yg seorang menaruh dendam terhadapyg lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan diatas semuanya itu kenakanlah kasih, sebagai pengikat yg mempersatukana dan menyempurnakan.


Sdr. Peranan kasih dan saling pengertian adalah hal utama sebagai dasar dalam hidup bersama. Dua aorang yg hidup bersama, kadang menampilkan perangai yg berbeda, pikiran, kemauan, cita-cita, kebiasaan yg berbeda. Nah perbedaan itu harus disatukan demi kerukunan . Andaikata masing2 tetap ingin mempertahankan keinginan dan kemauannya, maka dapat terjadi bhw dalam satu kapal ada dua nahkoda, dan dapat dibayangkan kemana arah kapal itu akan dituju.


Untuk itulah Rasul membawa berita Firman ini sebagai pegangan dan peta jalan agar selalu bersandar pada Firman ini sebagai penunjuk arah perjalanan. Sebab pernikahan adalah masuk dalam bahtera rumahtangga untuk melayari lautan hidup yg terbentang di depan. Hanya orang yg penuh dengan belas kasihan, kerendahan hati kelemahlembutan dan kesabaran akan membuat perjalanan anda akan penuh dengan sukacita dan kebahagian. Rasul menambahkan lagi bahwa tidak ada hal yg lebih utama daripada kasih, sebab di atas semuanya itu kenakanlah kasih sebagai pengikat yg mempersatukan dan menyempurnakan. Kasihlah yg mengikat hati Antonius kepada Martha dan sebaliknya dan kasih inilah yg mempersatukan dua menjadi satu dan kasih itulah yg akan menyempurnakan segala sesuatu yg kurang sempurna dalam hidup berumahtangga. Kasih datang dari Allah sebagi berkat, karena itu perlu disyukuri. Berdoalah dan mohon bimbingan Rohkudus agar kalian mampu untuk dapat merawat, memelihara agar kasih yg telah diberikan Allah kepada kalian berdua dapat tumbuh dan hidup sehingga rumahtangga anda merupakan rumah rohani yg didalamnya nama Allah selalu dipuji dan dimuliakan.

Amin

Tidak ada komentar: