Selasa, 01 April 2008

Salib Putih 2 Maret 08

Hotbah Retreat
Salibputih Minggu, 2 Maret 08

Pembacaan : 1Tes. 2 : 3 – 12

Kita sedang retreat sebagai bagian yg tak terpisahkan dari pelajaran katekisasi yg telah dilakukan kurang lebih 10 bulan. Dua minggu dari sekarang peserta katekisasi akan mengaku percaya dan dengan itu menjadi anggota jemaat dewasa, yg menyandang tanggungjawab terhadap pelayanan gereja dan jemaat. Kita ingat pada saat waktu kita dibaptis orangtua yg mengaku percaya, karena merekaa yg memiliki iman. Kita masih bayi belum memiliki iman. Iman orangtua itu dialirkan ke kita, kita ditarik masuk dalam persekutuan orang beriman, karena orangtua beriman. Nanti hari Minggu tgl 16, Anda yg telah belajar, mengenal, menghayati kasih Allah dalam Kristus, saat itu anda sendiri yg akan mengaku iman anda berdasarkan pemahaman dan penghayatan kasih Allah itu. Masing2 orang akan mengaku atas kesadaran dan penghayatannya sendir betapa Allah selama ini mengasihi diriku. Saat itu, orangtua tidak lagi mengaku percaya untuk memasukkan anda dalam persekutuan mereka sebagai orang beriman, tetapi kini anda sendiri mengaku percaya, memiliki iman sendiri tidak lagi bergantung pada iman dan pengakuan orangtua seperti pada masa waktu masih bayi
Bacaan pagi ini adalah surat rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Rasul menyatakan dengan tulus ikhlas bagaiamana mereka berlaku terhadap jemaat dalam pelayanan. Pelayanan mereka merupakan tanggungjawab atas panggilan Allah yg telah mereka terima. Karena itu mereka melayani Allah melalui pelayanan kepada jemaat, Model pelayanan ini dilukiskan sebagai seorang ibu yg mengasuh dan merawat anak-anaknya. Itu berarti bhw perlayanan rasul adalah pelayanan yg penuh dengan kasih sayang dan pengorbanan. Pengorbanan dalam arti bukan saja rela melayanai Firman/Injil Allah tetapi juga hidup mereka mereka rela berbagti dengan umat yg mereka layani.

Dalam hidup keluarga, orangtua adalah sebagai guru dan pendeta. Ibu sebagai guru yg berlaku ramah,mendidik, mengasuh dan merawat, mengajar moral dan budi-pekerti serta disiplin dan tanggungjawab dalam melakukan pekerjaan di rumah. Kemudian ayah bertindak sebagai pendeta, yg mengajar Firman, menasehati, menguatkan hati serta memohon agar supaya hidup anak-anak kjiranya sesuai dengan kehendak Allah. Jadi dalam keluarga diajarkan dan ditanamkan iman dan budi pekerti agar kelak apabila mereka keluar meninggalkan rumah, mereka bisa membawa bekal pengajaran yg telah mereka teriuma dari rumah sebagai bekal mengantar hidup.

Memang pagi ini kita bukan dalam keluarga di rumah, tetapi kita sedang ada dalam suasana retreat sebagai persiapan, pembekalan menuju kepada pendewasaan iman. Karena itu kami menasehati kamu supaya hidupmu sesuai dengan kehendak Allah yg memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaanNya. Apa kehendak Allah itu?? Masing-masing orang tahu sendiri apa kehendak Allah bagi dirinya. Yang pertama bhw kehendak Allah itu “baik” adanya. Masing-masing anak dapat memberi arti yg baik itu bagi dirinya sendiri. Telah ditekankan berulang-ulang dalam pelajaran kateklisasi ttg “yang baik”. Satu hal dari yg baik adalah menjauhi kejahatan. Pilih yang baik, yg berkenan kepada Allah dan kepada dirimu sendiri dan hindari godaan dan bujukan yg menuju kepada kehancuran masa depanmu.

Kamu mempunyai masa depan. Masa depan ada di tangan Allah dan ditangamu tetapi harus diusahakan, diperjuangkan oleh masing-masing, mulai dari sekarang. Masa depan tidak tiba-tiba datang dengan sendirinya. Sebab itu tekunlah dalam iman, tekunlah dalam berdoa, tekunlah dalam belajar, tekunlah dalam berusaha, tekunlah dalam permohonan kepada Allah agar kiranya Allah ikut campur dalam segala hal yg baik yg direncanakan dan yg dilakukan untuk mencapai pengharapan dan masa depan yg telah disediakan Allah bagi masing-masing yg berharap kepadaNya. Allah tidak pernah mau memberkati orang yg hanya berpangku tangan dan malas. Panggilan hidup orang percaya adalah bangun pagi untuk bekerja kemudian kembali waktu petang untuk beristirahat sebagai mana dilukiskan dalam Maz. 104 : 22, 23 :”Apabila matahari terbit, manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang. Artinya hidup dan waktu yg telah tersedia harus diisi, dimanfaatkan, didayagunakan supaya bermanfaat untuk mencapai apa yg sedang diusahakan. Anda sebagai pelajar dan mahasiswa mempunyai tanggungjawab yg besar untuk menca[ai apa yg dicita-citakan.dan diharapkan. Sebab dengan demikian anda kelak akan menjadi manausia-manusia yg berguna baik untuk anda sendiri dan keluarga, juga bagi Tuhan, gereja dan jemaat dan pada akhirnya bagi masyarakat, negara dan bangsa. Pada akhirnya: Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa thdp anak2nya, telah menasehati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dgn kehendak Allah, yg memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan KemuliaanNya.

Amin

Tidak ada komentar: